TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Anthropic resmi mengumumkan kemitraan strategis dengan dua raksasa keuangan dunia, Goldman Sachs dan Blackstone, untuk mendirikan entitas usaha patungan bermodal komitmen senilai 1,5 miliar dolar AS atau setara Rp 24,6 triliun — sebuah langkah yang memosisikan pembuat model Claude itu sebagai pesaing langsung firma konsultasi kelas dunia dalam perebutan pasar transformasi AI korporat yang bernilai triliunan dolar.
Pengumuman disampaikan pada Senin, 5 Mei 2026, bersamaan dengan Hellman & Friedman sebagai mitra pendiri ketiga, serta dukungan dari sekelompok manajer aset termasuk Apollo Global Management dan General Atlantic. Langkah ini bukan sekadar putaran pendanaan biasa — ini adalah strategi distribusi enterprise paling agresif yang pernah dibangun industri AI.
Menurut laporan Fortune, ventura baru ini dirancang untuk menanamkan para insinyur Anthropic langsung ke dalam operasi inti perusahaan menengah, dengan target awal adalah bisnis-bisnis yang sudah dimiliki oleh sponsor ekuitas privat yang terlibat. Model ini secara eksplisit meniru pendekatan forward deployment milik Palantir, sekaligus mengancam firma konsultasi tradisional yang selama ini mendominasi kontrak implementasi teknologi korporat.
Struktur permodalan dirinci oleh berbagai sumber: Anthropic, Blackstone, dan Hellman & Friedman masing-masing menyumbang sekitar 300 juta dolar AS atau Rp 4,9 triliun per entitas, sementara Goldman Sachs masuk sebagai mitra pendiri keempat dengan kontribusi lebih kecil. Sisa modal 1,5 miliar dolar AS berasal dari deretan pendukung tambahan termasuk Apollo Global Management, General Atlantic, GIC (dana kekayaan negara Singapura), Leonard Green, dan Sequoia Capital.
Krishna Rao, Chief Financial Officer Anthropic, menyatakan dalam pernyataan resminya bahwa permintaan enterprise terhadap Claude telah melampaui kapasitas model pengiriman manapun yang ada saat ini.
“Permintaan perusahaan untuk Claude secara signifikan melampaui model pengiriman tunggal mana pun. Kemitraan kami dengan integrator sistem terkemuka di dunia adalah pusat bagaimana Claude menjangkau perusahaan besar. Perusahaan baru ini membawa kemampuan operasi tambahan ke ekosistem dan modal dari manajer aset alternatif terkemuka. Kami bangga membangunnya bersama Blackstone, Hellman & Friedman, Goldman Sachs, dan mitra kami yang lain,” kata Krishna Rao, CFO Anthropic, dalam pernyataan resmi yang dikutip Tech Startups.
Marc Nachmann, kepala global manajemen aset dan kekayaan Goldman Sachs, mengidentifikasi akar masalah yang menjadi alasan keberadaan ventura ini: kurangnya tenaga ahli yang mampu menghubungkan teknologi AI dengan alur kerja nyata di dalam bisnis.
“Ada kekurangan besar orang-orang yang tahu cara menerapkan alat-alat ini dalam bisnis dan kemudian mengubahnya,” ujar Nachmann kepada CNBC.
Jon Gray, Presiden dan COO Blackstone — firma ekuitas privat terbesar di dunia — menyebut ventura ini dapat membantu meruntuhkan salah satu hambatan terbesar dalam adopsi AI enterprise, yaitu kelangkaan mitra implementasi berkemampuan tinggi.
“Kami percaya itu dapat membantu memecah salah satu hambatan paling signifikan untuk adopsi AI perusahaan dengan memperluas jumlah mitra implementasi yang sangat terampil,” kata Gray, dikutip Financial Times.
Patrick Healy, CEO Hellman & Friedman, menggambarkan situasi ini sebagai pertemuan langka antara kebutuhan pasar yang masif, kemampuan teknis AI Anthropic yang tak tertandingi, dan konsorsium investor dengan jangkauan untuk tumbuh cepat.
“Ini adalah konvergensi yang langka: kebutuhan pasar yang besar, kemampuan teknis AI yang tak tertandingi dari Anthropic, dan konsorsium investor dengan jangkauan untuk skala yang cepat,” kata Healy dalam keterangan pers yang dipublikasikan Financial Times.
Kekuatan sesungguhnya dari ventura ini bukan pada angka 1,5 miliar dolar AS, melainkan pada daftar pelanggan yang telah terbentuk sebelumnya. Blackstone saja memiliki lebih dari 230 perusahaan portofolio lintas ekuitas privat, real estate, dan kredit. Tambahkan Apollo, Sequoia, dan General Atlantic, dan jumlah bisnis operasional yang dapat dijangkau mencapai puluhan ribu.
Langkah Anthropic ini tiba saat rival OpenAI juga dilaporkan tengah membentuk struktur hampir identik bersama TPG dan Bain Capital, dalam sebuah ventura yang disebut The Development Company dengan target modal hingga 4 miliar dolar AS. Dua raksasa model AI terbesar dunia secara bersamaan membelah pasar layanan AI enterprise Wall Street menjadi dua kubu pengaruh yang tidak tumpang tindih — dalam satu hari Senin yang sama.
Pengumuman ventura ini juga bertepatan dengan periode krusial bagi Anthropic, yang sedang dalam pembicaraan dengan investor untuk putaran pendanaan baru yang dapat menilai perusahaan hingga 900 miliar dolar AS, lebih dari dua kali lipat valuasi 380 miliar dolar AS yang ditetapkan pada Februari 2026 — berpotensi menjadikannya startup AI paling bernilai di dunia, melampaui OpenAI.