26 January 2026, 01:09

Longsor Cisarua Telan 25 Korban, 65 Masih Dicari—SAR 24 Jam Dikebut, Tanah Labil Jadi Tantangan

Bencana longsor di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
872
Longsor Cisarua Telan 25 Korban, 65 Masih Dicari—SAR 24 Jam Dikebut, Tanah Labil Jadi Tantangan
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban bencana tanah longsor yang ditemukan di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026).

Perspektif.co.id - Bencana longsor di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menimbun puluhan rumah dan memakan korban jiwa. Hingga pembaruan Minggu (25/1/2026) sore, posko Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat menerima 25 kantong jenazah, sementara 65 orang masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian.

Peristiwa longsor dilaporkan terjadi pada Sabtu (24/1) sekitar pukul 03.00 WIB, setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras disertai angin kencang selama dua hari. Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, menyebut titik pusat kejadian berada di RT 05/11. “Kejadiannya sekitar jam 03.00 pagi, pusatnya di RT 05/11. Memang sudah dua hari ini hujan terus,” kata Nur Awaludin saat ditemui. Ia menyampaikan, pendataan awal menunjukkan sekitar 30 rumah tertimbun material longsor, sementara jumlah korban masih terus dipastikan karena proses pendataan berjalan bertahap. 

Di tengah operasi evakuasi, beredar informasi soal 23 prajurit TNI yang disebut hilang. Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan pihaknya masih menelusuri kabar tersebut. “Saya belum bisa mendapatkan informasi terkait apakah ada anggota kami di antara 23 personel tersebut. Nanti akan saya konfirmasi kembali,” ujarnya. Mahmuddin menambahkan, pencarian beberapa kali terkendala cuaca ekstrem, namun operasi tetap dilanjutkan. “Kami akan terus melakukan pencarian karena kendala di lapangan masih cukup besar, terutama terkait cuaca,” kata dia. 

Pada fase awal pencarian, petugas evakuasi melaporkan temuan 11 jenazah di lokasi terdampak, sementara puluhan warga masih dicari. Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra menyebut, berdasarkan laporan yang diterima saat itu, “ada 11 yang ditemukan, 23 selamat, dan 79 masih dicari.” Ia mengatakan penyisiran dilanjutkan dengan mengoptimalkan pencarian ketika cuaca lebih mendukung. “Untuk tim kembali bergerak ke atas, pencarian dioptimalkan sejak pagi mengingat cuaca hari ini lumayan cerah,” ujarnya. 

Sejalan dengan bertambahnya korban yang dievakuasi, proses identifikasi berjalan di pos DVI. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan sebelumnya menyampaikan pos DVI menerima 16 kantong jenazah, dengan tujuh jenazah telah teridentifikasi dan sisanya masih dalam pemeriksaan. “Dari 16 kantong jenazah tersebut, sebanyak 7 jenazah telah berhasil diidentifikasi, sementara 9 lainnya masih dalam proses identifikasi,” kata Hendra. Polda Jabar menegaskan identifikasi melibatkan tenaga medis dan forensik dengan dukungan teknologi untuk memastikan akurasi dan aspek kemanusiaan penanganan korban.

Pemerintah pusat juga turun meninjau lokasi. Wapres Gibran Rakabuming Raka didampingi Menko PMK Pratikno, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, serta Kepala BNPB Letjen TNI Suhartanto mengecek penanganan longsor. Pratikno menegaskan fokus utama adalah penyelamatan jiwa dan operasi pencarian dilakukan tanpa henti. “Saat ini, prioritas utama adalah penyelamatan jiwa. Oleh karena itu, operasi SAR dilakukan 24 jam, non-stop,” kata Pratikno, seraya menekankan masih banyak warga yang dalam pencarian. 

Di lapangan, alat berat telah dikerahkan, namun kondisi tanah yang belum stabil membuat operasi harus ekstra hati-hati. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebut faktor kelabilan tanah menjadi hambatan besar bagi tim SAR gabungan. “Pengerahan alat berat juga telah dilakukan, namun kondisi tanah yang masih labil menjadi tantangan bagi tim SAR gabungan dalam melakukan operasi pencarian,” ujarnya.

Di sisi lain, Kementerian Sosial menyiapkan dukungan logistik untuk kebutuhan pengungsian, termasuk dapur umum, serta santunan bagi korban meninggal dan bantuan untuk kerusakan rumah. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, “Setiap ada bencana, Kementerian Sosial bekerja sama dengan BNPB dan juga pemerintah daerah memberikan dukungan logistik untuk keperluan di pengungsian maupun juga pembuatan dapur umum.” Ia menambahkan pemerintah juga menyiapkan santunan dan dukungan lanjutan, termasuk perbaikan rumah yang rusak. 

Pada pembaruan terbaru Minggu sore, Hendra menyebut jumlah kantong jenazah yang tiba di posko bertambah menjadi 25. “Kita sinkronisasi data dengan hasil tim yang ada di lokasi kejadian, sampai jam 17.00 ini kantong jenazah yang dikirim ke posko ada 25 kantong,” kata Hendra. Data keseluruhan menyebut 113 jiwa terdampak, 23 orang selamat, sehingga 65 orang masih belum ditemukan sejak kejadian Sabtu dini hari.

Berita Terkait