17 August 2026, 06:41

HUT RI ke-81, Tangsel Bidik Generasi Muda dan Kedaulatan Daerah dari Ekonomi hingga Pendidikan

Pilar Saga dorong generasi muda sebagai penerus pembangunan Tangsel, sementara Benyamin Davnie tekankan kemandirian dan optimalisasi potensi daerah.

Reporter: Cindy Seviona Azahra
Editor: Deden M Rojani
4
HUT RI ke-81, Tangsel Bidik Generasi Muda dan Kedaulatan Daerah dari Ekonomi hingga Pendidikan
Wakil Walikota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan saat Peringatan HUT RI Ke-81 2026. / foto: Humas

TANGERANG SELATAN, Perspektif.co.id – Pemerintah Kota Tangerang Selatan menempatkan generasi muda dan penguatan kemandirian daerah sebagai dua agenda penting dalam menerjemahkan semangat kemerdekaan ke dalam pembangunan. Pesan itu mengemuka dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Tangerang Selatan, Senin (17/8/2026).

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan generasi muda memiliki posisi strategis karena mereka yang akan meneruskan pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan fisik, tetapi juga harus menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi perubahan sosial, pendidikan, kesehatan, dan perkembangan teknologi.

Pernyataan itu disampaikan Pilar setelah memimpin Upacara Penurunan Bendera Merah Putih tingkat Kota Tangerang Selatan di Lapangan Batalyon Kavaleri 9/Satya Dharma Kala, Kecamatan Serpong Utara.

"Memang harapan besar Kota Tangerang Selatan ada pada generasi muda sebagai wajah pembangunan yang akan melanjutkan roda pembangunan daerah, baik di bidang sosial, pendidikan, maupun kesehatan," ujar Pilar.

Bagi Pilar, peringatan kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni tahunan untuk mengenang perjuangan para pendahulu. Momentum tersebut, kata dia, harus menjadi pengingat mengenai pekerjaan pembangunan yang masih harus dilakukan, terutama dalam mempersiapkan generasi yang akan menentukan arah Tangsel pada masa mendatang.

Ia menyebut posisi Tangerang Selatan sebagai salah satu daerah dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tinggi membawa konsekuensi tersendiri bagi pemerintah. Pembangunan manusia harus diarahkan agar masyarakat tidak hanya unggul dalam penguasaan pendidikan dan teknologi, tetapi juga mempunyai karakter serta nilai sosial yang kuat.

"Tentu, pemerintah daerah harus hadir untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berdaya saing dan memiliki kemampuan teknologi yang kuat, tetapi juga tetap menjunjung nilai-nilai keluarga yang dimulai dari sekolah dan lingkungan," kata Pilar.

Menurut Pilar, pembangunan sumber daya manusia juga berkaitan dengan kesempatan yang terbuka bagi seluruh masyarakat. Tangerang Selatan, lanjut dia, harus menjadi ruang yang memungkinkan siapa pun untuk belajar, mengembangkan kemampuan, berkarya, dan mencapai prestasi.

"Kami ingin semua masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Kita sangat terbuka bagi siapa pun masyarakat untuk dapat memanfaatkan fasilitas-fasilitas pendukung yang ada di Tangerang Selatan," ujarnya.

Di sisi lain, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyoroti aspek berbeda dari makna kemerdekaan, yakni kemampuan daerah mengoptimalkan potensi yang dimiliki untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Benyamin menyampaikan pandangan tersebut seusai mengikuti Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kota Tangerang Selatan di lokasi yang sama, Senin (17/8/2026).

"Pemerintah kota mencoba untuk terus mendorong kesejahteraan masyarakat," ujar Benyamin.

Menurut Benyamin, kemerdekaan perlu diterjemahkan dalam bentuk kemampuan pemerintah daerah bersama masyarakat untuk membangun daerah secara mandiri. Kemandirian itu tidak hanya menyangkut urusan pemerintahan, tetapi juga menyentuh sektor yang langsung berkaitan dengan kehidupan warga.

Ia menyebut ekonomi, budaya, pendidikan, dan kesehatan sebagai sejumlah bidang yang harus diperkuat agar masyarakat dan pemerintah daerah memiliki kemampuan menentukan serta mengembangkan potensi sendiri.

"Berdaulat dalam bidang ekonomi, dalam bidang budaya, dalam bidang pendidikan, dalam bidang kesehatan, kita harus berdaulat. Artinya, pemerintah kota bersama masyarakat harus menunjukkan kemampuannya dalam membangun itu," jelasnya.

Karena itu, Benyamin meminta potensi yang telah dimiliki Tangerang Selatan tidak dibiarkan menjadi sekadar sumber daya yang belum dimanfaatkan secara optimal. Pemerintah dan masyarakat, kata dia, perlu melihat sekaligus mengembangkan kekuatan daerah untuk mendukung pembangunan.

"Kita maksimalkan yang ada. Ini yang ingin kita dorong terus kepada masyarakat," katanya.

Optimalisasi potensi daerah, menurut Benyamin, berkaitan langsung dengan upaya meningkatkan kesejahteraan. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri karena pembangunan membutuhkan keterlibatan masyarakat dan berbagai unsur yang ada di dalamnya.

Selain persoalan kemandirian, Benyamin menekankan bahwa pembangunan juga harus berjalan dengan prinsip keadilan. Ia mengingatkan bahwa keadilan tidak selalu berarti memberikan sesuatu dalam jumlah yang sama kepada setiap orang.

"Keadilan itu bukan berarti harus sama rata. Adil itu sesuai dengan proporsinya. Ada hukum-hukum yang mengatur masalah ini," kata dia.

Pandangan tersebut menempatkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bukan sekadar sebagai momentum historis, tetapi juga sebagai refleksi mengenai arah pembangunan Tangerang Selatan. Generasi muda menjadi salah satu modal utama pembangunan manusia, sementara optimalisasi potensi daerah menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi dan sosial.

Pilar menekankan pentingnya membangun generasi yang mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa kehilangan fondasi karakter. Sementara Benyamin mendorong agar kemampuan daerah dan masyarakat dalam mengelola berbagai potensi terus diperkuat.

Keduanya bermuara pada satu agenda: pembangunan Tangerang Selatan yang tidak hanya mengejar capaian ekonomi, tetapi juga memperkuat kualitas manusia, kemandirian daerah, serta pemerataan manfaat pembangunan.

Dengan semangat tersebut, kemerdekaan di tingkat daerah diharapkan tidak berhenti pada upacara dan pengibaran bendera. Kemerdekaan diterjemahkan melalui kemampuan masyarakat untuk berkembang, pemerintah untuk menyediakan ruang dan fasilitas, serta seluruh elemen daerah untuk bersama-sama mengelola potensi yang tersedia demi kesejahteraan warga Tangerang Selatan.

Berita Terkait