24 April 2026, 09:36

AEON360 Gandeng Google Cloud Bangun Ekosistem Belanja AI, Ancam Dominasi Retail Konvensional Asia Tenggara

AEON360 gandeng Google Cloud bangun ekosistem belanja AI berbasis Gemini di Asia Tenggara, hadirkan personalisasi real-time & agentic commerce mulai Malaysia.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
57
AEON360 Gandeng Google Cloud Bangun Ekosistem Belanja AI, Ancam Dominasi Retail Konvensional Asia Tenggara
AEON360 menggandeng Google Cloud untuk menghadirkan pengalaman belanja berbasis agen AI di Malaysia dan Asia Tenggara mulai April 2026. (Ilustrasi: AI Generated)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — AEON360 resmi menjalin kolaborasi multi-tahun bersama Google Cloud untuk mengembangkan ekosistem berbasis kecerdasan buatan yang dirancang merampingkan pengalaman belanja dan layanan harian di kawasan Asia Tenggara, dengan Malaysia sebagai titik peluncuran pertama. Kemitraan strategis ini diumumkan secara resmi pada 16 April 2026 di Kuala Lumpur dan menjadi salah satu taruhan terbesar industri ritel Asia Tenggara terhadap masa depan perdagangan berbasis agen AI. Kolaborasi ini merupakan fondasi utama peta jalan agentic commerce AEON360 bersama Google Cloud di Asia Tenggara, dirancang agar setiap interaksi pelanggan—mulai dari pencarian produk hingga pengiriman dan dukungan purnajual—dapat menyesuaikan diri secara intuitif terhadap niat belanja pengguna secara real-time.

AEON360 merupakan perusahaan patungan baru yang terbentuk dari AEON Credit Service (M) Bhd dan AEON CO. (M) Bhd, didirikan untuk menyatukan ekosistem Grup AEON melalui keanggotaan terintegrasi, kecerdasan data, dan keterlibatan digital yang mencakup ritel, layanan keuangan, serta pengalaman gaya hidup ke dalam satu perjalanan pelanggan yang terpadu. Entitas baru ini hadir sebagai respons langsung terhadap meningkatnya ekspektasi konsumen Asia Tenggara terhadap pengalaman belanja yang seamless dan dipersonalisasi secara mendalam di tengah ledakan adopsi AI generatif global.

Inti dari kolaborasi ini adalah pengembangan sistem data terpusat untuk menyatukan informasi pelanggan di seluruh layanan AEON, dibangun menggunakan BigQuery, yang akan mendukung sebuah mesin kecerdasan kontekstual yang dirancang menyesuaikan rekomendasi, penetapan harga, serta visibilitas inventaris berdasarkan perilaku dan riwayat transaksi masing-masing pengguna. Sistem ini secara otomatis akan memahami kebiasaan belanja dan riwayat interaksi sebelumnya untuk menyajikan rekomendasi produk yang relevan, harga khusus anggota, serta ketersediaan stok secara real-time melalui aplikasi myAEON2go maupun gerai AEON MaxValu terdekat, sebagaimana dilaporkan VOI.id.

“Ambisi kami adalah membangun ekosistem yang melayani konsumen sebagai entitas yang kohesif dan cerdas, sehingga setiap interaksi terasa dirancang khusus untuk mereka, di mana pun mereka memulai perjalanan belanja,” kata Daisuke Maeda, Chairman AEON360, sebagaimana dikutip MARKETECH APAC.

Maeda menambahkan bahwa bersama Google Cloud, perusahaan tengah beralih dari interaksi digital sederhana menuju agen AI yang mampu menampilkan penawaran paling relevan dan menjalankan tugas-tugas kompleks atas nama pelanggan, dimulai dari Malaysia dengan peta jalan ekspansi ke pasar-pasar Asia Tenggara utama tempat AEON beroperasi, seraya meningkatkan kemampuan staf melalui Innovation Foundry yang baru, berlandaskan fondasi data yang beradaptasi terhadap preferensi yang terus berkembang dan berbasis persetujuan pelanggan.

Untuk memastikan karyawan AEON menguasai literasi AI, Google Cloud akan membantu mendirikan AEON360 Innovation Foundry di Kuala Lumpur—sebuah pusat yang akan membekali karyawan di seluruh lini bisnis AEON dengan keterampilan dan sertifikasi Google, sekaligus menyediakan lingkungan khusus bagi tim untuk menciptakan dan mengembangkan solusi agentic AI yang meningkatkan keterlibatan pelanggan serta membuka peluang pendapatan baru di seluruh ekosistem pedagang, penyewa, dan pemasok AEON. Foundry ini akan menggunakan Gemini Enterprise for Customer Experience untuk menerapkan agen yang dapat dikonfigurasi bagi fungsi belanja maupun layanan pelanggan; agen belanja akan memproses teks, suara, dan gambar untuk membangun keranjang belanja serta menjalankan tindakan yang telah disetujui, sementara agen layanan pelanggan akan memberikan resolusi pertanyaan sepanjang waktu dan mendukung perwakilan manusia dengan panduan real-time.

“Terlalu lama teknologi ritel tradisional menciptakan pengalaman yang terfragmentasi di mana pembeli terpaksa memulai ulang perjalanan mereka di setiap titik,” kata Hana Raja, Country Manager Malaysia di Google Cloud, sebagaimana dikutip MARKETECH APAC.

Hana Raja menegaskan bahwa AEON360 tengah mengubah situasi tersebut dengan memanfaatkan full-stack AI Google Cloud untuk mengubah pengalaman browsing yang melelahkan menjadi pengalaman yang bebas hambatan, dengan kolaborasi ini menghadirkan solusi agentic commerce yang berlandaskan “benang kontekstual yang berkelanjutan”—memastikan informasi mengalir bersama pembeli agar AEON360 dapat mengantisipasi dan bertindak sesuai kebutuhan mereka berikutnya.

AEON360 juga berencana memperluas agentic commerce melampaui platform digitalnya sendiri melalui Universal Commerce Protocol, sebuah standar terbuka yang dipelopori Google, yang menurut perusahaan dapat mendukung layanan masa depan seperti agen bisnis melalui Google Merchant Center, memungkinkan pembeli berinteraksi langsung dengan merek-merek AEON di Google Search. Kemitraan ini selaras dengan strategi agentic commerce yang lebih luas dari Google, yang didukung oleh Universal Commerce Protocol—standar terbuka yang dikembangkan bersama Shopify, Target, dan Walmart.

Selain itu, AEON360 mengungkapkan tengah menjajaki integrasi dengan Google Pay yang memungkinkan pembeli mengotorisasi transaksi yang dipandu agen menggunakan metode pembayaran dan detail pengiriman yang tersimpan secara aman di Google Wallet. Fase implementasi berikutnya akan dipimpin oleh Low Ngai Yuen selaku Managing Director AEON360 dan Glen Cha selaku Chief Technology Officer, yang akan berfokus pada penerjemahan kesepakatan kolaborasi ini menjadi layanan operasional nyata bagi pelanggan. Implementasi serupa juga sedang bermunculan di kawasan ini, termasuk FairPrice Group yang menggunakan AI berbasis Google Cloud untuk keranjang belanja cerdas dan promosi otomatis, menyoroti momentum yang terus berkembang di balik transformasi ritel berbasis AI di Asia Tenggara

Berita Terkait