26 November 2025, 14:11

Ibu Alvaro Beberkan Sifat Brutal Sang Ayah Tiri: Temperamental, Kasar, dan Sering Cemburu Buta

Arum menyebut Alex sebagai pribadi yang temperamental dan kerap melakukan kekerasan fisik terhadap dirinya ketika mereka masih tinggal serumah.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
1,470
Ibu Alvaro Beberkan Sifat Brutal Sang Ayah Tiri: Temperamental, Kasar, dan Sering Cemburu Buta
Arum Indah, ibu Alvaro Kiano Nugroho saat ditemui di kediamannya, Selasa (25/11/2025).

JAKARTA, Perspektif.co.id - Ibu dari Alvaro Kiano Nugroho, Arum Indah, akhirnya angkat bicara soal sosok mantan suaminya, Alex Iskandar, yang diduga menjadi pelaku penculikan dan pembunuhan putranya. Arum menyebut Alex sebagai pribadi yang temperamental dan kerap melakukan kekerasan fisik terhadap dirinya ketika mereka masih tinggal serumah.

“Dulu iya (ada kekerasan). Cuma karena dipikir, dulu kan enggak pernah mau bilang sama orangtua karena itu dianggap masalah rumah tangga sendiri,” ujar Arum saat ditemui di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (25/11/2025).

Menurut Arum, perilaku kasar Alex bukan rahasia lagi di lingkungan keluarga. Adik-adik Alex disebut mengetahui bagaimana kakaknya memperlakukan Arum. Ia mengaku sempat menyimpan bukti berupa foto-foto kekerasan yang dialaminya, namun seluruh dokumen itu hilang setelah ponselnya berganti.

Arum menambahkan, salah satu alasan kuat untuk mengakhiri pernikahan dengan Alex adalah karena sang suami tidak menyukai anak-anaknya. Sikap dingin terhadap buah hati Arum itu membuat rumah tangga mereka yang baru seumur jagung berada di ambang kehancuran.

“Pisah sekitar April 2024, nikahnya Desember 2023. Terus karena dia orangnya temperamen dan dia tidak bisa menerima anak-anak, jadi saya memutuskan untuk pisah,” kata Arum.

Di luar sikapnya terhadap anak, Alex dinilai tidak memberi kontribusi berarti dalam urusan rumah tangga. Arum mengungkapkan, ia harus memikul sendiri beban biaya hidup keluarga, bahkan sampai harus bekerja ke luar negeri, sementara Alex tidak memiliki pekerjaan tetap meski usianya sudah tidak muda lagi.

“Full dari saya (biaya sehari-hari anak). Makanya kalau saya enggak kerja, ya gimana?” ucap Arum.

Setelah mereka berpisah, Alex disebut berupaya keras agar Arum bersedia rujuk. Salah satu caranya adalah dengan kembali mendekatkan diri kepada anak-anak saat Arum sedang pergi bekerja. Alex kerap datang ke rumah dan bermain dengan anak-anaknya, seolah berusaha membangun kembali kedekatan yang sebelumnya rapuh.

“Akhirnya dia mendekatkan diri sama anak-anak lagi, dia ke sini (ke rumah) sering main kayak gitu. Enggak tahu kalau akan terjadi hal seperti ini (Alvaro diculik dan dibunuh),” tutur Arum.

Namun, di balik usaha mendekat, Alex rupanya juga melontarkan ancaman yang kini terbukti bukan sekadar omongan kosong. Arum mengaku pernah mendengar langsung ancaman Alex yang menyebut akan menculik Alvaro jika ia tak juga kembali ke pelukannya.

“Emang dia pernah melontarkan, ‘Kalau lu enggak mau balik lagi sama gue, gue bakal culik anak itu,’” kata Arum mengingat ancaman tersebut.

Arum juga menggambarkan Alex sebagai sosok yang keras kepala dan mudah terbakar rasa cemburu, bahkan terhadap interaksinya dengan keluarga sendiri. Ia menilai berbagai tudingan perselingkuhan yang diarahkan Alex tak berdasar dan lebih merupakan bentuk kecemburuan berlebihan.

“Kalau dia bikin statement saya selingkuh atau apa, enggak ngerti itu alibi dia dari mana. Jangankan dia bilang selingkuh, saya sama orang keluarga terdekat aja dia cemburu. Dia mau saya sama siapa pun juga cemburu, rekan kerja atau apa, dia cemburu,” jelas Arum.

Diketahui, Alvaro Kiano Nugroho, bocah berusia enam tahun yang dilaporkan hilang di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, sejak Maret 2025, akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Pengungkapan kasus ini turut membuka sisi kelam hubungan rumah tangga Arum dan Alex, serta potret kekerasan domestik yang selama ini tak pernah terungkap ke publik.

Berita Terkait