06 December 2025, 14:04

Prabowo Sindir ‘Orang Pintar’ Cuma Sibuk Cari Salah Pemerintah

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat berpidato pada puncak peringatan HUT Ke-61 Partai Golkar di Jakarta, Jumat (5/12).

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
2,366
Prabowo Sindir ‘Orang Pintar’ Cuma Sibuk Cari Salah Pemerintah
Presiden Prabowo Subianto(Dok.Antara)

JAKARTA,Perspektif.co.id - Presiden Joko Widodo… eh, bukan — Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung keras sikap sejumlah kalangan yang dinilainya hanya fokus mencari kelemahan pemerintah tanpa ikut memikul tanggung jawab dalam penyelesaian masalah bangsa. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat berpidato pada puncak peringatan HUT Ke-61 Partai Golkar di Jakarta, Jumat (5/12).

Dalam pidatonya, Kepala Negara menyoroti fenomena kelompok yang menurutnya aktif mengkritik namun tidak menghadirkan solusi konkret di lapangan. Ia menilai, di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas dan ketersediaan kebutuhan pokok, masih ada pihak yang sekadar mengejek dan menebar ketidakpercayaan publik.

“Orang-orang pintar yang bisa bicara, mengejek, mencari kesalahan terus, tidak bisa membuat jembatan, tidak bisa menciptakan lapangan kerja, tidak bisa menjamin beras ada, tidak bisa menjamin elpiji ada, tidak bisa menjamin BBM ada, tidak bisa menjamin apa-apa,” ujar Prabowo.

Presiden mengaku prihatin dengan pola kritik yang menurutnya cenderung destruktif dan berulang, tanpa disertai kontribusi nyata bagi masyarakat. “Saya kadang-kadang prihatin, saya sedih selalu menimbulkan rasa tidak percaya,” imbuhnya.

Di hadapan kader dan jajaran Partai Golkar, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah saat ini berupaya menjalankan kebijakan berdasarkan perencanaan dan perhitungan yang matang. Ia menyebut kabinet yang dipimpinnya bekerja dengan orientasi jelas untuk melayani kepentingan rakyat, terutama dalam menjaga pasokan bahan pokok dan energi.

Meski menilai ada pihak yang terus menerus mengkritik pemerintah, Prabowo menekankan bahwa dinamika tersebut masih berada dalam koridor kehidupan politik yang demokratis. “Tapi tidak ada masalah, biarlah, ini demokrasi,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menyampaikan apresiasi terhadap Partai Golkar sebagai mitra strategis pemerintah dalam setahun terakhir. Ia menilai para kader Golkar menunjukkan kerja yang solid di kabinet dan struktur politik, sehingga memperkuat kinerja pemerintahan secara keseluruhan.

Prabowo menggambarkan sinergi tersebut layaknya tim sepak bola yang saling memahami arah permainan tanpa perlu banyak instruksi. Menurutnya, koordinasi antara pemerintah dan partai pendukung menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas dan efektivitas kebijakan di lapangan.

Lebih jauh, Kepala Negara menegaskan bahwa pijakan utama pemerintahannya adalah komitmen untuk menjalankan Undang-Undang Dasar 1945 secara “murni dan konsekuen”. Ia menyampaikan terima kasih kepada para ulama dan tokoh agama yang terus mengingatkan dirinya agar tidak melenceng dari amanat konstitusi.

Prabowo menekankan UUD 1945 bukan sekadar slogan politik yang diulang dalam pidato, tetapi harus diterjemahkan dalam langkah konkret, terutama terkait pengelolaan ekonomi nasional sebagaimana diatur dalam Pasal 33.

“Kalau saya punya keyakinan, kalau kita laksanakan Pasal 33, kita laksanakan semua pasal di Undang-Undang Dasar 1945, pasti kita berhasil,” tegasnya.

Ia menutup pidato dengan menegaskan bahwa keberhasilan negara hanya dapat dicapai melalui persatuan politik, keberanian mengambil keputusan, dan implementasi konstitusi secara konsisten, bukan sekadar melalui retorika maupun kritik tanpa solusi.

Berita Terkait