08 December 2025, 12:43

Umrah di Tengah Banjir, Bupati Aceh Selatan Dipanggil Kemendagri dan Dicopot dari Jabatan Partai

Bupati Aceh Selatan Mirwan MS diperiksa Kemendagri usai berangkat umrah di tengah bencana. Gerindra mencopotnya dari Ketua DPC. Hal ini memicu perhatian publik.

Reporter: Irfan Farhani
Editor: Redaksi Perspektif
1,610
Umrah di Tengah Banjir, Bupati Aceh Selatan Dipanggil Kemendagri dan Dicopot dari Jabatan Partai
Bupati Aceh melaksanakan umroh ditengah bencana Banjir.

Perspektif.co.id - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Bupati Aceh Selatan Mirwan MS menyusul keputusannya berangkat umrah bersama keluarga di tengah bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayahnya.

“Diagendakan Bupati akan diperiksa besok (hari ini) kalau memang sudah tiba,” ujar Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Minggu (7/12).

Menurut informasi dari protokol Kabupaten Aceh Selatan, hingga Minggu sore Mirwan masih dalam perjalanan dari Arab Saudi dan belum tiba di Tanah Air.

Tim Inspektur Khusus Turun ke Aceh Selatan

Bima menjelaskan, sebelum pemeriksaan langsung terhadap Mirwan, Kemendagri telah lebih dulu meminta keterangan dari jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan.

“Tim inspektur khusus sudah turun dan meminta keterangan dari jajaran Pemkab,” jelasnya.

Meski belum merinci hasil pemeriksaan awal tersebut, Bima mengingatkan bahwa kasus ini harus menjadi pelajaran bagi seluruh kepala daerah, terutama di tengah ancaman bencana yang meningkat.

“Pak Mendagri sudah meminta semua kepala daerah untuk terus siaga mengantisipasi bencana,” tegasnya.

Pergi Umrah saat Wilayah Diterjang Bencana

Sebelumnya, Mirwan MS menuai sorotan publik setelah diketahui berangkat umrah bersama keluarganya ketika Aceh Selatan dilanda bencana.

Juru bicara Pemerintah Provinsi Aceh, Muhammad MTA, menyampaikan bahwa Mirwan memang mengajukan izin ke luar negeri. Namun, permohonan itu ditolak oleh Penjabat Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) karena situasi daerah sedang tidak kondusif.

Meski demikian, Mirwan tetap berangkat umrah. Keputusan ini memicu kritik keras, mengingat kepala daerah diharapkan berada di garda terdepan dalam penanganan bencana, koordinasi evakuasi, dan pemulihan kondisi warga.

Gerindra Copot Mirwan dari Ketua DPC

Partai Gerindra, tempat Mirwan bernaung secara politik, juga mengambil langkah tegas. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono menyatakan bahwa DPP Gerindra telah memberhentikan Mirwan dari jabatannya sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan.

“Tadi saya dilaporkan mengenai Bupati Aceh Selatan yang juga merupakan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Aceh Selatan. Sangat disayangkan sikap dan kepemimpinan yang bersangkutan,” kata Sugiono, Jumat (5/12/2025).

“Oleh karena itu DPP Gerindra memutuskan untuk memberhentikan yang bersangkutan sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan,” tegasnya.

Dengan keputusan tersebut, Mirwan masih berstatus Bupati Aceh Selatan, namun tidak lagi memegang posisi struktural di tingkat kepengurusan partai daerah.

Sorotan soal Etika Kepemimpinan di Tengah Bencana

Kasus ini menambah daftar sorotan publik terkait etika dan sensitivitas kepala daerah saat bencana. Di tengah duka dan kesulitan warga, absennya pemimpin di lapangan kerap dipandang sebagai bentuk abai terhadap tanggung jawab moral maupun politik.

Pemerintah pusat melalui Kemendagri kini menunggu kepulangan Mirwan untuk proses klarifikasi dan pemeriksaan lanjutan. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar rekomendasi sanksi administratif maupun langkah etik selanjutnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.***

Berita Terkait