08 April 2026, 21:44

Model AI Terkuat Anthropic “Claude Mythos” Dirilis Terbatas: Apple, Google, Microsoft Ikut Cegah Ancaman Siber Global

Anthropic luncurkan Claude Mythos bersama Apple, Google, Microsoft untuk cegah ancaman siber AI global.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
216
Model AI Terkuat Anthropic “Claude Mythos” Dirilis Terbatas: Apple, Google, Microsoft Ikut Cegah Ancaman Siber Global
Anthropic luncurkan Claude Mythos Preview melalui Project Glasswing bersama Apple, Google, dan Microsoft untuk memperkuat pertahanan siber global berbasis AI pada April 2026. (Foto: AI Generated)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Anthropic pada Selasa resmi meluncurkan pratinjau model frontier terbarunya, Claude Mythos, yang diklaim sebagai salah satu model paling bertenaga yang pernah dikembangkan perusahaan tersebut. Namun alih-alih dirilis ke publik, Anthropic sengaja membatasinya hanya untuk kalangan terpilih—didorong satu alasan mendasar: model ini dinilai terlalu berbahaya untuk dilepas bebas. Melalui inisiatif bernama Project Glasswing, Anthropic menggandeng sejumlah raksasa teknologi dunia, termasuk Amazon Web Services, Apple, Broadcom, Cisco, CrowdStrike, Google, JPMorganChase, Linux Foundation, Microsoft, NVIDIA, dan Palo Alto Networks, untuk bersama-sama mengamankan perangkat lunak paling kritis di dunia.  Lebih dari 40 organisasi lain juga mendapat akses ke Mythos Preview.

“Claude Mythos Preview adalah lompatan yang sangat besar,” kata CEO Anthropic Dario Amodei dalam video peluncuran. “Kami tidak melatihnya secara khusus agar unggul di bidang siber. Kami melatihnya agar unggul dalam penulisan kode, namun sebagai efek samping, model ini juga menjadi sangat andal di ranah keamanan siber.”

Mythos Preview dikategorikan sebagai model “sangat otonom” dengan kemampuan penalaran setara peneliti keamanan tingkat lanjut, mampu menemukan puluhan ribu celah keamanan yang bahkan pemburu bug paling berpengalaman sekalipun akan kesulitan menemukannya—sekaligus menyusun eksploit yang menyertainya.  Salah satu temuan mencakup celah pada kernel Linux yang berpotensi memberikan kendali penuh atas sebuah mesin, dengan sejumlah celah bahkan “bertahan selama puluhan tahun dari pengujian manual manusia dan jutaan tes keamanan otomatis.”

Elia Zaitsev, CTO CrowdStrike, menyatakan model ini “mendemonstrasikan apa yang kini mungkin dilakukan para defender dalam skala besar,” seraya memperingatkan bahwa “para adversary pada akhirnya akan berupaya mengeksploitasi kemampuan yang sama.” Ia menambahkan, “Apa yang dulu membutuhkan berbulan-bulan kini terjadi dalam hitungan menit berkat AI.”

“Ini adalah watershed event dalam sejarah keamanan siber,” ujar Shlomo Kramer, CEO Cato Networks, kepada CNN.

Anthropic mengalokasikan hingga 100 juta dolar AS—sekitar Rp1,64 triliun—dalam bentuk usage credit bagi organisasi penguji, serta 4 juta dolar AS atau sekitar Rp65,6 miliar untuk komunitas keamanan open source. 
Anthropic memperkirakan dalam enam hingga 18 bulan ke depan, perusahaan AI lain akan merilis model dengan kemampuan serupa.

“Model yang lebih kuat akan datang dari kami maupun dari pihak lain. Karena itu kami memang membutuhkan rencana untuk menghadapinya,” tegas Amodei.

Anthropic sendiri berada dalam posisi yang tidak biasa: perusahaan yang berlomba membangun AI semakin kuat, sekaligus yang paling lantang menyuarakan risiko dari teknologi yang mereka kembangkan sendiri. 

Berita Terkait