10 December 2025, 23:37

Prabowo Diingatkan Kaji Ulang Bahlil di Kabinet, Pengamat: Presiden Saja Dikibuli Soal Listrik

Peringatan itu disampaikan Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, yang menyoroti polemik laporan Bahlil soal kondisi listrik di Aceh.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
2,082
Prabowo Diingatkan Kaji Ulang Bahlil di Kabinet, Pengamat: Presiden Saja Dikibuli Soal Listrik
prabowo diminta pertimbangkan ulang bahlil lahadalia sebagai menteri esdm/ Doc : istimewa

JAKARTA,Perspektif.co.id – Presiden Prabowo Subianto dinilai perlu mempertimbangkan ulang rencana mempertahankan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di kabinetnya. Peringatan itu disampaikan Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, yang menyoroti polemik laporan Bahlil soal kondisi listrik di Aceh Tamiang.

“Prabowo harus pertimbangkan lagi posisi Bahlil ini untuk dipertahankan,” ujar Jerry di Jakarta, Rabu (10/12/2025).

Menurut Jerry, persoalan krusial bukan semata soal teknis, melainkan menyangkut integritas dan konsistensi seorang menteri. Ia menyinggung klaim Bahlil bahwa listrik di Aceh Tamiang sudah 100 persen menyala, yang belakangan tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi di lapangan. “Jangan pilih menteri yang omongannya berubah-ubah dan tak jujur. Bayangkan, presiden saja bisa dikibuli,” tegasnya.

Jerry bahkan mengaitkan gaya komunikasi Bahlil dengan pola kepemimpinan pemerintahan sebelumnya. “Saya kira mindset-nya mengikuti model mantan bosnya, Jokowi, yang sering dianggap berbohong,” kata Jerry, mengaitkan kritiknya dengan persepsi publik atas pemerintahan terdahulu.

Ia menilai, seorang menteri yang memegang sektor strategis seperti energi dan sumber daya mineral harus memiliki karakter kuat, berorientasi jelas pada kepentingan rakyat, dan tidak gamang dalam mengambil keputusan. Di mata Jerry, Bahlil belum mencerminkan kualitas itu. “Kecerdasan intelektual (IQ) saja lemah, bahkan kecerdasan emosional (EQ) juga,” ujarnya.

Lebih jauh, Jerry menekankan pentingnya kecocokan kompetensi antara jabatan dan kapasitas pejabatnya. Menurut dia, setiap kebijakan di sektor ESDM semestinya dilandasi kajian mendalam, apalagi di tengah tantangan global. “Apalagi saat dunia sedang menghadapi triple planetary crisis,” katanya, merujuk pada tekanan krisis iklim, polusi, dan kerusakan keanekaragaman hayati yang menuntut arah kebijakan energi lebih berkelanjutan.

Ia mengingatkan, di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, beban tanggung jawab setiap menteri, termasuk di sektor ESDM, semakin berat. Mereka dituntut bukan hanya menggenjot pertumbuhan, tetapi juga memastikan kebijakan energi yang dikeluarkan berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat di tingkat lokal.

Dalam pandangannya, kabinet Prabowo ke depan perlu diisi figur-figur teknokrat dan politisi yang tidak hanya populer, tetapi juga terbukti mampu merumuskan kebijakan berbasis data, konsisten, dan berpihak pada kepentingan publik. “Bukan sekadar menumbuhkan ekonomi, tapi caranya harus dengan sistem keberlanjutan dan membawa manfaat langsung bagi masyarakat lokal,” kata Jerry menutup pernyataannya.

Berita Terkait