JAKARTA,Perspektif.co.id - Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi terbuka kepada Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, setelah panitia HUT Ke-61 Partai Golkar menayangkan video lawas yang menampilkan dirinya dan sang ayah, ekonom senior Soemitro Djojohadikoesoemo. Momen tersebut terjadi dalam peringatan HUT Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (5/12) malam.
Dalam sambutannya, Prabowo mengaku tersentuh sekaligus memuji langkah Bahlil yang dinilai jeli memainkan sentimen emosional dengan menampilkan rekaman ketika Prabowo masih berkarier politik di partai berlambang pohon beringin. “Karena memang saya belajar politik di Partai Golkar. Beliau memang pintar menarik hati ya. Video yang dikasih lihat video aku pakai jaket kuning,” ujar Prabowo di hadapan para kader dan tamu undangan.
Pernyataan itu disambut tawa Bahlil dari kursinya. Ia tampak menepuk pahanya sambil ikut menikmati suasana hangat di arena perayaan. Tak lama berselang, layar kembali menampilkan sosok Soemitro Djojohadikoesoemo yang tengah menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Industri di era Presiden kedua RI Soeharto. Dalam narasi video dijelaskan bagaimana Soeharto membangkitkan perekonomian Indonesia dari masa sulit dengan dukungan jajaran ekonom, termasuk Soemitro sebagai salah satu penasihat kunci kebijakan ekonomi.
Prabowo yang duduk di barisan terdepan terlihat tersenyum ketika sosok sang ayah muncul di layar dengan mengenakan jas resmi. Ia kembali melontarkan pujian kepada Bahlil yang dianggap berhasil menyusun rangkaian visual yang menyentuh sisi personal dirinya. “Taruh lagi fotonya almarhum Bapak saya. Waduh, tambah jatuh hati. Kau memang pintar sekali. Tapi tidak, saya terus terang saja saya merasa nyaman di sini. Dari aku masuk, aku lihat muka-muka kawan saya semua di sini, kawan dan senior semua di sini,” ucap Prabowo.
Melalui pernyataannya itu, Prabowo juga kembali menyinggung sejarah kedekatannya dengan Partai Golkar. Ia mengingatkan bahwa karier politiknya sempat ditempa di internal Golkar sebelum memutuskan mendirikan kendaraan politik sendiri. Prabowo tercatat pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Partai Golkar, hingga pada 2008 memilih mundur dan kemudian mendirikan Partai Gerindra yang kini dipimpinnya sebagai Ketua Umum.
Di hadapan para kader Golkar, Prabowo menegaskan bahwa dirinya merasa berada di tengah para sahabat lama dan tokoh senior yang pernah bersama-sama membangun tradisi politik di bawah beringin. Nuansa nostalgia itu sekaligus menggarisbawahi kedekatan historis antara Prabowo dan Golkar, di tengah konstelasi politik nasional yang terus bergerak dinamis.