TANGERANG, Perspektif.co.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten, mengimbau warga untuk aktif memantau perkembangan ketinggian muka air sungai sebagai langkah antisipasi banjir yang berpotensi terjadi sepanjang bulan Ramadan. Imbauan itu disampaikan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) seiring hujan yang belakangan kerap turun pada malam hari dengan durasi panjang dan berisiko memicu kenaikan debit sungai.
“Kita sudah tetapkan status Awas terkait adanya kemungkinan peningkatan ketinggian muka air. Kami harap warga untuk selalu waspada adanya potensi banjir yang kemungkinan bisa terjadi,” kata Kepala PUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaeni di Tangerang, Minggu.
Menurut Taufik, pola hujan malam yang terjadi berulang dengan intensitas cukup lama membuat kondisi sungai perlu terus dipantau karena dapat berubah cepat. Ia menuturkan, pada awal Ramadan sempat terjadi sejumlah luapan yang berujung genangan di permukiman. Karena itu, warga diminta memperhatikan perkembangan terkini agar dapat menyiapkan langkah pencegahan sejak dini, terutama bagi yang tinggal di sekitar aliran sungai dan titik rawan.
Sejumlah kawasan dilaporkan mengalami peningkatan ketinggian muka air. Wilayah yang dipantau antara lain kawasan Regency Jembatan Alamanda, Periuk, yang terdampak dari aliran Kali Ledug. Selain itu, Taman Cibodas, Periuk, terpantau mengalami kenaikan dari Kali Sabi. Titik lain yang turut menjadi perhatian adalah Perumahan Puri Kartika Baru, Ciledug, yang dipengaruhi kondisi Kali Wetan. Pemkot menilai pemantauan ketat diperlukan untuk meredam risiko luapan meluas, terutama ketika hujan turun terus-menerus dalam kurun waktu panjang.
Sebagai langkah penanganan, Pemkot Tangerang memastikan seluruh unit rumah pompa di wilayah diaktifkan. Pemerintah juga menyiagakan pompa portabel untuk respon darurat jika diperlukan di lapangan, termasuk saat terjadi genangan mendadak yang membutuhkan penyedotan cepat. Taufik menyebut petugas juga disiagakan untuk melakukan langkah tanggap apabila ada luapan atau peningkatan debit yang memerlukan penanganan segera.
“Kami memastikan petugas juga siaga ketika terjadi adanya luapan. Kami terus memantau setiap perkembangan yang ada,” ujarnya.
Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang juga mengingatkan warga untuk bersiap menghadapi potensi banjir dalam beberapa waktu ke depan. Kepala BPBD Kota Tangerang Mahdiar menyatakan pihaknya telah mengeluarkan imbauan siaga bencana banjir selama tiga bulan, terhitung mulai Desember 2025 hingga Februari 2026. Langkah itu diambil berdasarkan masukan dari BMKG mengenai adanya peluang hujan ekstrem yang bisa meningkatkan risiko kejadian banjir di wilayah perkotaan.
Mahdiar menambahkan, perubahan cuaca bukan hanya berdampak pada kondisi lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan. Karena itu, masyarakat diimbau menjaga pola hidup bersih dan sehat, mengingat kondisi cuaca dapat berubah berulang dalam satu hari. Kewaspadaan, menurut dia, perlu diperkuat agar warga tidak hanya siap menghadapi genangan, tetapi juga mampu menjaga ketahanan kesehatan keluarga selama cuaca tidak menentu.