23 January 2026, 11:41

Hari ke-7 Operasi SAR ‘Sapu Bersih’, 10 Korban Pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung Ditemukan Semua

Tim SAR gabungan memastikan seluruh jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 registrasi PK-THT yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung

Reporter: M. Ansori
Editor: Zainur Akbar
1,196
Hari ke-7 Operasi SAR ‘Sapu Bersih’, 10 Korban Pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung Ditemukan Semua
Evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Pangkep beberapa hari lalu. (ANTARA FOTO/ARNAS PADDA)

Perspektif.co.id - Tim SAR gabungan memastikan seluruh jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 registrasi PK-THT yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, telah ditemukan. Kepastian itu disampaikan pada hari ketujuh operasi pencarian dan evakuasi, Jumat (23/1/2026), setelah korban terakhir berhasil dilacak di medan jurang yang menyulitkan pergerakan tim. 

Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Dody Priyo Hadi mengatakan dua temuan terakhir dilaporkan pada pagi hari. “Paket jenazah kesembilan lebih dahulu ditemukan … pada pukul 08.33 WITA,” ujar Dody, merujuk laporan dari tim tombak di lapangan yang kemudian diteruskan ke posko utama SAR gabungan. 

Di kesempatan yang sama, Dody menyebut operasi hari ketujuh dijalankan dengan sandi “sapu bersih” untuk memastikan seluruh target pencarian tercapai. “Alhamdulillah hari ketujuh kita bisa temukan seluruhnya, baik benda penting yang di pesawat maupun seluruh korban… Dengan sandi hari ini kita gunakan ‘sapu bersih’,” kata Dody dalam pernyataan yang juga disampaikan di posko operasi. 

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar Andi Sultan turut mengonfirmasi penemuan korban terakhir. Dengan suara bergetar menahan haru, ia menyampaikan proses evakuasi masih berlangsung setelah “paket 10” ditemukan. “Pada pukul 09.16 Wita, alhamdulillah korban ditemukan, paket 10 sudah ditemukan dan saat ini sementara proses evakuasi,” ucap Andi Sultan didampingi unsur TNI dan tim SAR gabungan. 

Meski seluruh korban sudah ditemukan, otoritas menegaskan pekerjaan lapangan belum selesai karena proses pengangkatan dan pemindahan kantong jenazah dari titik temuan ke lokasi penjemputan udara memerlukan teknik khusus. Medan terjal, jurang dalam, serta cuaca yang cepat berubah menjadi tantangan utama sepanjang operasi. Pada hari sebelumnya, tim SAR melaporkan sebagian paket berada di jurang dan terpisah satu sama lain, sehingga penarikan dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan keselamatan personel. 

Pesawat ATR 42-500 itu dioperasikan Indonesia Air Transport (IAT) dan dicarter untuk misi pemantauan udara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Reuters melaporkan, di dalam pesawat terdapat 10 orang yang terdiri dari tujuh awak dan tiga penumpang yang merupakan staf kementerian. Pesawat hilang kontak dengan pengendali lalu lintas udara pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 13.30 waktu setempat saat berada di sekitar wilayah Maros, Sulawesi Selatan, ketika terbang dari Yogyakarta menuju Makassar. 

Wreckage pesawat kemudian ditemukan di berbagai titik di sekitar Gunung Bulusaraung. Sejak hari-hari awal, operasi SAR menggabungkan upaya darat dan udara untuk memperluas jangkauan pengamatan, termasuk dukungan helikopter pada kondisi cuaca yang memungkinkan. Namun kabut, hujan, dan terbatasnya jarak pandang membuat beberapa rencana penerbangan dukungan harus menyesuaikan situasi lapangan. 

Seiring temuan korban bertambah, proses identifikasi dilakukan melalui tim Disaster Victim Identification (DVI). Sejumlah korban sudah dapat dipastikan identitasnya lebih awal. Dua di antaranya adalah pramugari Florencia Lolita Wibisono dan pegawai KKP Deden Maulana yang diinformasikan telah teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga, sementara korban lainnya menyusul sesuai hasil pemeriksaan DVI. 

Di sisi investigasi, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) disebut tengah menelusuri penyebab kecelakaan, termasuk dengan menganalisis data dari kotak hitam yang telah ditemukan. Proses ini diharapkan memberi gambaran runtutan kejadian sebelum pesawat menghantam medan di kawasan pegunungan.

Berita Terkait