JAKARTA,Perspektif.co.id - PT Jasa Marga (Persero) Tbk akan memberlakukan penyesuaian tarif di Ruas Tol Prof. Dr. Ir. Soedijatmo atau Tol Sedyatmo (Tol Bandara Soekarno-Hatta) mulai Senin, 5 Januari 2026 pukul 00.00 WIB. Tol akses utama menuju Bandara Soekarno-Hatta itu terakhir kali mengalami kenaikan tarif pada 20 Agustus 2023.
Penyesuaian tarif tersebut merujuk Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 1325/KPTS/M/2025 yang ditetapkan pada 25 November 2025 tentang penetapan golongan kendaraan dan penyesuaian tarif tol pada Ruas Jalan Tol Prof. Dr. Ir. Soedijatmo. (detikfinance) Dalam dokumen keputusan menteri itu, besaran tarif dinyatakan mulai berlaku efektif 14 hari kalender sejak keputusan ditetapkan.
Dalam keterangan tertulis, Jasa Marga menyebut penyesuaian tarif ini diperlukan untuk menjaga kepastian pengembalian investasi sesuai rencana bisnis, menjaga iklim investasi jalan tol, sekaligus mempertahankan dan meningkatkan tingkat layanan (level of services) kepada pengguna jalan.
Tol Sedyatmo selama ini menjadi simpul penting penghubung sejumlah ruas utama di Jabodetabek, termasuk koridor Cawang–Tomang–Pluit, Cawang–Tanjung Priok–Pluit, JORR W1 (Lingkar Barat), hingga konektivitas dengan JORR II (Cengkareng–Batuceper–Kunciran). (detikfinance) Sepanjang 2025, volume lalu lintas di Tol Sedyatmo tercatat 79.635.889 kendaraan, menggambarkan tingginya kebutuhan akses cepat menuju Jakarta maupun Bandara Soetta.
Adapun daftar tarif terbaru yang berlaku mulai 5 Januari 2026 adalah sebagai berikut:
Golongan I Rp 8.500 (tetap)
Golongan II Rp 11.500 (sebelumnya Rp 11.000)
Golongan III Rp 11.500 (sebelumnya Rp 11.000)
Golongan IV Rp 12.500 (sebelumnya Rp 12.000)
Golongan V Rp 12.500 (sebelumnya Rp 12.000).
Di sisi layanan, Jasa Marga juga menyampaikan sejumlah langkah peningkatan operasional dan pemeliharaan di sepanjang 2025. Di antaranya penambahan Oblique Approach Booth (OAB), penyediaan 10 unit mobile reader untuk mempercepat transaksi, serta pengoperasian 8 gerbang tol dengan total 63 gardu yang terdiri dari 26 GTO Single dan 37 GTO Multi. (detikfinance) Perusahaan juga melanjutkan pengembangan Single Lane Free Flow (SLFF) dan integrasi transaksi antarruas tol.
Selain itu, terdapat pekerjaan modifikasi layanan lalu lintas seperti perubahan Gerbang Semi Otomatis (GSO) menjadi Gerbang Tol Otomatis (GTO), peremajaan hydrant, pembaruan papan nama gerbang tol, renovasi ruang server, hingga penambahan sarana pengaturan lalu lintas. (detikfinance) Pada sisi preservasi, Jasa Marga melakukan pemeliharaan di sejumlah titik sepanjang ruas, termasuk rekonstruksi perkerasan, perbaikan PJU dan rambu, serta penguatan perangkat keselamatan.