09 December 2025, 06:13

BI Perkuat Diplomasi Ekonomi Global, Targetkan Pertumbuhan Meningkat di 2026

Bank Indonesia merilis Laporan PEKKI 2025 yang menegaskan pentingnya kerja sama internasional untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global

Reporter: Irfan Farhani
Editor: Redaksi Perspektif
1,503
BI Perkuat Diplomasi Ekonomi Global, Targetkan Pertumbuhan Meningkat di 2026
Dokumentasi kerjasama dalam Laporan PEKKI 2025.

Perspektif.co.id - Bank Indonesia (BI) menegaskan pentingnya penguatan kerja sama internasional sebagai fondasi menjaga stabilitas makroekonomi dan ketahanan sistem keuangan nasional di tengah meningkatnya tekanan global.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam peluncuran Laporan Perkembangan Ekonomi Keuangan dan Kerja Sama Internasional (PEKKI) 2025 yang digelar di Jakarta, Senin (8/12).

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia tetap mampu bertahan di tengah gelombang tekanan eksternal yang terus menghantam sepanjang 2025. Ia menggambarkan ketahanan ekonomi Indonesia layaknya sebuah kapal besar yang tetap berlayar meski diterjang ombak global.

“Tekanan global sepanjang 2025 memang sangat kuat, tetapi ketahanan ekonomi Indonesia tetap terjaga melalui bauran kebijakan yang konsisten dan kerja sama internasional yang semakin solid,” ujar Filianingsih (8/12)

Prospek Ekonomi 2025–2027 Tetap Positif

Dalam laporan tersebut, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 berada di kisaran 4,7%–5,5%, dan diperkirakan akan meningkat pada periode 2026–2027. Pertumbuhan ini ditopang oleh konsumsi domestik yang tetap kuat, perbaikan investasi, serta kinerja ekspor yang masih berada di jalur positif.

Selain itu, stabilitas nilai tukar rupiah dinilai relatif terjaga, cadangan devisa berada pada level kuat, dan inflasi tetap terkendali sesuai target bank sentral. Kondisi ini menjadi indikator bahwa ekonomi nasional masih memiliki daya tahan yang solid di tengah ketidakpastian global.

Diplomasi Ekonomi Jadi Pilar Utama

Laporan PEKKI 2025 mengusung tema “Resiliensi Dalam Mengarungi Ketidakpastian Global.” Laporan ini menyoroti dinamika geopolitik, geoekonomi, dampaknya terhadap sektor keuangan global, serta respons kebijakan BI, termasuk penguatan kerja sama internasional.

Peluncuran laporan turut dirangkaikan dengan seminar internasional yang menghadirkan sejumlah tokoh, termasuk Menteri Luar Negeri RI periode 2014–2024, Retno Marsudi. Diskusi menekankan bahwa setiap negara memiliki keunggulan strategis untuk menghadapi tantangan global.

Bagi Indonesia, kekuatan tersebut salah satunya terletak pada kemampuan membangun kepercayaan internasional untuk menjembatani perbedaan antarnegara, sekaligus memperkuat diplomasi ekonomi demi kepentingan nasional.

Filianingsih menegaskan, penguatan bauran kebijakan dan kerja sama global menjadi kunci agar Indonesia tetap mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah tekanan ekonomi dunia yang belum sepenuhnya mereda.***

Berita Terkait