14 May 2026, 17:18

Google Luncurkan Magic Pointer, Kursor AI Berbasis Gemini yang Ubah Cara Pakai Chrome Selamanya

Google DeepMind luncurkan Magic Pointer, kursor AI Gemini di Chrome yang baca konteks layar tanpa perlu prompt panjang. Sudah mulai bergulir!

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
6
Google Luncurkan Magic Pointer, Kursor AI Berbasis Gemini yang Ubah Cara Pakai Chrome Selamanya
Google DeepMind, lab riset AI milik Alphabet, merilis Magic Pointer — kursor cerdas bertenaga Gemini yang memahami konteks layar tanpa prompt panjang, kini hadir di Chrome dan Googlebook. (Foto: Google DeepMind)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Google DeepMind resmi meluncurkan Magic Pointer, kursor bertenaga Gemini AI yang mulai digulirkan ke pengguna Chrome desktop pada 12 Mei 2026 — sebuah lompatan teknologi yang mengubah cara manusia berinteraksi dengan komputer untuk pertama kalinya dalam lebih dari setengah abad.

Dikonfirmasi langsung oleh Google DeepMind melalui unggahan blog resminya, Magic Pointer tidak hanya hadir di lini laptop baru Google bernama Googlebook, tetapi juga sudah mulai bergulir ke Gemini di Chrome, menjadikannya fitur AI paling ambisius yang pernah disematkan langsung ke dalam browser terpopuler dunia itu.

Sistem ini dibangun di atas empat prinsip desain inti dan mampu mengambil konteks visual serta semantik di sekitar kursor secara otomatis — tanpa perlu pengguna mengetik prompt panjang sama sekali. Dua demo langsung sudah tersedia di Google AI Studio, mencakup pengeditan gambar dan pencarian peta.

“Mulai hari ini, alih-alih menulis permintaan yang rumit, Anda sekarang dapat menggunakan penunjuk Anda untuk bertanya kepada Gemini di Chrome tentang bagian dari halaman web yang Anda pedulikan. Misalnya, Anda dapat memilih beberapa produk di halaman dan meminta untuk membandingkan, atau menunjuk ke tempat Anda ingin memvisualisasikan sofa baru di ruang tamu Anda,” tulis tim Google DeepMind dalam blog resminya.

Peneliti Google DeepMind, Adrienne, menjelaskan visi di balik proyek ini: “Fokus dari proyek penelitian ini adalah penunjuk eksperimental yang diaktifkan AI dengan kemampuan untuk memahami tidak hanya apa yang Anda tunjuk, tetapi juga mengapa itu penting bagi Anda dan bagaimana bertindak berdasarkan itu.”

DeepMind menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah mengatasi frustrasi umum pengguna AI selama ini — di mana pengguna harus “menyeret dunia mereka” ke dalam jendela AI yang terpisah. Sebaliknya, Magic Pointer dirancang sebagai AI intuitif yang mengikuti pengguna ke semua alat yang sudah mereka gunakan, tanpa mengganggu alur kerja mereka.

CEO DeepMind Demis Hassabis sendiri menyebut Magic Pointer sebagai sesuatu yang “pretty magical,” di mana kursor secara harfiah “hidup” dengan kesadaran kontekstual, bergerak melampaui fungsi seleksi biasa menjadi asisten proaktif.

Fitur ini turut menjadi jantung dari Googlebook, kategori laptop AI-first terbaru Google yang didukung teknologi Gemini Intelligence dan Android. Berbeda dari Chromebook yang berfokus pada aplikasi berbasis web, Googlebook diposisikan sebagai pengalaman laptop yang lebih personal dengan AI tertanam dalam setiap aktivitas harian.

Selain Chrome dan Googlebook, Google sudah menyiapkan dua demo Magic Pointer yang bisa langsung dicoba pengguna di Google AI Studio saat ini, mencakup fitur pengeditan gambar dan pencarian peta — sebagai bukti nyata bahwa ini bukan sekadar konsep.

Di tengah persaingan browser AI yang semakin sengit pada 2026 — dengan OpenAI Atlas, Perplexity Comet, Opera Neon, hingga BrowserOS — Magic Pointer menjadi taruhan besar Google untuk menjadikan Gemini bukan sekadar fitur sidebar, melainkan lapisan interaksi utama di seluruh ekosistem perangkat penggunanya.

Berita Terkait