15 December 2025, 12:34

BI Catat ULN Indonesia Menyusut, Begini Posisi Utang Pemerintah dan Swasta

Utang luar negeri Indonesia turun pada Oktober 2025. Bank Indonesia memastikan struktur ULN tetap sehat di tengah tekanan global dan ketidakpastian pasar.

Reporter: Irfan Farhani
Editor: Redaksi Perspektif
1,907
BI Catat ULN Indonesia Menyusut, Begini Posisi Utang Pemerintah dan Swasta
Bank Indonesia mencatat rasio ULN 29 persen. Source: BI

Perspektif.co.id - Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia tercatat mengalami penurunan pada Oktober 2025. Bank Indonesia (BI) mencatat ULN Indonesia berada di level US$423,9 miliar, turun dibandingkan September 2025 yang mencapai US$425,6 miliar.

Secara tahunan, ULN Indonesia masih tumbuh 0,3 persen (year on year/yoy), terutama dipengaruhi oleh peningkatan ULN sektor publik. Meski demikian, BI memastikan struktur utang luar negeri Indonesia tetap terjaga dan dikelola secara hati-hati di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

ULN pemerintah pada Oktober 2025 tercatat sebesar US$210,5 miliar, atau tumbuh 4,7 persen (yoy). Pertumbuhan ini didorong oleh aliran masuk modal asing ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) internasional, seiring terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian nasional.

Bank Indonesia menegaskan, utang pemerintah dikelola secara terukur dan akuntabel sebagai bagian dari pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemanfaatannya diarahkan untuk mendukung program prioritas yang berorientasi pada penguatan dan keberlanjutan ekonomi.

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN pemerintah digunakan antara lain untuk jasa kesehatan dan kegiatan sosial (22,2 persen), administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (19,6 persen), pendidikan (16,4 persen), konstruksi (11,7 persen), serta transportasi dan pergudangan (8,6 persen). Hampir seluruh ULN pemerintah didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa 99,99 persen.

Sementara itu, ULN swasta juga tercatat menurun. Posisi ULN swasta pada Oktober 2025 sebesar US$190,7 miliar, lebih rendah dibandingkan September 2025 yang mencapai US$192,5 miliar. Secara tahunan, ULN swasta mengalami kontraksi 1,9 persen (yoy).

Penurunan tersebut terjadi pada kelompok lembaga keuangan maupun perusahaan nonkeuangan, masing-masing mencatat kontraksi 4,7 persen (yoy) dan 1,2 persen (yoy). Sektor utama penyumbang ULN swasta berasal dari industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian, dengan pangsa mencapai 80,9 persen.

Bank Indonesia mencatat rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berada di level 29,3 persen pada Oktober 2025. Selain itu, struktur ULN Indonesia tetap sehat dengan dominasi utang jangka panjang sebesar 86,2 persen dari total ULN.

Ke depan, BI bersama pemerintah akan terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan utang luar negeri. ULN diharapkan tetap menjadi instrumen pembiayaan pembangunan yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan, tanpa mengganggu stabilitas makroekonomi.***

Berita Terkait