16 June 2026, 22:47

Kasus Penggerudukan Sekolah SDIP di Pamulang, Wahidin Halim Janji Bawa Persoalan ke DPR dan Kemenag

Wahidin Halim menegaskan bahwa dunia pendidikan harus menjadi ruang yang aman dan tidak boleh terganggu oleh persoalan lain di luar proses pembelajaran.

Reporter: Deden M Rojani
Editor: Zainur Akbar
16
Kasus Penggerudukan Sekolah SDIP di Pamulang, Wahidin Halim Janji Bawa Persoalan ke DPR dan Kemenag
Anggota Komisi VIII DPR RI, Wahidin Halim dan Ketua Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta, Ilham Aufa dalam acara Forum DIalog dan Dengan Aspirasi di Sekolah Islam Pembangunan. / Doc: Perspektif

TANGERANG SELATAN, Perspektif.co.id — Anggota Komisi VIII DPR RI, Wahidin Halim, menyatakan akan ikut mengawal persoalan yang mencuat setelah terjadinya dugaan penggerudukan di lingkungan Sekolah Islam Pembangunan (SIP) Pamulang. Komitmen tersebut disampaikan langsung saat menghadiri kegiatan Dialog dan Dengar Aspirasi yang digelar Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta bersama para guru dan orang tua siswa, Senin (16/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung bertepatan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah itu dihadiri sekitar 250 peserta, terdiri atas guru, wali murid Sekolah Islam Pembangunan, serta tenaga pendidik dari TK Ketilang, Ciputat Timur.

Ketua Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta, Ilham Aufa, mengatakan forum tersebut tidak hanya menjadi momentum syukuran dan doa bersama menyambut tahun baru Hijriah, tetapi juga menjadi ruang penyampaian aspirasi terkait peristiwa yang terjadi di lingkungan SIP Pamulang pada awal Juni lalu.

“Acara ini digelar dengan menghadirkan Bapak Wahidin Halim sebagai anggota DPR RI Komisi VIII untuk mendengarkan aspirasi terkait peristiwa penggerudukan pihak UIN Jakarta ke SIP Pamulang tanggal 4 Juni lalu,” kata Ilham.

Dalam sesi dialog, sejumlah orang tua siswa menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap dampak psikologis yang dialami anak-anak setelah insiden tersebut. Salah seorang wali murid SD Islam Pembangunan, Johan Aristya Lesmana, mengungkapkan bahwa peristiwa itu meninggalkan trauma bagi sebagian siswa.

“Anak-anak kami trauma, bahkan esok harinya meminta untuk tidak masuk sekolah karena ketakutan,” ujar Johan di hadapan peserta dialog.

Ia berharap DPR RI dapat memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut dan mendorong seluruh pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

“Kami meminta Pak Weha selaku wakil rakyat untuk menegur pihak-pihak terkait agar menghormati proses hukum dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu kegiatan belajar mengajar,” katanya.

Aspirasi serupa juga disampaikan sejumlah guru yang hadir. Mereka berharap aktivitas pendidikan dapat berjalan normal tanpa gangguan yang berpotensi memengaruhi kondisi psikologis peserta didik maupun tenaga pendidik.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Wahidin Halim menegaskan bahwa dunia pendidikan harus menjadi ruang yang aman dan tidak boleh terganggu oleh persoalan lain di luar proses pembelajaran.

“Pendidikan tidak boleh diganggu. Negara justru sangat terbantu oleh masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan seperti yang dilakukan Sekolah Islam Pembangunan ini,” tegas Wahidin.

Mantan Gubernur Banten itu juga memastikan dirinya akan membawa persoalan tersebut ke forum resmi DPR RI dan menyampaikannya kepada Kementerian Agama.

“Saya akan bersama-sama pihak sekolah dan orang tua untuk mengawal persoalan ini. Mari kita berjuang bersama. Saya akan menyampaikan ini ke Kementerian Agama dalam rapat di DPR besok saat ada rapat koordinasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wahidin turut mengajak seluruh peserta untuk memanjatkan doa bersama memanfaatkan momentum pergantian tahun Hijriah. Ia memimpin pembacaan doa dan zikir sebagai bentuk ikhtiar spiritual agar persoalan yang dihadapi dapat diselesaikan dengan baik.

Para orang tua siswa dan tenaga pendidik menyambut positif kehadiran Wahidin Halim dalam forum tersebut. Mereka berharap perhatian dari DPR RI dapat membantu memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan kondusif dan tidak terdampak oleh konflik yang tengah berlangsung.

Berita Terkait