24 April 2026, 09:32

Microsoft Siapkan Agen AI Otonom Mirip OpenClaw untuk 365 Copilot, Ancam Posisi OpenAI di Pasar Enterprise

Microsoft bangun agen AI otonom mirip OpenClaw di 365 Copilot lewat tim Ocean 11, targetkan otomasi kerja enterprise 24/7 jelang Build 2026.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
81
Microsoft Siapkan Agen AI Otonom Mirip OpenClaw untuk 365 Copilot, Ancam Posisi OpenAI di Pasar Enterprise
Tim Ocean 11 pimpinan Omar Shahine tengah mengembangkan agen AI persisten mirip OpenClaw untuk Microsoft 365 Copilot, dengan preview dijadwalkan di Build 2026 San Francisco. (Ilustrasi: AI Generated)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Microsoft secara diam-diam membangun kapabilitas agen kecerdasan buatan otonom yang terinspirasi langsung dari OpenClaw ke dalam platform Microsoft 365 Copilot, sebuah langkah strategis yang dinilai para analis sebagai upaya terbesar perusahaan asal Redmond itu untuk mengubah Copilot dari sekadar asisten AI konvensional menjadi “rekan kerja digital” yang mampu menjalankan pekerjaan secara mandiri tanpa henti selama 24 jam penuh. Laporan pertama kali diterbitkan oleh The Information pada 10 April 2026 dan dikonfirmasi lebih lanjut oleh TechCrunch serta Tech Startups setelah Microsoft mengakui eksistensi proyek tersebut, menjadikannya salah satu pengembangan paling ambisius dalam sejarah ekosistem produktivitas Microsoft yang kini tengah bersaing ketat dengan Anthropic dan OpenAI di segmen pelanggan korporat.

Di balik proyek ini, Microsoft membentuk tim khusus di bawah komando Corporate Vice President Omar Shahine untuk membangun agen AI persisten bergaya OpenClaw yang akan ditanamkan langsung ke dalam Microsoft 365. Tim tersebut secara informal dikenal dengan nama sandi “Ocean 11” — sebuah kelompok yang sengaja dijaga tetap kecil namun masing-masing anggotanya disebut Shahine sebagai “pengganda kekuatan” yang mampu memberikan dampak jauh melampaui jumlahnya. Shahine, mantan kepala Microsoft Word, menyatakan bahwa misi timnya bukan sekadar menulis fitur, melainkan membangun dan menyempurnakan sistem yang pada akhirnya akan menghasilkan fitur-fitur itu secara otomatis.

“Orang-orang haus akan ini. Bukan chatbot lain. Bukan alat lain yang hanya membantu saat kamu ingat untuk bertanya. Sebuah agen yang selalu aktif, bekerja atas namamu, 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dengan akses nyata ke kehidupan nyatamu,” tulis Shahine dalam sebuah posting blog yang dikutip oleh The Letter Two dan Tech Startups.

Microsoft mengkonfirmasi kepada The Information bahwa fitur-fitur baru ini dirancang khusus untuk pelanggan enterprise, dengan kontrol keamanan yang jauh lebih ketat dibandingkan OpenClaw versi open source yang terkenal berisiko tinggi. OpenClaw sendiri merupakan agen AI otonom open source yang dikembangkan oleh programmer asal Austria Peter Steinberger — proyek yang awalnya dirilis pada November 2025 dengan nama Clawdbot, sebelum berganti nama menjadi Moltbot dan akhirnya OpenClaw — sebuah perangkat lunak yang memungkinkan pengguna menjalankan agen berbasis LLM secara lokal di perangkat mereka sendiri dan terintegrasi dengan aplikasi perpesanan seperti WhatsApp, Telegram, Signal, hingga Discord.

Steinberger, yang sebelumnya menghabiskan 13 tahun membangun alat PDF melalui perusahaannya PSPDFKit, menciptakan prototipe OpenClaw hanya dalam waktu sekitar satu jam sebagai eksperimen pribadi — dan prototipe itulah yang kemudian menjelma menjadi proyek dengan lebih dari 280.000 bintang di GitHub, melampaui popularitas React dan menarik perhatian Sam Altman yang dilaporkan menyebut Steinberger sebagai “seorang jenius.” Pada 14 Februari 2026, Steinberger resmi bergabung dengan OpenAI untuk memimpin pengembangan generasi berikutnya dari agen personal perusahaan tersebut, sementara OpenClaw diteruskan sebagai proyek open source di bawah yayasan independen yang didukung OpenAI.

Prototipe yang sedang dikembangkan oleh tim Ocean 11 dirancang untuk memantau data Outlook dan kalender pengguna, menyarankan tugas harian, serta mengeksekusi alur kerja multi-langkah dengan izin terbatas yang disesuaikan dengan peran spesifik, mulai dari tim marketing, penjualan, hingga akuntansi. Di dalam Microsoft 365, Copilot sudah memiliki fondasi awal berupa otomasi alur kerja, lapisan pencarian lintas aplikasi, dan agen riset yang menggabungkan beberapa model sekaligus — infrastruktur yang kini akan diperluas secara signifikan oleh tim Shahine. Secara teknis, arsitektur yang direncanakan kemungkinan besar akan berbasis cloud dan terintegrasi erat dengan Microsoft Graph API, Copilot Studio, dan Microsoft Foundry, alih-alih berjalan secara lokal seperti implementasi OpenClaw pada umumnya.

Langkah ini hadir hanya sebulan setelah Microsoft merilis Copilot Cowork — produk agentic pertama perusahaan itu yang ditenagai oleh model Claude milik Anthropic, menawarkan kepada pengguna lapisan intelijen bernama “Work IQ” yang beroperasi via cloud. Namun ironisnya, meski Copilot terus berkembang secara fitur, adopsi berbayarnya masih mengkhawatirkan: per Januari 2026, Microsoft baru memiliki sekitar 15 juta kursi Copilot berbayar, atau hanya sekitar 3 persen dari total basis pelanggan komersial mereka. CEO Satya Nadella bahkan mengakui dalam rapat pendapatan kuartal kedua bahwa jumlah pengguna enterprise yang menggunakan Copilot Chat versi gratis jauh lebih banyak ketimbang yang bersedia membayar.

Kepala divisi AI Microsoft, Mustafa Suleyman, sebelumnya menyatakan bahwa sebagian besar pekerjaan kantor dapat diotomasi dalam 12 hingga 18 bulan ke depan, dan integrasi inspirasiOpenClaw ini merupakan bagian dari upaya Microsoft yang lebih luas untuk merebut kembali pangsa pasar dan meningkatkan penggunaan AI-nya. Tekanan ini semakin terasa mengingat lonjakan belanja pusat data: Google, Microsoft, Meta, dan Amazon diperkirakan akan menggelontorkan sekitar 650 miliar dolar AS — setara sekitar Rp10.725 triliun berdasarkan kurs Rp16.500 per dolar — untuk infrastruktur AI sepanjang 2026, melonjak tajam dari tahun sebelumnya.

Di sisi ekosistem yang lebih luas, Tencent telah meluncurkan rangkaian produk berbasis OpenClaw miliknya, sementara Alibaba Cloud, Moonshot, dan Xiaomi juga merilis aplikasi yang kompatibel; Nvidia bahkan membangun NemoClaw — lapisan keamanan enterprise di atas OpenClaw — dengan Adobe, Red Hat dari IBM, dan Box menyatakan ketertarikan mereka. Per April 2026, lebih dari 44.000 keterampilan telah terdaftar di platform ClawHub, menandakan pertumbuhan ekosistem yang tak terbendung sekaligus menambah kompleksitas tantangan keamanan yang harus dihadapi Microsoft jika ingin membawa pendekatan serupa ke lingkungan enterprise skala besar.

Preview awal dari proyek ambisius ini diperkirakan akan ditampilkan pada Microsoft Build 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 2 Juni di San Francisco, sebuah panggung yang kemungkinan besar akan menjadi momen paling krusial bagi Microsoft untuk meyakinkan para pelanggan korporat bahwa Copilot benar-benar mampu bersaing — dan bahkan melampaui — apa yang selama ini ditawarkan oleh agen AI open source yang tumbuh tanpa kendali dari garasi seorang pengembang Austria.

Berita Terkait