10 May 2026, 13:20

Tragis! Dua Pendaki Singapura Diduga Tertimbun Pasir Vulkanik Gunung Dukono

Upaya pencarian dua warga negara Singapura yang hilang setelah erupsi Gunung Dukono masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Reporter: M. Ansori
Editor: Zainur Akbar
8
Tragis! Dua Pendaki Singapura Diduga Tertimbun Pasir Vulkanik Gunung Dukono
Foto: Kolom abu berwarna putih kelabu kehitaman dari erupsi gunung api Dukono pada Sabtu (9/5/2026) / Doc: istimewa

HALMAHERA UTARA, Perspektif.co.id  – Upaya pencarian dua warga negara Singapura yang hilang setelah erupsi Gunung Dukono masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Kedua pendaki asing tersebut diduga tertimbun material pasir vulkanik usai letusan besar yang terjadi pada Jumat (8/5/2026).

Dua pendaki yang hingga kini belum ditemukan diketahui bernama Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27). Keduanya merupakan bagian dari rombongan pendaki yang terjebak saat aktivitas vulkanik Gunung Dukono meningkat drastis.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan tim SAR gabungan sebelumnya menemukan satu pendaki warga negara Indonesia bernama Enjel dalam kondisi meninggal dunia di area pendakian.

Tak jauh dari lokasi penemuan korban, petugas juga menemukan dua titik timbunan pasir vulkanik yang diduga berkaitan dengan keberadaan dua pendaki asal Singapura yang masih hilang.

“Usai menemukan korban pertama, tim SAR gabungan juga mendapati dua titik timbunan material pasir dalam radius sekitar tiga meter dari lokasi penemuan korban. Dua titik tersebut diduga kuat berkaitan dengan dua korban lain yang masih dalam pencarian,” ujar Abdul Muhari.

Menurut BNPB, proses evakuasi dan pencarian berjalan penuh risiko karena aktivitas vulkanik Gunung Dukono hingga kini masih cukup tinggi. Selain ancaman erupsi susulan, kondisi cuaca di lokasi juga memperumit proses penyisiran.

Tim SAR disebut masih memprioritaskan proses evakuasi jasad korban yang telah ditemukan sembari tetap melanjutkan pencarian terhadap dua pendaki yang belum diketahui nasibnya.

“Selain kondisi cuaca yang mulai gelap menjelang sore, aktivitas vulkanik Gunung Dukono juga masih terpantau tinggi,” tambah Abdul Muhari.

Sebelumnya, puluhan pendaki dilaporkan terjebak saat Gunung Dukono mengalami erupsi besar pada Jumat pagi. Material vulkanik berupa pasir dan abu panas menutupi sejumlah area pendakian sehingga membuat proses pencarian berjalan lambat dan berbahaya.

Material pasir vulkanik dengan ketebalan berbeda-beda dilaporkan menutupi jalur pencarian dan menghambat pergerakan tim penyelamat di lapangan.

Meski menghadapi kondisi berat, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 17 pendaki dalam keadaan selamat. Dari jumlah tersebut, tujuh orang merupakan warga negara asing, sementara 10 lainnya warga negara Indonesia.

Peristiwa ini juga memunculkan sorotan terkait aktivitas pendakian di Gunung Dukono. Pasalnya, kawasan gunung api tersebut sebenarnya telah ditutup untuk aktivitas pendakian sejak April 2026 menyusul peningkatan aktivitas vulkanik.

Penutupan dilakukan setelah otoritas vulkanologi mendeteksi peningkatan intensitas erupsi dan aktivitas kegempaan di kawasan gunung tersebut.

Berita Terkait