13 February 2026, 21:53

Prabowo Minta Video Penghina MBG Dikumpulkan: “Biar Tiap Malam Saya Lihat-Lihat”

Permintaan itu disampaikan saat peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Jakarta, Jumat (12/2/2026).

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
854
Prabowo Minta Video Penghina MBG Dikumpulkan: “Biar Tiap Malam Saya Lihat-Lihat”
Dalam forum yang dihadiri para pemimpin dunia, pelaku usaha, hingga tokoh-tokoh dunia tersebut, Presiden Prabowo juga menegaskan komitmen Indonesia melawan berbagai praktik ilegal. Tampak dal (© 2026 Liputan6.com)

JAKARTA, Perspektif.co.id - Presiden Prabowo Subianto meminta Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari untuk mengumpulkan berbagai video yang berisi kritik hingga hinaan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Permintaan itu disampaikan saat peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Jakarta, Jumat (12/2/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo secara terbuka meminta agar rekaman digital yang memuat pernyataan-pernyataan pesimistis terhadap MBG didokumentasikan dengan baik.

“Pak Qodari tolong dikumpulin ya, video klip-video klip yang meramalkan kita pasti gagal. Yang mengatakan saya menghina bangsa Indonesia, ‘MBG ini penghinaan kepada bangsa Indonesia’,” kata Prabowo.

Ia mengaku ingin menyaksikan langsung berbagai konten yang mempersoalkan program tersebut. Menurutnya, dokumentasi digital penting sebagai catatan perjalanan kebijakan publik yang tengah dijalankan pemerintah.

“Kita mau menyelamatkan anak-anak kita dibilang menghina. Ini harus ada rekam digital ya, direkam semua. Insya Allah kita mencapai 80 sekian juta. Aku minta biar saya bisa tiap malam saya lihat-lihat,” ujarnya.

Prabowo menegaskan, MBG dirancang sebagai program strategis untuk memperbaiki kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus memperkuat fondasi sumber daya manusia ke depan. Karena itu, ia mengaku heran jika inisiatif tersebut justru ditafsirkan sebagai bentuk penghinaan terhadap bangsa.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyinggung respons yang ia terima saat pertama kali menggulirkan gagasan makan siang gratis. Ia menyebut banyak pihak meragukan bahkan mengejek program tersebut, termasuk dari kalangan akademisi.

“Waktu saya meluncurkan program ini, saya diejek, saya dijelek-jelekkan, saya dituduh macam-macam. Saya juga tidak mengerti,” ucapnya.

“Bahkan yang banyak mengejek adalah orang-orang yang terdidik, profesor-profesor terkenal mengejek dan menghina saya dan mereka meramalkan proyek ini pasti gagal,” sambungnya.

Selain dianggap tidak realistis, ia juga mengaku dituding menghambur-hamburkan anggaran negara melalui pelaksanaan program MBG.

“Program ini menghambur-hamburkan uang. Operasi ini, kampanye ini, menjelek-jelekkan Presiden yang dipilih langsung oleh rakyat,” katanya.

Prabowo menyatakan dinamika politik yang diwarnai perbedaan pandangan merupakan hal lumrah. Namun, ia menilai serangan terhadap program yang menyasar kelompok masyarakat rentan sebagai sesuatu yang patut disayangkan.

“Sungguh-sungguh menyedihkan bagi saya,” ujarnya.

Berita Terkait