Perspektif.co.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Agama, dan sejumlah lembaga jasa keuangan meresmikan pembentukan Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS) di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur.
Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas akses keuangan syariah, meningkatkan literasi keuangan, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi syariah di DKI Jakarta.
EPIKS merupakan inisiatif Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi DKI Jakarta yang menempatkan pesantren sebagai salah satu pusat pengembangan inklusi keuangan syariah.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi berbagai pihak serta menegaskan pentingnya peran pesantren dalam membangun generasi yang melek keuangan syariah.
“Kami ingin memberikan nilai tambah bagi komunitas di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, tidak hanya bagi santriwan dan santriwati, tetapi juga bagi pengurus pesantren, para guru, dan keluarga di sekitarnya. Literasi dan inklusi keuangan menjadi bekal penting untuk menyiapkan masa depan yang lebih baik,” ujar Friderica dikutip pada Rabu (10/12).
Ia menekankan, pesantren kini tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga berpotensi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi dan pelindungan masyarakat di era digital.
“OJK tidak hanya mengatur dan mengawasi, tetapi juga melindungi melalui edukasi. Di era digitalisasi, manfaatnya banyak, namun risikonya juga besar. Pendidikan dan literasi inilah yang akan menjadi pelindung dari berbagai bahaya di dunia keuangan,” tegasnya.
Layanan Keuangan Syariah Masuk ke Jantung Ekosistem Pesantren
Kepala OJK Jabodebek, Edwin Nurhadi, menjelaskan bahwa EPIKS merupakan wujud kolaborasi OJK dengan lembaga jasa keuangan dalam menyediakan layanan keuangan syariah yang lebih mudah dijangkau dan relevan dengan kebutuhan ekosistem pesantren.
Program ini mencakup pengembangan beragam produk keuangan syariah, antara lain tabungan pelajar, pembiayaan UMKM, layanan investasi syariah, serta pelatihan literasi keuangan bagi berbagai kelompok di lingkungan pesantren.
“Dengan terbentuknya EPIKS, kami berharap pelajar, mahasiswa, santri, tenaga pengajar, dan masyarakat sekitar pesantren dapat lebih mudah dan aktif memanfaatkan produk serta layanan keuangan syariah, sehingga literasi dan inklusi keuangan syariah dapat meningkat secara signifikan,” ujar Edwin.
Ketua Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Chairul Baihaqi, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai, kehadiran EPIKS dapat memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan Islam dan industri jasa keuangan syariah.
“Semoga program EPIKS di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin dapat menjadi sarana kolaborasi strategis yang berkelanjutan dan menjadi percontohan bagi ekosistem pendidikan Islam lainnya,” kata Chairul Baihaqi.
Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin dipilih sebagai lokasi EPIKS karena memiliki ekosistem pendidikan yang besar, dengan lebih dari 1.600 pelajar, 300 santri, serta lebih dari 22 pelaku UMKM yang dapat dikembangkan melalui sistem keuangan syariah yang terintegrasi.
Kolaborasi pelaksanaan EPIKS melibatkan PT Bursa Efek Indonesia, PT Bank Syariah Indonesia, PT Phintraco Sekuritas, serta Sekolah Tinggi Agama Islam Minhaajurrosyidiin (STAIMI).
Edukasi, Agen Layanan, dan Galeri Investasi Syariah
Rangkaian inkubasi dan seremoni pembentukan EPIKS di Ponpes Minhaajurrosyidiin mencakup sejumlah kegiatan utama, antara lain:
Edukasi keuangan syariah dan pasar modal bagi sekitar 750 pelajar dan mahasiswa.
Penyerahan simbolis kartu santri dan tabungan pelajar sebagai sarana transaksi keuangan syariah.
Pemberdayaan UMKM dan koperasi di lingkungan pesantren sebagai Agen Laku Pandai Syariah, yang berfungsi sebagai pusat layanan keuangan syariah satu pintu.
Penandatanganan komitmen pembentukan Galeri Investasi Syariah (GIS), yang menjadi GIS pertama di lingkungan pondok pesantren di wilayah DKI Jakarta.
Inisiatif ekonomi hijau (green economy) melalui penyediaan reverse vending machine yang mengintegrasikan pengelolaan botol plastik dengan transaksi keuangan, serta kegiatan penanaman pohon.
Dengan hadirnya agen layanan keuangan syariah dan Galeri Investasi Syariah, santri, pelajar, dan masyarakat sekitar tidak hanya mendapatkan akses produk perbankan syariah, tetapi juga diperkenalkan pada instrumen investasi syariah di pasar modal secara terarah.
Bagian dari Roadmap Ekonomi Syariah Jakarta
EPIKS merupakan bagian dari program strategis TPAKD Provinsi DKI Jakarta yang terhubung dengan roadmap Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) DKI Jakarta. Program ini berfokus pada peningkatan literasi dan edukasi, penguatan lembaga keuangan syariah, pengembangan industri halal, serta pemberdayaan UMKM syariah.
Inisiatif tersebut juga selaras dengan visi “Jakarta Top 20 Global City”, khususnya dalam memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat keuangan yang kompetitif melalui optimalisasi pasar modal syariah dan penguatan ekosistem ekonomi syariah.
Secara nasional, OJK dan para pemangku kepentingan terus mengakselerasi literasi dan inklusi keuangan syariah. Hingga Oktober 2025, telah dilaksanakan 1.627 kegiatan edukasi keuangan syariah yang menjangkau lebih dari 6,22 juta peserta, serta 5.738 kegiatan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) Syariah dengan total 15,2 juta peserta.
Sejumlah program tematik seperti Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH), Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah (SICANTIKS), School of Syariah (SOS), Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2025, dan Syariah Financial Fair (SYAFIF) turut memperkuat pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah.
Implementasi EPIKS di berbagai daerah telah menghasilkan pembukaan 93 agen layanan keuangan syariah, pembentukan Galeri Investasi Syariah, peningkatan akses pembiayaan, serta beragam kegiatan edukasi di pesantren dan sekitarnya. Capaian ini melanjutkan program EPIKS pada 2024 yang telah berjalan di 10 pondok pesantren, disertai pra-kegiatan di 20 pesantren lain.
Peresmian EPIKS di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin dihadiri lebih dari 750 pelajar dan santri, serta sejumlah pejabat dan perwakilan lembaga, antara lain Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik, Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Bob Tyasaka Ananta, Direktur Phintraco Sekuritas Andre Mahardika, Kepala Biro Dikmental Setda Provinsi DKI Jakarta Fakar Eko Satriyo, serta Ketua STAIMI Dr. Tri Gunawan.
OJK berharap penguatan EPIKS dapat semakin mendorong inklusi keuangan syariah di DKI Jakarta dan nasional, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan.***