04 January 2026, 15:12

Tragedi di Sungai Motoduto Gorontalo: Ayah Ditemukan Tewas, Dua Anak Masih Hilang Terseret Arus

Tim SAR gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian terhadap satu keluarga yang dilaporkan terseret arus Sungai Motoduto di Kabupaten Gorontalo

Reporter: M. Ansori
Editor: Zainur Akbar
1,306
Tragedi di Sungai Motoduto Gorontalo: Ayah Ditemukan Tewas, Dua Anak Masih Hilang Terseret Arus
Ilustrasi. Satu keluarga terseret arus sungai di Gorontalo. (iStockphoto/piranka)

GORONTALO, Perspektif.co.id - Tim SAR gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian terhadap satu keluarga yang dilaporkan terseret arus Sungai Motoduto di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Dalam peristiwa itu, satu korban yang merupakan sang ayah telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara dua korban lainnya yang merupakan anaknya hingga kini masih dinyatakan hilang.

Korban dalam kejadian tersebut diketahui merupakan Yasin Isini (45) bersama dua anaknya, yakni Sumitra Isini (26) dan Akbar Diangi (9). Informasi pencarian dan perkembangan penanganan disampaikan oleh Basarnas Gorontalo setelah menerima laporan adanya satu keluarga yang hilang terbawa arus.

“Iya benar, informasinya satu keluarga, baru menemukan satu orang dan dua orang belum ditemukan,” kata Kepala Basarnas Gorontalo, Heriyanto, dalam keterangannya pada Minggu (4/1).

Heriyanto menjelaskan, peristiwa bermula saat para korban hendak pulang usai beraktivitas dari kebun. Dalam perjalanan pulang, ketiganya mencoba menyeberangi Sungai Motoduto yang saat itu mengalir deras. Namun upaya menyeberang berujung petaka karena arus kuat menyeret para korban.

Kejadian tersebut dilaporkan terjadi pada Sabtu (3/1) sekitar pukul 15.45 WITA. Menurut Heriyanto, ketiganya langsung terseret begitu memasuki aliran sungai yang deras saat menyeberang.

“Mereka menyeberangi sungai saat pulang dari perkebunan yang mengalir deras, lalu korban terbawa sehingga terseret arus,” ungkapnya.

Setelah laporan diterima, tim SAR gabungan segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pencarian. Dalam proses awal, tim bersama keluarga dan warga setempat juga melakukan upaya pencarian pada malam hari. Namun, dua korban yang hilang belum berhasil ditemukan sehingga operasi dilanjutkan kembali pada pagi hari berikutnya.

“Upaya pencarian malam hari dilakukan bersama keluarga dan warga setempat. Namun, korban belum ditemukan, tapi pencarian dilanjutkan kembali pagi tadi,” jelas Heriyanto.

Pencarian dilakukan dengan pola penyisiran menyusuri aliran Sungai Motoduto hingga ke arah muara. Tim menggunakan perahu karet untuk memperluas jangkauan pencarian, sekaligus melakukan pemeriksaan di titik-titik yang dianggap rawan menjadi lokasi korban tersangkut atau terbawa arus lebih jauh.

“Proses pencarian korban masih terus dilakukan dengan menyisir sungai hingga ke muara menggunakan perahu karet,” kata Heriyanto. Ia menambahkan, personel juga melakukan penyisiran darat di sekitar bantaran sungai.

“Tim SAR juga melakukan penyisiran di sepanjang jalan di sekitar Sungai Motoduto,” pungkasnya.

Berita Terkait