08 May 2026, 14:57

Tragis! Letusan Gunung Dukono Tewaskan 3 Pendaki, Dua Warga Singapura Jadi Korban

Jumlah korban meninggal dunia akibat erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali bertambah.

Reporter: M. Ansori
Editor: Zainur Akbar
12
Tragis! Letusan Gunung Dukono Tewaskan 3 Pendaki, Dua Warga Singapura Jadi Korban
Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, meletus (dok. BNPB).

JAKARTA, Perspektif.co.id – Jumlah korban meninggal dunia akibat erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali bertambah. Hingga Jumat (8/5/2026), tercatat tiga orang meninggal dunia dalam insiden letusan gunung api tersebut.

Kapolres Halmahera Utara Erlichson Pasaribu membenarkan adanya penambahan korban jiwa akibat erupsi Gunung Dukono yang terjadi pada pagi hari.

“Iya, tiga meninggal dunia,” kata Erlichson Pasaribu saat dikonfirmasi, Jumat (8/5/2026).

Dari tiga korban tewas tersebut, dua di antaranya merupakan warga negara asing asal Singapura. Sementara satu korban lainnya adalah warga negara Indonesia yang diketahui berasal dari Jayapura.

“Yaitu dua warga Singapura dan satu warga lokal kelahiran Jayapura,” ujar Erlichson.

Meski demikian, pihak kepolisian hingga kini belum mengungkap identitas lengkap para korban meninggal dunia. Proses identifikasi dan pendataan masih dilakukan oleh petugas di lapangan.

Selain menewaskan tiga orang, letusan Gunung Dukono juga menyebabkan sedikitnya lima pendaki mengalami luka-luka. Para korban luka saat ini masih dalam proses pendataan dan penanganan oleh tim gabungan di lokasi bencana.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan petugas masih melakukan pendataan menyeluruh terhadap para pendaki yang terdampak erupsi.

“Erupsi Gunung Api Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, pada Jumat (8/5), menyebabkan sedikitnya lima orang pendaki mengalami luka-luka dan saat ini masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan,” kata Abdul Muhari.

Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) kini terus melakukan proses evakuasi terhadap pendaki dan warga yang berada di sekitar kawasan gunung.

Sementara itu, status Gunung Dukono hingga kini masih berada pada level waspada. Masyarakat dan wisatawan diimbau tidak mendekati area berbahaya di sekitar kawah gunung demi menghindari risiko erupsi susulan.

Berdasarkan laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi Gunung Dukono terjadi pada Jumat pagi sekitar pukul 07.41 WIT.

Dalam laporan resmi PVMBG disebutkan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 10 ribu meter di atas puncak gunung atau sekitar 11.087 meter di atas permukaan laut.

“Terjadi erupsi Gunung Dukono pada hari Jumat, 08 Mei 2026, pukul 07.41 WIT. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 10.000 meter di atas puncak,” tulis PVMBG dalam keterangannya.

Kolom abu vulkanik dilaporkan berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal. Erupsi juga disertai suara dentuman lemah hingga kuat yang terdengar dari sekitar kawasan gunung.

Gunung Dukono sendiri dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia dan hampir terus-menerus mengalami aktivitas vulkanik. Namun letusan kali ini disebut memiliki dampak lebih besar karena berada di area yang juga menjadi jalur aktivitas pendakian.

Berita Terkait