14 April 2026, 05:35

Xiaomi SU7 Generasi Baru Resmi Meluncur, Jarak Tempuh 902 Km dan LiDAR Standar di Semua Varian

Xiaomi SU7 generasi baru resmi meluncur 19 Maret 2026 mulai Rp485 juta, hadirkan jangkauan 902 km, LiDAR standar semua varian, dan 700 TOPS komputasi otonom.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
44
Xiaomi SU7 Generasi Baru Resmi Meluncur, Jarak Tempuh 902 Km dan LiDAR Standar di Semua Varian
Xiaomi SU7 generasi baru 2026 hadir dalam sembilan pilihan warna eksterior, mulai Coastal Blue hingga Blazing Red, resmi diluncurkan 19 Maret 2026. (Foto: Xiaomi Auto)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Xiaomi Auto secara resmi meluncurkan generasi terbaru sedan listrik unggulannya, SU7, pada 19 Maret 2026 dalam sebuah acara peluncuran berprof tinggi di China — menghadirkan lebih dari 100 pembaruan hardware dan software yang memposisikan kendaraan ini sebagai ancaman langsung bagi Tesla Model 3 di pasar kendaraan listrik terbesar dunia. Lini produk generasi baru ini terdiri dari tiga varian, yakni Standard, Pro, dan Max, yang masing-masing dibanderol dengan harga RMB 219.900, RMB 249.900, dan RMB 303.900  — atau setara dengan sekitar Rp 485 juta, Rp 551 juta, dan Rp 671 juta berdasarkan kurs tengah saat ini.

Sesaat setelah acara peluncuran berakhir, Lei Jun, pendiri sekaligus CEO Xiaomi, mengumumkan melalui Weibo bahwa SU7 baru berhasil membukukan lebih dari 15.000 pesanan terkonfirmasi hanya dalam 34 menit pertama. Pencapaian ini mencerminkan antusiasme pasar yang luar biasa terhadap sebuah produk yang oleh banyak analis industri disebut sebagai iterasi paling ambisius yang pernah dilakukan Xiaomi sejak memasuki industri otomotif dua tahun lalu.

Pembaruan paling mencolok pada platform ini adalah standarisasi LiDAR di seluruh varian — sebuah langkah agresif mengingat model sebelumnya hanya menyertakan LiDAR pada trim teratas. Generasi baru ini juga dilengkapi radar gelombang milimeter 4D serta platform komputasi terpadu yang menghadirkan kemampuan pemrosesan 700 TOPS, meningkat signifikan dari maksimal 508 TOPS pada model terdahulu.

Sistem komputasi yang digunakan adalah NVIDIA DRIVE AGX Thor, dan seluruh varian kini secara standar dilengkapi dengan sistem mengemudi otomatis Xiaomi HAD (Highly Automated Driving), yang memproses data dari 11 kamera definisi tinggi, LiDAR, radar gelombang milimeter 4D, serta 12 radar ultrasonik. Langkah ini dinilai Electrek sebagai salah satu keputusan paling berani Xiaomi: menjadikan hardware bantuan mengemudi tingkat lanjut sebagai fitur standar bahkan di model entry-level senilai Rp 485 juta — sesuatu yang oleh hampir semua produsen otomotif lain dijual sebagai paket premium berbayar.

Dari sisi tenaga, seluruh varian kini menggunakan motor V6s Plus yang baru. Pada varian Standard dan Pro bergerak-roda-belakang, tenaga meningkat dari 220 kW menjadi 235 kW, sementara SU7 Max kini menghasilkan 507 kW atau setara 690 hp. Varian Max mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam 3,08 detik dengan kecepatan puncak 265 km/jam, sementara konsumsi energi bisa seefisien 11,7 kWh per 100 km. Pilihan baterai mencakup paket LFP 73 kWh dan 96,3 kWh, serta baterai lithium ternary 101,7 kWh. Angka jangkauan CLTC tercatat 720 km untuk varian Standard, 902 km untuk Pro, dan 835 km untuk Max. Untuk pengisian daya, varian Max mendukung pengisian ultra-cepat 5,2C, memungkinkan pengisian dari 10% hingga 80% dalam waktu sekitar 12 menit, atau menambah jangkauan 670 km hanya dalam 15 menit.

“Setelah lebih dari dua tahun penyempurnaan, generasi baru SU7 menghadirkan peningkatan besar dalam aspek keselamatan, pengendalian, fitur cerdas, dan nuansa kemewahan,” kata Lei Jun dalam pengumuman resminya. “Kami kini sepenuhnya fokus pada persiapan produksi dan akan memulai pengiriman massal segera setelah peluncuran.”

Xiaomi juga menangani langsung kekhawatiran soal keselamatan yang sempat muncul setelah beberapa insiden yang melibatkan model pertama SU7. Struktur bodi kini menggunakan baja ultra-kuat berkekuatan 2.200 MPa di area-area kritis, naik dari 2.000 MPa pada model sebelumnya, sementara jumlah kantong udara bertambah dari 7 menjadi 9 di seluruh varian, dengan penambahan airbag sisi penumpang belakang. Sistem kunci pintu kini memanfaatkan tiga sumber daya independen: baterai utama melalui konverter DC-DC, baterai tegangan rendah 12V, serta unit cadangan khusus yang ditempatkan di bawah kursi baris kedua — posisi yang secara statistik lebih aman dari kerusakan dalam kecelakaan parah.

Xiaomi telah menerapkan pendekatan pengembangan produk layaknya elektronik konsumen, dengan siklus iterasi dua tahunan yang membawa lebih dari 100 pembaruan hardware dan software sekaligus — sebuah strategi yang berbeda tajam dari siklus facelift empat hingga lima tahun yang lazim di industri otomotif konvensional. Per pertengahan Maret 2026, unit display generasi baru SU7 telah tersedia di 492 gerai Xiaomi di 143 kota di seluruh China.

Xiaomi mengakhiri produksi SU7 generasi pertama pada Februari 2026 untuk mempersiapkan transisi ke model baru, yang menyebabkan penurunan pengiriman sebesar 47,66% pada bulan tersebut. Meski demikian, total pengiriman kumulatif model pertama telah melampaui 381.000 unit sejak diluncurkan. Xiaomi menargetkan pengiriman 550.000 unit kendaraan listrik sepanjang 2026, dan SU7 generasi baru ini menjadi andalan utama untuk mencapai angka tersebut.

Dibandingkan dengan harga awal Tesla Model 3 di China yang dipatok 235.500 yuan, SU7 Standard masih lebih murah 15.600 yuan meski sudah menyertakan LiDAR dan sistem bantuan mengemudi tingkat lanjut sebagai fitur standar. Dengan kombinasi harga kompetitif, spesifikasi premium yang didemokratisasikan ke seluruh lini produk, serta rekam jejak penjualan yang solid, generasi baru Xiaomi SU7 tampil bukan sekadar pembaruan — melainkan pernyataan strategis bahwa Xiaomi telah serius memasuki arena persaingan global kendaraan listrik premium.

Berita Terkait