26 January 2026, 14:39

Pulang dari Inggris, Prabowo Klaim Kantongi Komitmen Investasi Rp91,67 T: Ada Proyek 1.582 Kapal Ikan hingga Kampus Top

Presiden Prabowo Subianto membawa “oleh-oleh” kesepakatan investasi dari Inggris senilai 4 miliar poundsterling atau setara Rp91,67 triliun

Reporter: Anggi Ranf
Editor: Deden M Rojani
1,243
Pulang dari Inggris, Prabowo Klaim Kantongi Komitmen Investasi Rp91,67 T: Ada Proyek 1.582 Kapal Ikan hingga Kampus Top
Presiden Prabowo membawa oleh-oleh kesepakatan investasi senilai 4 miliar poundsterling atau setara Rp91,67 triliun sepulang dari Inggris. (Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Perspektif.co.id - Presiden Prabowo Subianto membawa “oleh-oleh” kesepakatan investasi dari Inggris senilai 4 miliar poundsterling atau setara Rp91,67 triliun (mengacu asumsi kurs Rp22.920 per poundsterling) setelah merampungkan rangkaian kunjungan luar negeri ke Eropa yang mencakup Inggris, Swiss, dan Prancis.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan Prabowo tiba kembali di Indonesia pada Sabtu (24/1) sore menjelang malam dengan pesawat maskapai nasional Garuda Indonesia, setelah menyelesaikan agenda kunjungan di tiga negara tersebut. “Pada Sabtu sore menjelang malam, 24 Januari 2026, Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air… usai merampungkan rangkaian kunjungan ke tiga negara,” ujar Teddy sebagaimana dikutip dari keterangan Sekretariat Kabinet. 

Menurut Teddy, salah satu capaian utama yang dibawa Prabowo dari lawatan itu adalah kesepakatan investasi di bidang maritim dengan Inggris senilai 4 miliar poundsterling. Nilai itu kemudian dikonversi setara Rp91,67 triliun dengan asumsi kurs yang digunakan dalam keterangan tersebut. 

Di sektor kelautan dan perikanan, Indonesia dan Inggris juga menyepakati rencana pembangunan 1.582 kapal ikan yang diproduksi di dalam negeri. Pemerintah memproyeksikan program ini dapat menyerap tenaga kerja hingga 600 ribu orang, seiring dorongan penguatan rantai pasok dan industri maritim nasional. 

Selain kerja sama maritim, agenda pendidikan ikut menjadi sorotan. Teddy menyebut Indonesia berhasil menjalin kolaborasi dengan 24 universitas terbaik di Inggris, terutama untuk penguatan bidang kedokteran serta sains, teknologi, dan matematika (STEM). Kerja sama ini diproyeksikan memperluas akses peningkatan kapasitas SDM, riset, hingga penguatan jejaring akademik lintas negara. 

Dalam rangkaian lawatan yang sama, Indonesia juga memutuskan bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang disebut berfokus pada upaya mendorong perdamaian dan pemulihan pascakonflik di Gaza, Palestina. Pemerintah menegaskan keikutsertaan itu sebagai bentuk komitmen diplomasi Indonesia terhadap stabilisasi dan rehabilitasi Gaza, sebagaimana disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono dalam keterangan di Swiss. 

Prabowo turut memanfaatkan momentum kehadiran di Swiss untuk menyampaikan gagasan ekonomi nasional “Prabowonomics” dalam forum World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos. Dalam pidato kuncinya, Prabowo menekankan tema perdamaian dan stabilitas sebagai prasyarat penting bagi masa depan ekonomi dunia di tengah ketidakpastian global. 

Teddy juga menyatakan lawatan tersebut menghasilkan peningkatan kerja sama dengan Pemerintah Prancis di berbagai sektor strategis, sebagai bagian dari penguatan kemitraan Indonesia di Eropa. Sejumlah capaian itu, menurut pemerintah, menjadi paket hasil kunjungan yang diklaim berdampak langsung pada kepentingan nasional—mulai dari investasi, industrialisasi maritim, penguatan pendidikan, hingga agenda diplomasi perdamaian. 

Berita Terkait