TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Raksasa otomotif Jerman, Mercedes-Benz, resmi menggandeng perusahaan otomasi low-code asal Berlin, n8n, dalam kemitraan strategis global yang diumumkan pada 12 Mei 2026. Lewat kerja sama ini, Mercedes-Benz menjadikan n8n sebagai platform tunggal untuk merancang dan menerapkan alur kerja bertenaga AI di seluruh fungsi bisnis perusahaan — mulai dari R&D, produksi, penjualan, layanan keuangan, HR, hingga IT. Langkah ini menandai babak baru transformasi digital Mercedes-Benz yang kini tak lagi sekadar uji coba, melainkan operasi penuh skala global.
Chief Information Officer Mercedes-Benz, Katrin Lehmann, menegaskan komitmen perusahaan dalam pernyataan resminya yang dikutip just-auto.com. “Menskalakan AI membutuhkan lebih dari sekadar teknologi; ini tentang menempatkannya untuk bekerja dalam bisnis inti kami. Bersama dengan n8n, kami memudahkan tim kami di Mercedes-Benz untuk mengubah ide menjadi dampak terukur di seluruh rantai nilai kami dan untuk secara aktif membentuk cara kami beroperasi,” kata Katrin Lehmann, CIO Mercedes-Benz, dikutip dari situs resmi group.mercedes-benz.com.
Alasan utama Mercedes-Benz memilih n8n adalah model deployment self-hosted dan cloud-agnostic — artinya seluruh alur kerja berjalan di infrastruktur milik Mercedes-Benz sendiri, data sensitif tetap terlindungi, dan kendali penuh atas lapisan otomasi ada di tangan perusahaan. Pendekatan ini juga mendukung kedaulatan digital Eropa sekaligus memperkuat ekosistem AI regional.
Untuk membangun momentum internal, Mercedes-Benz menggelar hackathon skala perusahaan yang menarik lebih dari 1.500 karyawan dari berbagai unit bisnis. Ide-ide paling potensial kini sedang dikembangkan lebih lanjut sebagai bagian dari rollout n8n secara global. Mercedes-Benz juga membagi kemampuan AI karyawannya ke dalam tiga tingkatan: “Takers” yang memanfaatkan AI dalam rutinitas harian, “Makers” yang merancang dan mengelola workflow di platform seperti n8n, serta “Builders” yang membangun solusi lebih kompleks seperti sistem AI tingkat lanjut.
Jan Oberhauser, Founder sekaligus CEO n8n, menyebut kolaborasi ini menjawab tantangan terbesar industri saat ini, dikutip dari Automotive World. “Sebagian besar perusahaan masih menghadapi pertanyaan tentang bagaimana memindahkan AI dari percontohan ke produksi. Apa yang kami bangun bersama dengan Mercedes-Benz menjawab pertanyaan itu dalam skala yang hanya dapat dicapai oleh sedikit orang — didukung oleh arsitektur yang menjaga data, kontrol, dan fleksibilitas di tangan tim Mercedes-Benz,” ujar Jan Oberhauser, Founder & CEO n8n, dikutip dari blog resmi n8n.io.
Di luar kemitraan dengan Mercedes-Benz, momen ini juga bertepatan dengan pengumuman investasi SAP ke n8n pada valuasi USD 5,2 miliar — setara sekitar Rp85,8 triliun (kurs Rp16.500). SAP kini tercatat memiliki kepemilikan saham kurang dari 1,3 persen di n8n berdasarkan data register komersial, sebagaimana dilaporkan Trending Topics.
Mercedes-Benz sendiri mempekerjakan sekitar 164.000 orang di seluruh operasi globalnya, menjadikan skala adopsi AI ini sebagai salah satu yang terbesar di industri otomotif dunia. Dengan n8n sebagai lapisan orkestrasi AI, Mercedes-Benz kini menempatkan dirinya di garis depan transformasi industri manufaktur berbasis kecerdasan buatan.