TANGERANG, Perspektif.co.id - Sirene peringatan di Bendung Air 10 Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Banten, berbunyi pada Jumat (23/1/2026) setelah tinggi muka air sungai meningkat akibat hujan. Pembunyian sirene itu menandakan kondisi Sungai Cisadane berada pada status Siaga III dan warga, terutama yang tinggal di bantaran sungai, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir.
Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaeni membenarkan pembunyian sirene tersebut. Ia menjelaskan, alarm dinyalakan karena kondisi di hilir sudah memasuki level kewaspadaan lebih tinggi. “Iya benar dibunyikan karena di bawah itu sudah siaga satu,” kata Taufik, Jumat (23/1/2026).
Taufik menyatakan, Sungai Cisadane saat ini masih berstatus Siaga III. Pemerintah daerah telah menyiagakan petugas untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan debit air berikutnya, seiring cuaca yang masih dipengaruhi curah hujan tinggi.
Senada, Kepala BPBD Kota Tangerang Mahdiar menyebut sirene dibunyikan sebagai langkah peringatan dini agar masyarakat segera meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di titik-titik rawan banjir. “Sirene dibunyikan karena ketinggian air di Sungai Cisadane sudah tinggi. Petugas kami siagakan untuk pemantauan dan antisipasi di wilayah rawan,” ujar Mahdiar.
Di saat bersamaan, video bunyi sirene di Bendung Air 10 Cisadane juga ramai beredar di media sosial dan grup WhatsApp warga. Ragam komentar bermunculan—mulai dari doa agar air segera surut hingga imbauan agar warga lebih cepat bersiap evakuasi bila debit kembali naik.
Mahdiar mengatakan, BPBD mencatat sejumlah titik banjir dan genangan di beberapa kecamatan di Kota Tangerang, antara lain Cibodas, Periuk, Jatiuwung, Karang Tengah, dan Benda. Ketinggian air di beberapa lokasi dilaporkan berkisar 30 sentimeter hingga 80 sentimeter, sehingga mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas.
Untuk penanganan, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Dinas PUPR, Dinas Sosial, serta aparatur wilayah telah diterjunkan. Upaya dilakukan melalui penanganan genangan, pengaturan pintu air, serta pemantauan debit sungai di titik-titik krusial. Hingga laporan ini disusun, belum ada informasi korban jiwa, namun petugas tetap disiagakan untuk mengantisipasi banjir susulan, khususnya bila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
BPBD Kota Tangerang juga mengimbau warga untuk tetap waspada, mengikuti informasi resmi pemerintah, serta segera melapor apabila kondisi darurat atau banjir terjadi di lingkungan masing-masing.