25 December 2025, 14:41

Bukan Emas, Ini Logam Super Langka dengan Harga Tembus Rp 3 Juta per Gram

Logam tersebut dimanfaatkan dalam perhiasan kelas tinggi, peralatan medis, ujung pena mewah, hingga komponen elektronik presisi.

Reporter: Irfan Farhani
Editor: Redaksi Perspektif
3,014
Bukan Emas, Ini Logam Super Langka dengan Harga Tembus Rp 3 Juta per Gram
Logam mulia. Bukan hanya emas, logam mulia ini memiliki harga fantastis.

Perspektif.co.id - Kebanyakan dari kita mungkin menganggap emas sebagai logam paling mahal di dunia. Sejak lama, emas identik dengan kekayaan, investasi, dan perhiasan bernilai tinggi. Namun, di balik popularitas emas, ternyata ada logam lain yang harganya bisa lebih mahal, meski jarang dibicarakan. Salah satunya adalah iridium.

Dalam beberapa tahun terakhir, iridium mulai menarik perhatian karena nilainya yang tinggi dan perannya yang krusial di dunia industri. Logam ini kerap dibandingkan dengan emas, terutama dari sisi harga dan kelangkaan, meski pergerakan nilainya cenderung fluktuatif.

Nama iridium berasal dari kata Yunani Iris yang berarti pelangi, merujuk pada warna cerah senyawanya. Secara sifat, iridium termasuk logam yang sangat padat, memiliki titik leleh tinggi, dan hampir tidak bereaksi dengan udara maupun air. Bahkan, iridium dikenal sebagai unsur paling tahan korosi di tabel periodik.

Iridium pertama kali diidentifikasi pada awal abad ke-19 oleh ahli kimia Inggris Smithson Tennant. Unsur ini ditemukan saat proses pelarutan bijih platinum menggunakan aqua regia, campuran asam kuat yang mampu melarutkan hampir semua logam. Dari proses tersebut, tersisa residu yang kemudian diketahui mengandung iridium.

Di alam, iridium tergolong sangat langka. Logam ini hampir tidak pernah ditemukan dalam bentuk murni dan biasanya hanya muncul dalam jumlah kecil di bijih platinum. Wilayah penghasil iridium antara lain Afrika Selatan, Rusia, Alaska, Brasil, dan Myanmar. Karena kandungannya yang minim, proses ekstraksi iridium terbilang rumit dan mahal.

Dalam praktiknya, iridium jarang digunakan dalam bentuk murni. Logam ini biasanya dicampur dengan platinum untuk membentuk paduan, dengan kandungan iridium sekitar 5–10 persen. Paduan tersebut dimanfaatkan dalam perhiasan kelas tinggi, peralatan medis, ujung pena mewah, hingga komponen elektronik presisi.

Dari sisi harga, iridium tercatat memiliki nilai yang lebih tinggi dibanding emas. Pada April 2025, harga iridium menembus lebih dari Rp3 juta per gram. Sementara itu, harga emas berada di kisaran Rp1,9 hingga Rp2 jutaan per gram. Selisih ini menunjukkan betapa berharganya iridium di pasar global.

Tingginya harga iridium dipengaruhi oleh dua faktor utama: kelangkaan pasokan dan meningkatnya permintaan industri, terutama dari sektor teknologi. Berbeda dengan emas yang banyak diperdagangkan sebagai aset investasi, iridium lebih banyak diburu untuk kebutuhan industri strategis.

Meski demikian, iridium bukan logam investasi populer bagi masyarakat umum. Pasarnya sempit, aksesnya terbatas, dan harganya sangat bergantung pada permintaan industri. Namun, dari sisi nilai dan kelangkaan, iridium membuktikan bahwa logam paling mahal tidak selalu yang paling dikenal.***

Berita Terkait