14 May 2026, 17:25

Saham Nokia Tembus Rekor 16 Tahun, Didorong Kemitraan AI dengan Nvidia dan Lonjakan Order Rp1,9 Triliun

Saham Nokia meroket 10% ke level tertinggi 16 tahun didorong kemitraan AI-RAN dengan Nvidia, order cloud Rp17,4 T, dan ekspansi AI di Indonesia.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
4
Saham Nokia Tembus Rekor 16 Tahun, Didorong Kemitraan AI dengan Nvidia dan Lonjakan Order Rp1,9 Triliun
Nokia mencerminkan transformasi perusahaan dari vendor telekomunikasi konvensional menjadi pemain infrastruktur AI-RAN global usai kemitraan strategis dengan Nvidia senilai Rp16 triliun. (Foto: Nokia)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Saham Nokia (NYSE: NOK) melonjak hingga 10,52% pada 13 Mei 2026 dan menyentuh level tertinggi dalam 16 tahun terakhir , menegaskan transformasi dramatis perusahaan telekomunikasi asal Finlandia itu dari produsen perangkat jaringan konvensional menjadi pemain infrastruktur AI kelas dunia. Reli ini mencerminkan kepercayaan investor yang semakin kuat terhadap strategi Nokia yang kini bertumpu pada ekosistem kecerdasan buatan.

Sepanjang kuartal pertama 2026, Nokia membukukan lompatan laba operasional sebesar 54% menjadi 281 juta euro (sekitar Rp4,9 triliun), jauh melampaui ekspektasi analis sebesar 250 juta euro. Total penjualan bersih mencapai 4,5 miliar euro (Rp78,3 triliun), dengan segmen network infrastructure tumbuh 12% secara tahunan. Pertumbuhan paling agresif datang dari permintaan hyperscaler global yang terus memompa belanja ke pusat data AI, khususnya di kawasan Amerika.

Nokia berhasil membukukan order senilai 1 miliar euro (sekitar Rp17,4 triliun) dari pelanggan AI dan cloud dalam satu kuartal, sementara penjualan bersih dari segmen ini melonjak 49% secara year-on-year. Perusahaan pun merevisi naik proyeksi pertumbuhan pasar AI dan cloud dari 16% menjadi 27% CAGR hingga 2028.

Katalis utama di balik reli besar ini adalah kemitraan strategis Nokia dengan Nvidia. Oktober lalu, Nvidia menyuntikkan investasi senilai 1 miliar dolar AS (sekitar Rp16,3 triliun) ke Nokia dengan membeli saham baru seharga 6,01 dolar per lembar. Kolaborasi ini berfokus pada pengembangan AI-RAN, yakni jaringan akses radio berbasis AI yang dirancang untuk mengoptimalkan efisiensi spektrum, mengurangi konsumsi energi, dan mengotomatisasi manajemen jaringan.

Sejumlah analis top Wall Street kompak memperbarui rekomendasi mereka. JPMorgan lebih dari menggandakan target harganya dari EUR 6,90 menjadi EUR 12, sementara Morgan Stanley menaikkan target dari EUR 8,50 ke EUR 11. Argus bahkan mengupgrade Nokia ke peringkat Buy dengan target USD 15, yang mengimplikasikan potensi kenaikan hampir 40%. Goldman Sachs, Calamos Advisors, dan Millennium Management juga tercatat sebagai pemegang posisi besar di saham ini, menurut laporan Barchart.

Nokia turut mengumumkan integrasi agen AI otonom ke dalam platform jaringan tetapnya, termasuk Altiplano, Corteca, dan Broadband Easy. Teknologi ini dirancang untuk mengotomatisasi operasi jaringan, meningkatkan pemeliharaan prediktif, serta menekan biaya operasional bagi operator telekomunikasi. Nokia menekankan bahwa operator tetap memiliki kendali penuh atas data mereka sendiri dan dapat mengintegrasikan model bahasa besar dari pihak ketiga.

Memperluas jangkauan globalnya, Nokia di awal Mei mengumumkan solusi 5G modular berbasis arsitektur terbuka untuk sektor pertahanan bersama Lockheed Martin, sekaligus kolaborasi infrastruktur AI di Indonesia bersama Blaize dan Datacomm, memperluas pasar Nokia jauh melampaui operator telekomunikasi konvensional.

Saham Nokia telah naik sekitar 105% sepanjang tahun berjalan per 12 Mei 2026, menempatkan perusahaan ini sebagai salah satu momentum play paling menarik di pasar teknologi Eropa saat ini. Meski sejumlah investor mulai mempertanyakan valuasi yang sudah melebar, mayoritas analis tetap optimistis bahwa transformasi Nokia baru memasuki babak awal.

Berita Terkait