25 December 2025, 01:29

Bobby Nasution Ungkap 24 Ribu Rumah Rusak Imbas Banjir-Longsor, Janji “Sikat” Perusak Lingkungan di Sumut

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumut untuk menindak tegas segala bentuk perusakan lingkungan

Reporter: M. Ansori
Editor: Zainur Akbar
1,525
Bobby Nasution Ungkap 24 Ribu Rumah Rusak Imbas Banjir-Longsor, Janji “Sikat” Perusak Lingkungan di Sumut
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menegaskan bakal menindak tegas pelaku perusakan lingkungan sebagai bagian dari upaya mencegah bencana . (Arsip Istimewa)

Perspektif.co.di - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumut untuk menindak tegas segala bentuk perusakan lingkungan, menyusul rangkaian bencana banjir dan longsor yang kembali menghantam sejumlah daerah di penghujung 2025. Langkah penindakan itu, menurut Bobby, menjadi bagian dari upaya pencegahan agar musibah serupa tidak terus berulang dan memukul kehidupan sosial-ekonomi warga.

Pernyataan tersebut disampaikan Bobby saat menghadiri Perayaan Natal Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sumut yang digelar bersama warga korban banjir dan longsor di Bernada Hall, Medan, Selasa (23/12) malam. Perayaan Natal itu mengusung tema “Pulihkan Bangsa Kami” dan berlangsung dalam suasana empati, sekaligus menjadi ruang konsolidasi bantuan bagi masyarakat terdampak. 

Dalam sambutannya, Bobby membeberkan skala dampak bencana yang menurutnya tidak kecil. Ia menyebut jumlah rumah yang terdampak sudah melampaui puluhan ribu unit, dengan kondisi kerusakan bervariasi mulai dari rusak ringan hingga hilang tersapu longsor.

“Di tengah sukacita Natal, kita masih menghadapi kondisi bencana. Lebih dari 20.000 rumah terdampak, bahkan data terakhir mencapai 24.000 rumah, mulai dari rusak ringan hingga hilang tersapu longsor,” ujar Bobby. 

Bobby menekankan, pemulihan pascabencana tidak bisa dipersempit hanya sebagai pekerjaan fisik—membangun kembali rumah, memperbaiki akses, atau menormalkan layanan publik. Menurut dia, pemulihan juga harus menyentuh dimensi sosial, rasa aman, serta soliditas komunitas yang sempat terpecah akibat musibah. Karena itu, ia mendorong momentum Natal dimaknai sebagai penguat kebersamaan dan kepedulian sosial.

Di saat yang sama, Bobby mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan manusia dengan alam sebagai langkah mitigasi bencana ke depan. Ia menyatakan pemerintah daerah akan bersikap tegas terhadap praktik-praktik yang merusak lingkungan karena hal tersebut berpotensi memperparah banjir dan longsor.

“Pemerintah Provinsi Sumut, kata Bobby, berkomitmen untuk menindak tegas segala bentuk perusakan lingkungan,” tulis laporan yang mengutip pernyataan Bobby dalam acara tersebut. 

Sorotan terhadap kerusakan lingkungan ini juga menguat dalam laporan lain yang menyebut Bobby melihat pemulihan harus berjalan cepat dan dibarengi pemulihan sosial-ekonomi warga terdampak. Dalam konteks itu, ia menilai faktor lingkungan turut memperbesar dampak bencana, sehingga penertiban aktivitas yang merusak alam menjadi bagian dari agenda pemulihan dan pencegahan. 

Sementara itu, Ketua DPD GAMKI Sumut Swangro Lumban Batu mengajak kader GAMKI dan umat Kristiani untuk menerjemahkan semangat Natal lewat aksi nyata, terutama bagi warga yang masih bertahan di pengungsian atau kehilangan harta benda. Menurutnya, solidaritas sosial tidak boleh berhenti di ucapan, melainkan harus hadir dalam bantuan, pendampingan, dan kerja gotong royong.

“Jangan tutup mata terhadap penderitaan saudara-saudara kita. Mari bahu-membahu membantu mereka yang masih di pengungsian maupun yang kehilangan harta benda. Inilah makna sejati dari tema ‘Pulihkan Bangsa Kami’,” ujar Swangro. 

Perayaan Natal itu juga diisi doa bersama bagi korban bencana serta penyerahan bantuan secara simbolis kepada warga terdampak. Agenda tersebut menjadi penanda bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya menjadi urusan pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan organisasi, komunitas, dan jejaring masyarakat sipil agar bantuan lebih cepat menjangkau kelompok yang paling rentan.

Di tengah rangkaian kegiatan Natal di Sumut, Bobby sebelumnya juga mengimbau warga merayakan Natal dengan khidmat sebagai bentuk penghormatan bagi masyarakat yang masih berduka akibat bencana di wilayah Sumatra. 

Berita Terkait