22 April 2026, 08:22

Palo Alto Networks Bentuk Frontier AI Alliance, Claude Mythos Anthropic Disebut Ancam Keamanan Siber Global

Palo Alto Networks luncurkan Frontier AI Alliance hadapi ancaman Claude Mythos Anthropic yang temukan ribuan celah zero-day di OS dan browser global.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
159
Palo Alto Networks Bentuk Frontier AI Alliance, Claude Mythos Anthropic Disebut Ancam Keamanan Siber Global
Palo Alto Networks membentuk Frontier AI Alliance sebagai respons ancaman Claude Mythos Preview milik Anthropic yang menemukan ribuan kerentanan zero-day di OS dan browser utama dunia. (Foto: AI Generated)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Palo Alto Networks resmi meluncurkan Frontier AI Alliance pekan ini, sebuah koalisi pertahanan siber berbasis AI yang hadir sebagai respons langsung atas meningkatnya kekhawatiran industri terhadap Claude Mythos, model AI frontier terbaru milik Anthropic. Anthropic sebelumnya mengumumkan inisiatif keamanan siber bernama Project Glasswing, menggunakan versi pratinjau Claude Mythos untuk menemukan dan menangani kerentanan pada infrastruktur perangkat lunak kritikal dunia, dengan peserta yang mencakup AWS, Apple, Broadcom, Cisco, CrowdStrike, Google, JPMorgan Chase, Linux Foundation, Microsoft, NVIDIA, dan Palo Alto Networks. Palo Alto Networks kini mengambil langkah lebih jauh dengan membentuk aliansinya sendiri yang menawarkan standar pertahanan AI terpadu di tingkat enterprise, sebagaimana diumumkan di blog resmi perusahaan dari Santa Clara, California.

Dalam beberapa minggu pengujian internal, Mythos secara otonom menemukan ribuan celah zero-day di seluruh sistem operasi dan browser utama dunia, termasuk satu kerentanan berusia 27 tahun di OpenBSD, sistem operasi yang justru terkenal karena keamanannya, dengan biaya komputasi hanya 50 dolar AS atau sekitar Rp817.500. Anthropic memutuskan tidak merilis model ini secara terbuka kepada publik karena kemampuan kode yang sudah melampaui hampir semua pakar manusia terbaik dalam hal menemukan dan mengeksploitasi kerentanan perangkat lunak. Keputusan tersebut mendorong perusahaan-perusahaan besar membentuk barisan pertahanan kolektif, dengan Palo Alto Networks memimpin melalui Frontier AI Alliance yang mengintegrasikan kemampuan AI langsung ke dalam lapisan keamanan enterprise.

“Kita harus melawan AI dengan AI,” tegas CEO Palo Alto Networks Nikesh Arora dalam op-ed bertajuk Weaponized Intelligence yang diterbitkan di situs resmi perusahaan pada 30 Maret 2026 dan dikutip Seeking Alpha.

Arora berpendapat bahwa alat bertenaga AI kini membuat serangan siber canggih semakin mudah dilancarkan oleh banyak pihak, mengikis keunggulan para pembela, dan satu-satunya respons yang layak adalah mengintegrasikan model AI ke dalam solusi defensif sambil mengkonsolidasikan alat keamanan yang selama ini masih terfragmentasi. Unit 42, tim riset ancaman Palo Alto Networks, mencatat bahwa serangan tercepat berbantuan AI sudah bergerak dari akses awal ke eksfiltrasi data hanya dalam 25 menit, sementara rata-rata perusahaan masih membutuhkan waktu berhari-hari untuk mendeteksi intrusi.

Anthropic menyediakan kredit penggunaan senilai 100 juta dolar AS atau sekitar Rp1,635 triliun bagi seluruh peserta Project Glasswing, dan setelah program berakhir Claude Mythos akan tersedia dengan harga 25 dolar AS atau Rp408.750 per satu juta input token, serta 125 dolar AS atau Rp2,04 juta per satu juta output token. Analis Wedbush menilai posisi CrowdStrike dan Palo Alto Networks sebagai dua dari 12 anggota utama Project Glasswing sangat penting, karena menunjukkan Anthropic memandang penyedia keamanan siber sebagai lapisan penegakan AI yang vital ke depannya. Dengan akuisisi perusahaan agentic endpoint security Koi pada 14 April 2026 dan kini peluncuran Frontier AI Alliance, Palo Alto Networks memosisikan diri bukan lagi sekadar vendor keamanan siber konvensional, melainkan sebagai arsitek sistem pertahanan AI enterprise generasi berikutnya.

Berita Terkait