10 December 2025, 05:54

Teh dan Kopi Indonesia Dilirik Importir Maroko, Peluang Ekspor Kian Terbuka

Bank Indonesia bersama KBRI mempromosikan kopi dan teh Indonesia di Marrakech Coffee & Tea Festival 2025 untuk memperluas pasar ekspor ke Afrika Utara dan Timur

Reporter: Irfan Farhani
Editor: Redaksi Perspektif
2,313
Teh dan Kopi Indonesia Dilirik Importir Maroko, Peluang Ekspor Kian Terbuka
Tanaman Kopi.

Perspektif.co.id - Bank Indonesia (BI) bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Rabat memperkuat strategi diplomasi ekonomi dengan membawa kopi dan teh Indonesia tampil di ajang The Marrakech Coffee & Tea Festival 2025 yang digelar pada 6–8 Desember 2025 di Marrakech Expo Park, Maroko. 

Langkah ini ditempuh untuk memperluas penetrasi pasar ekspor, khususnya ke kawasan Afrika Utara dan Timur Tengah.

Keikutsertaan Indonesia dalam festival tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong ekspor bernilai tambah sekaligus memperluas jejaring kemitraan dagang internasional, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor pangan dan minuman.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan bahwa kopi Indonesia memiliki keunikan yang tidak hanya terletak pada rasa, tetapi juga pada nilai sosial di balik proses produksinya.

“Di setiap cangkir kopi Indonesia, tersimpan cerita tentang petani, perempuan penyortir, pelaku UMKM, hingga barista. Di situlah letak kekuatan rasa yang sebenarnya,” ujar Destry dalam talkshow bertajuk Diversity in a Cup: The Secret Taste of Indonesian Coffee, Minggu (8/12).

Destry mengungkapkan, pada 2024 Indonesia menempati posisi sebagai produsen kopi terbesar keempat dunia dengan nilai ekspor mencapai USD 1,6 miliar, seiring meningkatnya permintaan kopi Arabika spesialti di pasar global. 

Negara tujuan utama ekspor kopi Indonesia saat ini meliputi Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika Utara.

Sementara itu, kinerja ekspor teh juga menunjukkan tren positif. Nilai ekspor teh Indonesia tercatat mencapai USD 52,8 juta, dengan pasar Afrika mulai menjadi tujuan baru yang potensial.

Ketertarikan pelaku industri Maroko terhadap kopi Indonesia turut menguat. Presiden National Federation of Coffee Industrialists and Distributors Maroko, Amina Alaoui, menyatakan minatnya untuk memperkenalkan kopi Indonesia lebih luas kepada pasar domestik Maroko.

Dalam festival tersebut, BI memfasilitasi partisipasi 7 UMKM kopi dan 2 UMKM teh dari berbagai daerah di Indonesia. Produk-produk tersebut menarik perhatian pengunjung karena dinilai memiliki karakter rasa yang kaya dan kualitas tinggi. Selain Indonesia, negara produsen lain seperti Peru, Uganda, dan Rwanda juga ambil bagian dalam pameran tersebut.

Sepanjang 2025, rangkaian promosi ekspor kopi dan teh yang digelar melalui berbagai pameran internasional seperti Karya Kreatif Indonesia, Foodex Jepang, FHA Singapura, Seoul Food Expo, World of Coffee Jakarta, Singapore Coffee Week, hingga Trade Expo Indonesia telah membukukan komitmen pembelian senilai Rp309 miliar.

Upaya ini menegaskan peran Bank Indonesia dalam memperkuat ekosistem ekspor nasional serta mendorong UMKM agar mampu bersaing di pasar global melalui diplomasi ekonomi berbasis produk unggulan.***

Berita Terkait