13 May 2026, 18:34

Bukan Sekadar Kamera Ponsel, Vivo X300 Ultra Hadirkan Film Simulation Sekelas Kamera Sinema Profesional

Vivo X300 Ultra resmi global dengan film simulation, 3D LUT real-time, Log 4K 120fps, ACES workflow, dan ZEISS Master Lenses—ponsel sinema terlengkap 2026.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
10
Bukan Sekadar Kamera Ponsel, Vivo X300 Ultra Hadirkan Film Simulation Sekelas Kamera Sinema Profesional
Vivo X300 Ultra hadir dengan tagline ZEISS Cinematics. Born to Create—ponsel flagship 2026 berfitur film simulation, Log 4K 120fps, dan ZEISS Master Lenses Collection. (Foto: Vivo)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Vivo secara resmi meluncurkan X300 Ultra secara global pada 15 April 2026, menjadikannya debut internasional pertama dari lini flagship X Series yang selama ini hanya tersedia di pasar China. Ponsel ini mengusung sistem ZEISS Master Lenses Collection dan diklaim mampu menghadirkan kebebasan kreatif yang belum pernah ada sebelumnya di segmen kamera ponsel, dengan penekanan khusus pada kapabilitas video sinematik dan color science tingkat profesional. Harga resminya di China dimulai dari 6.999 yuan (sekitar Rp 16,1 juta) untuk varian 12GB/256GB, dan menembus 11.999 yuan (sekitar Rp 27,7 juta) untuk edisi Satellite 16GB/1TB yang dibundel dengan kit fotografi lengkap.

Fitur paling menonjol dari X300 Ultra adalah kemampuan simulasi warna bergaya film yang dibangun langsung ke dalam sistem kamera, bukan sekadar filter pasca-produksi. Perangkat ini menyertakan preset “Film Style” dan “Film Look” yang memungkinkan pengguna menghasilkan konten berkualitas siaran dengan nuansa atmosferik hanya lewat satu ketukan, menjadikannya lebih dari sekadar kamera ponsel konvensional. Lebih jauh, vivo memperkenalkan sistem Color Science baru yang membangun pipeline warna profesional end-to-end, mulai dari akurasi warna dan rendering tonal hingga ekspresi personal pengguna, didukung sensor Multispektral 5MP dengan 12 Color Channel dan Upgraded Flicker Sensor.

Menurut Yu Meng, Vice President of Imaging di vivo, perusahaan secara strategis bertransisi dari keunggulan fitur kamera individual menuju sistem pembuatan video sinematik yang menyeluruh, menjadikan X300 Ultra bukan sekadar ponsel berkamera bagus, melainkan platform produksi film yang terintegrasi penuh.

Jantung dari sistem film simulation ini adalah dukungan perekaman Log bermutu sinema di seluruh kamera belakang. X300 Ultra mendukung perekaman video 4K 120fps 10-bit Log di semua lensa sekaligus, memastikan konsistensi kedalaman warna dan dynamic range yang luas tanpa kompromi antar focal length. Mode Pro Video yang diperbarui menghadirkan antarmuka dan kontrol parameter menyerupai kamera sinema profesional, sementara fitur monitoring kini mendukung penerapan custom 3D LUT untuk pratinjau real-time saat merekam dalam Log.

Salah satu terobosan paling praktis adalah kemampuan 3D LUT monitoring bawaan: sinematografer profesional biasanya merekam dalam profil warna datar “log” untuk memaksimalkan retensi data, namun layar abu-abu datar membuat penilaian eksposur menjadi sulit. X300 Ultra memungkinkan pengguna menerapkan color LUT langsung ke tampilan layar pratinjau, sehingga tampilan sinematik final sudah terlihat saat merekam, sementara data mentah tetap tersimpan aman di latar belakang.

Untuk para videografer profesional, X300 Ultra juga mendukung ACES (Academy Color Science) secara native, mempermudah integrasinya ke dalam alur kerja profesional di DaVinci Resolve maupun Final Cut Pro tanpa memerlukan konversi warna tambahan. Langkah ini menjadikan X300 Ultra kompatibel langsung dengan pipeline produksi sinema kelas tinggi, sesuatu yang jarang ditemukan bahkan pada kamera mirrorless entry-level sekalipun.

Di sisi optik, X300 Ultra mengandalkan ZEISS Triple Prime Lenses dengan focal length 85mm, 35mm, dan 14mm, yang dapat diperluas hingga ekuivalen 400mm menggunakan vivo ZEISS Telephoto Extender Gen 2 Ultra, atau 200mm dengan Telephoto Extender Gen 2. Sistem multi-fokal ini mengubah cara kreator berpikir tentang ponsel sebagai kamera utama: tidak ada lagi pertukaran lensa dengan pengorbanan kedalaman codec atau frame rate.

Engadget melaporkan bahwa X300 Ultra merupakan perangkat pertama dalam serinya yang menjangkau pasar internasional, termasuk seluruh wilayah Eropa tempat vivo sudah beroperasi, meski harga resmi untuk pasar global belum diumumkan pada saat peluncuran.

Berita Terkait