17 October 2025, 21:53

Penunjukan Teman Akabri dan WNA di Direksi Garuda, Ini Penjelasan CEO Danantara

Glenny Kairupan teman seangkatan Presiden Prabowo di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) menjabat sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia.

Reporter: Redaksi Perspektif
Editor: Deden M Rojani
3,058
Penunjukan Teman Akabri dan WNA di Direksi Garuda, Ini Penjelasan CEO Danantara
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan P Roeslani di Kantor BKPM, Jakarta, Rabu (1/10/2025). / Doc: istimewa

JAKARTA, Perspektif.co.id - CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, akhirnya buka suara terkait penunjukan sejumlah figur penting di jajaran direksi Garuda Indonesia, termasuk teman seangkatan Presiden Prabowo Subianto di Akabri serta dua warga negara asing (WNA). Langkah ini menuai perhatian publik lantaran baru pertama kali terjadi dalam sejarah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia.

Rosan mengungkapkan bahwa Glenny Kairupan—teman seangkatan Presiden Prabowo di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri)—resmi menjabat sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia. Selain itu, Neil Raymond Mills dan Balagopal Kunduvara, masing-masing ditunjuk sebagai Direktur Transformasi serta Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko di maskapai pelat merah tersebut.

"Ya, ini kan memang dari Garuda kita ada penguatan. Kalau dilihat lebih dalam lagi, memang ada dua orang WNA yang punya pengalaman panjang di industri penerbangan," kata Rosan saat ditemui di Istana, Jumat (17/10).

Ia menekankan bahwa keputusan ini didasarkan pada kebutuhan transformasi dan profesionalisme di tubuh Garuda. Menurut Rosan, kedua WNA tersebut memiliki latar belakang kuat, salah satunya pernah menghabiskan lebih dari dua dekade karier di Singapore Airlines.

"Tim ini akan jadi lebih kuat karena pengalamannya sangat relevan. Satu orang punya 25 tahun di Singapore Airlines, satunya lagi berpengalaman di berbagai maskapai internasional. Ini sangat penting dalam konteks transformasi Garuda," lanjutnya.

Penunjukan dua ekspatriat tersebut juga disebut sebagai bagian dari upaya pengawasan pemanfaatan dana investasi yang disuntikkan Danantara ke Garuda Indonesia. Menurut Rosan, hal ini penting agar transformasi yang direncanakan berjalan sesuai arah.

"Kita akan memberikan pendanaan lanjutan. Karena itu, penting bagi kami memastikan implementasi dan penggunaan dana berjalan sesuai rencana yang telah disampaikan kepada kami," tegasnya.

Penunjukan direksi baru ini menandai perubahan signifikan dalam pendekatan tata kelola Garuda, yang selama ini cenderung menutup diri dari perekrutan asing. Dalam konteks reformasi BUMN dan penguatan sektor aviasi nasional, kehadiran figur internasional dan dekat dengan kekuasaan dinilai menjadi strategi percepatan pemulihan dan peningkatan daya saing.***

Berita Terkait