20 December 2025, 08:46

Yen Terpuruk di Tengah Kenaikan Suku Bunga Bank Of Japan

BOJ menaikkan suku bunga ke 0,75% tertinggi sejak 1995. Yield JGB tembus 2%, tapi yen masih melemah. Ini sebabnya.

Reporter: Irfan Farhani
Editor: Redaksi Perspektif
1,712
Yen Terpuruk di Tengah Kenaikan Suku Bunga Bank Of Japan
157 per dolar AS (turun sekitar 0,85%). Mata uang Yen Terpuruk. Kenaikan suku bunga BOJ.

Perspektif.co.id - Bank sentral Jepang, Bank of Japan (BOJ), kembali mengetatkan kebijakan moneternya. Pada Jumat, 19 Desember 2025, BOJ menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 0,75% sesuai ekspektasi konsensus.

Kenaikan ini menjadi langkah pertama BOJ sejak Januari 2025 sekaligus membawa suku bunga Jepang ke level tertinggi sejak 1995. Dampaknya langsung terasa di pasar obligasi. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB) tenor 10 tahun dilaporkan melonjak hingga menembus 2%.

Namun, respons pasar valas justru berlawanan dengan logika kenaikan suku bunga. Yen masih melemah dan sempat bergerak di kisaran 157 per dolar AS (turun sekitar 0,85%). Ini mengisyaratkan keputusan BOJ sudah lebih dulu diantisipasi pelaku pasar, sehingga efek kejutan minim.

Dalam konferensi pers, Gubernur BOJ Kazuo Ueda tidak memberi sinyal tegas mengenai kapan kenaikan berikutnya akan dilakukan maupun seberapa besar langkahnya. Ueda menekankan keputusan ke depan akan sangat bergantung pada perkembangan ekonomi, inflasi, serta kondisi finansial Jepang.

Meski suku bunga kini sudah di 0,75%, Ueda juga menyinggung masih adanya jarak antara tingkat suku bunga saat ini dengan kisaran bawah estimasi suku bunga netral yakni level suku bunga yang tidak mendorong, tapi juga tidak menahan perekonomian. Artinya, ruang pengetatan lanjutan secara teori masih terbuka.

Di sisi lain, Ueda menilai momentum kenaikan upah menjadi faktor kunci. Jika kenaikan upah tetap solid dan meluas, maka peluang kenaikan suku bunga lanjutan bisa menguat, meski inflasi inti disebut berpotensi turun sementara di bawah target 2%.

Kebijakan BOJ ini juga mempertegas kontras dengan sejumlah bank sentral lain yang justru sudah masuk fase pelonggaran sepanjang 2025. Meski selisih suku bunga Jepang–Amerika Serikat mulai menyempit, kondisi itu dinilai belum cukup untuk membalikkan tren pelemahan yen yang masih berlanjut.

Bagi pasar, keputusan BOJ kali ini bukan cuma soal angka 0,75 persen tapi sinyal bahwa Jepang makin serius keluar dari era suku bunga ultra-rendah, meski yen belum langsung ikut menguat.***

Berita Terkait