Perspektif.co.id - Menjelang akhir tahun 2025, cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi bukan hanya mengancam aktivitas masyarakat, tetapi juga memicu lonjakan penyakit musiman seperti common cold dan influenza.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, pada minggu ke-38 atau awal Oktober, kasus influenza naik hingga 38 persen, sementara laporan digital dari platform layanan kesehatan Halodoc menyoroti peningkatan signifikan keluhan batuk, pilek, dan flu ringan di berbagai daerah.
Dalam laporan bertajuk Indonesia Health Insights Report 2025, Halodoc mencatat bahwa 40% keluarga di Indonesia mengalami gangguan kesehatan di akhir tahun, dan mayoritas keluhannya berkaitan dengan common cold infeksi saluran pernapasan atas yang sering disalahartikan sebagai flu.
“Periode akhir tahun memang rawan. Perubahan suhu drastis, aktivitas padat, dan penurunan daya tahan tubuh membuat common cold mudah menular di lingkungan rumah maupun kantor,” jelas Fibriyani Elastria, Chief Marketing Officer Halodoc.
Yang menarik, dari laporan tersebut, ibu rumah tangga tercatat sebagai kelompok paling rentan, dengan 32% mengalami gejala common cold lebih dari dua kali dalam satu bulan.
“Ibu bukan hanya mengurus keluarga yang sakit, tapi juga sering kali tidak punya waktu untuk memulihkan diri,” tambah Fibriyani.
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, Halodoc bekerja sama dengan platform Tentang Anak, menghadirkan edukasi daring bertema “Memahami Influenza dan Common Cold: Menjaga Kesehatan Keluarga di Akhir Tahun."
Dalam sesi ini, dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, MPH, CEO Tentang Anak, menjelaskan bahwa common cold dan flu adalah dua kondisi yang mirip, tetapi berbeda secara gejala dan penanganan.
“Common cold biasanya disebabkan oleh infeksi virus ringan seperti rhinovirus, gejalanya berupa bersin, hidung tersumbat, sakit tenggorokan ringan, dan jarang demam tinggi. Sedangkan flu (influenza) datang tiba-tiba dengan demam tinggi, nyeri otot, dan kelelahan berat,” terang dr. Mesty.
Ia menegaskan bahwa penanganan common cold sebaiknya tidak diabaikan, karena bila daya tahan tubuh lemah, bisa berkembang menjadi infeksi lebih berat seperti sinusitis atau bronkitis.
Langkah pencegahan sederhana di rumah antara lain:
- Tidur cukup 7–8 jam per malam,
- Konsumsi vitamin C dan D,
- Gunakan masker di ruang tertutup,
- Jaga hidrasi dengan air putih cukup, dan
- Segera konsultasi ke dokter jika gejala lebih dari tiga hari.
Selain itu, Halodoc mendorong masyarakat untuk melakukan vaksinasi influenza tahunan sebagai perlindungan tambahan terhadap virus pernapasan, serta menjaga pola makan bergizi selama musim hujan.
“Melalui Halodoc+, kami menghadirkan paket langganan kesehatan yang memudahkan keluarga melakukan pencegahan sejak dini, termasuk diskon layanan vaksinasi di rumah,” tutur Fibriyani.
Kolaborasi Halodoc dan Tentang Anak ini bukan hanya soal edukasi, tapi juga perubahan perilaku masyarakat menghadapi penyakit musiman. Dengan teknologi digital dan pendekatan edukatif, keduanya berharap keluarga Indonesia lebih siap menghadapi lonjakan kasus common cold dan flu akhir tahun tanpa panik.
Bagi pengguna, Halodoc menyediakan layanan vaksinasi di rumah melalui aplikasi Tentang Anak, dengan diskon 20% (maksimal Rp200.000) menggunakan kode promo “VAXDIRUMAH” hingga akhir November 2025.***