PURWAKARTA, Perspektif.co.id - Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di ruas Tol Cipularang KM 93 arah Jakarta pada Kamis (5/3/2026) malam sekitar pukul 20.18 WIB. Insiden yang membuat lajur sempat tak bisa dilintasi itu menelan korban jiwa. Data sementara menyebut dua orang meninggal dunia, sementara sejumlah korban lain mengalami luka berat dan luka ringan, dengan seluruh korban dilarikan untuk penanganan medis.
Dugaan awal, rangkaian tabrakan dipicu kendaraan truk kontainer yang mengalami gangguan sistem pengereman atau rem blong saat melaju dari arah Bandung menuju Jakarta di lajur satu. Kasat Lantas Polres Purwakarta AKP Enggar Jati Nugroho menyebut indikasi awal mengarah pada masalah pengereman, “Dugaan awal karena truk kontainer alami rem blong,” sementara Kepala Induk PJR Cipularang Kompol Joko Prihantono juga menyatakan, “Diduga kendaraan kontainer nopol B-9367-UEL mengalami masalah pengereman.”
Kanit Laka Satlantas Polres Purwakarta AKP Ryan Herisandi menuturkan, kecelakaan bermula ketika truk trailer jenis Hino dengan nomor polisi B 9367 UEL melaju di lajur satu pada kontur jalan lurus menurun. Saat tiba di lokasi, arus lalu lintas di depan dilaporkan sedang mengantre menyusul adanya gangguan pada sebuah dump truck. Dalam kondisi itu, pengemudi truk disebut kurang mengantisipasi antrean, lalu menabrak kendaraan yang melaju pelan hingga memicu tabrakan berantai. Ryan menegaskan penyebab pasti masih didalami, karena dugaan rem blong masih merupakan temuan awal yang perlu diperkuat dengan penyelidikan lanjutan.
Dari sisi pengelola jalan tol, peristiwa tersebut dilaporkan sempat berdampak besar pada kelancaran lalu lintas karena seluruh lajur sempat tidak dapat dilintasi. Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) menyampaikan penanganan dilakukan bersama unsur Patroli Jalan Raya, rescue, derek, ambulans, hingga Mobile Customer Service. Pada pukul 20.59 WIB satu lajur mulai dapat dilintasi dan sekitar pukul 21.43 WIB dua lajur kembali dibuka untuk pengguna jalan.
Senior Manager Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Agni Mayvinna, menyebut kecelakaan beruntun ini menimbulkan korban meninggal dan korban luka berat, serta memastikan para korban telah dievakuasi untuk penanganan medis, “Seluruh korban yang telah dievakuasi, dilarikan ke Rumah Sakit Radjak Purwakarta untuk perawatan lebih lanjut.” Kendaraan-kendaraan yang terlibat juga dievakuasi ke pool derek untuk proses pendataan dan penanganan berikutnya.
Berdasarkan data awal kepolisian, daftar kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan beruntun itu mencakup truk kontainer B-9367-UEL yang dikemudikan Muhammad Yahya asal Cikulur, Banten; mobil pikap B-9718-VAF (identitas pengemudi sempat belum diketahui pada pendataan awal); truk BL-8752-NP yang dikemudikan Iahaq Ismail; Toyota Rush F-1308-AZ yang dikemudikan Eko Artanto; Daihatsu Sigra T-1394-BJ yang dikemudikan Soleh Muslim; tronton boks D-9481-AF yang dikemudikan Ari Nursandi; Toyota Hiace E-7666-AA yang dikemudikan Dede Olikin; Toyota Raize T-1518-HO yang dikemudikan Dadang Apriyadi; serta dua kendaraan lain yaitu Mazda Biante dan Toyota Agya yang pada pendataan awal disebut belum lengkap untuk nomor polisi dan identitas pengemudi. Rangkaian kendaraan ini sejalan dengan keterangan petugas dan data lapangan yang memuat kendaraan-kendaraan tersebut sebagai pihak terlibat dalam tabrakan berantai di KM 93. (https://www.metrotvnews.com)
Sementara untuk data korban, kepolisian mencatat korban meninggal dunia (MD) sebanyak dua orang, keduanya penumpang mobil pikap B-9718-VAF yakni Wisnu Nugroho (30) asal Tangerang Selatan dan Muhamad Reza (29) asal Depok. Korban luka berat (LB) tercatat dua orang, yaitu pengemudi pikap B-9718-VAF Eman Wahyudi (35) asal Bogor serta pengemudi Toyota Agya D-1629-ZN Toto Sukanto (73) asal Bandung. Adapun korban luka ringan (LR) berjumlah enam orang, yaitu penumpang Mazda Biante B-1366-PZN Yusniwel (59), pengemudi Mazda Biante Apriandi Azwar (31), balita Afif Yusup Azwar (1), serta tiga penumpang Toyota Agya D-1629-ZN yakni Enih Rosdianah (64), Ilham Hasan (38), dan Berlin Berlian (38). Data ini menjadi bagian dari pendataan awal untuk kebutuhan evakuasi, penanganan medis, dan pemeriksaan lebih lanjut.