08 December 2025, 18:30

Lebih dari 370 Difabel Bangkit Lewat Program BRI Sahabat Disabilitas

Program Sahabat Disabilitas di Makassar dengan pelatihan administrasi, kewirausahaan, hingga pemagangan industri. Program ini mendorong kemandirian masyarakat.

Reporter: Irfan Farhani
Editor: Redaksi Perspektif
2,238
Lebih dari 370 Difabel Bangkit Lewat Program BRI Sahabat Disabilitas
Ilustrasi/Program Pemagangan Disabilitas.

Perspektif.co.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali mempertegas komitmennya terhadap kesetaraan dan inklusi melalui program BRI Sahabat Disabilitas di Makassar, Sulawesi Selatan. 

Program yang menjadi bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli ini menyasar penyandang disabilitas agar memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja maupun wirausaha.

Pelatihan digelar pada 11–20 November 2025 dengan metode hybrid dan diikuti sekitar 90 peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan dan sekitarnya. Materi dibawakan oleh praktisi berpengalaman dan mentor profesional sehingga peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung diarahkan pada penerapan praktis.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa pemberdayaan yang terstruktur dan berkelanjutan menjadi kunci untuk membuka akses yang lebih luas bagi penyandang disabilitas. 

Menurutnya, penyediaan sarana, prasarana, hingga pelatihan yang tepat akan membantu difabel meningkatkan kapasitas sekaligus peluang ekonominya.

“BRI meyakini setiap individu memiliki potensi yang bisa dikembangkan, termasuk para penyandang disabilitas. Tugas kita adalah membuka jalan agar potensi itu bisa benar-benar berbuah menjadi kemandirian,” ujarnya.

Program ini terdiri dari dua jalur utama: pelatihan administrasi dan pelatihan kewirausahaan. Skema ini dirancang fleksibel sehingga peserta bisa memilih sesuai minat dan arah pengembangan dirinya.

Pelatihan administrasi berfokus pada pengelolaan data, penyusunan dokumen, hingga penggunaan perangkat digital dasar yang relevan dengan kebutuhan perkantoran modern. 

Sementara itu, pelatihan kewirausahaan mengajarkan cara memulai dan mengembangkan usaha, menyusun rencana bisnis, strategi pemasaran, hingga pembuatan konten promosi untuk mendukung penjualan.

“Kami ingin peserta tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha sendiri,” tambah Dhanny.

Selepas pelatihan, peserta tidak dilepas begitu saja. Program berlanjut ke tahap pemagangan mulai Desember 2025 hingga Februari 2026. BRI Peduli menggandeng sejumlah perusahaan mitra di sektor kuliner, pariwisata, dan manufaktur agar para peserta bisa merasakan langsung dinamika dunia kerja. 

Pengalaman lapangan ini diharapkan menjadi jembatan penting sebelum mereka masuk ke pasar kerja atau membangun usaha mandiri.

Sejak pertama kali dijalankan pada 2021, program BRI Sahabat Disabilitas disebut telah memberdayakan sedikitnya 370 penyandang disabilitas di berbagai wilayah Indonesia. Inisiatif ini sejalan dengan agenda pemerintah dalam Asta Cita, khususnya penguatan pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, kesetaraan gender, serta peningkatan peran pemuda dan penyandang disabilitas.

Dhanny menegaskan bahwa BRI Peduli konsisten mengarahkan programnya untuk mendukung capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama terkait pekerjaan layak, pertumbuhan ekonomi inklusif, dan pengurangan kesenjangan.

“Kami percaya pembangunan yang inklusif adalah kunci kemajuan bangsa. Program ini diharapkan menjadi pintu menuju kemandirian bagi para peserta, bukan sekadar pelatihan sesaat,” tegasnya.

Melalui BRI Sahabat Disabilitas, BRI berupaya menunjukkan bahwa inklusi bukan hanya jargon, tetapi dihadirkan lewat program nyata yang memberi akses, keterampilan, dan kesempatan kerja bagi difabel di tingkat lokal maupun nasional.***

Berita Terkait