04 December 2025, 18:02

6 Penyakit yang Perlu Diwaspadai saat Banjir dan Cara Pencegahannya

Musim hujan dan banjir di berbagai wilayah Indonesia meningkatkan risiko penyakit infeksi. Kenali daftar penyakit yang sering muncul serta langkah pencegahannya

Reporter: Irfan Farhani
Editor: Redaksi Perspektif
2,326
6 Penyakit yang Perlu Diwaspadai saat Banjir dan Cara Pencegahannya
Ilustrasi. Sejumlah Penyakit ini sering muncul saat kondisi lembab akibat hujan dan banjir.

Perspektif.co.id - Hujan ekstrem yang melanda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat hingga sejumlah titik di Jakarta dalam beberapa hari terakhir tidak hanya memicu banjir besar dan longsor. Kondisi cuaca lembap yang berkepanjangan juga meningkatkan risiko berbagai penyakit yang kerap muncul saat musim penghujan dan bencana banjir. 

Oleh sebab itu, masyarakat dihimbau agar tetap waspada karena penularannya cenderung meningkat pada Desember, periode puncak musim hujan di Indonesia.

Udara lembap, genangan air, hingga sanitasi yang terganggu menjadi faktor yang mempercepat berkembangnya virus, bakteri, hingga parasit. Jika tidak diantisipasi, masyarakat yang terdampak banjir maupun yang tinggal di wilayah rentan bisa mengalami lonjakan penyakit infeksi.

Berikut sejumlah penyakit yang paling sering muncul saat banjir dan musim hujan:

1. Flu

Flu mudah menyebar ketika banyak orang berkumpul di tempat pengungsian atau ruangan lembap. Gejalanya meliputi demam, batuk, nyeri otot, dan sakit tenggorokan. Tanpa penanganan tepat, influenza bisa berkembang menjadi pneumonia.

2. Demam Berdarah (DBD)

Kasus DBD meningkat drastis saat musim hujan karena nyamuk Aedes aegypti berkembang biak di genangan air. 

Penderitanya mengalami demam tinggi, nyeri sendi, hingga bintik merah di kulit. Jika dibiarkan, DBD dapat menyebabkan syok atau perdarahan.

3. Malaria

Nyamuk Anopheles tumbuh cepat di wilayah lembap dan berhutan seperti banyak kawasan di Sumatra. Gejala malaria meliputi menggigil, lemas, nyeri otot, dan demam berulang. Pada kasus berat dapat memicu malaria serebral yang mengancam nyawa.

4. Diare

Banjir sering mencemari air bersih dan makanan. Infeksi bakteri, virus, atau parasit dapat memicu diare berat yang jika tidak ditangani menyebabkan dehidrasi dan syok.

5. Hepatitis A

Virus hepatitis A menular melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Penderitanya mengalami mual, muntah, demam, dan pada kondisi tertentu muncul gejala kuning. Lingkungan banjir menjadi medium penularannya.

6. Leptospirosis

Salah satu penyakit paling berbahaya saat banjir. Penularannya melalui kontak dengan air atau tanah yang tercemar urine hewan, terutama tikus. Gejalanya antara lain demam, nyeri betis, mata merah, muntah, hingga gangguan hati dan ginjal.

Berikut penjelasan lebih lengkap, rapi, dan siap pakai untuk artikel atau infografik tentang cara mencegah penyakit di musim banjir & musim hujan:

Cara Mencegah Penyakit di Musim Banjir dan Musim Hujan

1. Perkuat Imunitas

Saat banjir dan cuaca lembap seperti yang terjadi di Aceh, Sumatera, hingga Jakarta, tubuh lebih mudah terserang penyakit. Karena itu, menjaga daya tahan tubuh adalah langkah pertama yang wajib dilakukan. Caranya:

Konsumsi makanan bergizi seimbang (sayur, buah kaya vitamin C, protein). Kemudian Perbanyak air putih untuk menjaga hidrasi, selain itu tidur minimal 7–8 jam sehari agar tubuh pulih optimal. Tambahkan makanan tinggi antioksidan seperti jeruk, kiwi, tomat, atau teh hijau untuk membantu tubuh melawan infeksi.

2. Jaga Kebersihan Diri dan Lingkungan

Banjir membawa berbagai bakteri dan kotoran yang mudah menyebabkan penyakit seperti diare, tifoid, dan hepatitis A. Yang perlu dilakukan yaitu cuci tangan dengan sabun sebelum makan, setelah dari luar rumah, setelah dari toilet, dan setelah kontak dengan barang kotor.

Kemudian pastikan bahan makanan dicuci bersih sebelum dimasak. Selain itu gunakan air bersih untuk memasak dan minum serta bersihkan permukaan rumah dengan disinfektan setelah banjir surut.

3. Cegah Gigitan Nyamuk

Genangan air saat banjir adalah tempat terbaik nyamuk berkembang biak khususnya nyamuk penyebab DBD dan malaria. Lakukan 3M Plus:

  • Menguras tempat penampungan air minimal seminggu sekali.
  • Menutup rapat wadah air.
  • Mengubur barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.

Dengan meningkatnya kasus banjir di Aceh, Sumatera, dan sejumlah titik di Jabodetabek, kewaspadaan terhadap penyakit musiman perlu diperkuat. Lingkungan yang lembap dan sanitasi yang terganggu membuat masyarakat lebih rentan sakit. 

Deteksi dini, perilaku hidup bersih, serta pencegahan sederhana dapat membantu melindungi keluarga di tengah kondisi cuaca ekstrem akhir tahun ini.***

Berita Terkait