JAKARTA,Perspektif.co.id - Kecelakaan beruntun terjadi di ruas Tol Dalam Kota pada Km 12 arah Slipi, Senin (29/12/2025) sore. Insiden tersebut membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi tersendat dan mengular hingga beberapa kilometer.
Informasi kepadatan disampaikan PT Jasa Marga melalui akun X resminya, @PTJASAMARGA. Dalam unggahan pada pukul 17.33 WIB, Jasa Marga menyebut kepadatan terjadi sepanjang 4 kilometer, yakni dari Semanggi Km 8 hingga Slipi Km 12, bersamaan dengan penanganan kecelakaan di bahu luar (kiri). “#Tol_DalamKota Semanggi Km 8-Slipi KM 12 padat, ada penanganan kecelakaan kecelakaan di bahu luar atau kiri,” tulis Jasa Marga.
Kepadatan tersebut memicu perlambatan kendaraan yang melintas di koridor utama Tol Dalam Kota, terutama pengguna jalan yang menuju kawasan Slipi dan sekitarnya. Seiring proses penanganan, petugas kepolisian lalu lintas turut diterjunkan untuk membantu pengamanan lokasi kejadian sekaligus mempercepat penguraian arus.
Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Dhanar Dhono, membenarkan adanya insiden tersebut dan menyatakan penanganan sudah dilakukan di lapangan. Ia mengatakan sebagian kendaraan yang terlibat sudah dievakuasi dari titik kejadian. “Sedang ditangani, saat ini dia kendaraan sudah dievakuasi,” kata Dhanar saat dikonfirmasi.
Meski begitu, Dhanar mengungkap masih ada satu kendaraan yang tersisa di bahu jalan. Kondisi itu ikut memengaruhi kelancaran arus, sehingga petugas masih fokus melakukan pencairan lalu lintas agar antrean tidak semakin panjang. “Tinggal satu kendaraan di bahu jalan. Terdapat kepadatan namun petugas masih melakukan pencairan arus lalin,” ujarnya.
Hingga sore menjelang malam, pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi segmen Semanggi–Slipi, menjaga jarak aman, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Bagi pengendara yang memiliki opsi rute alternatif, disarankan mempertimbangkan jalur lain untuk menghindari perlambatan, terutama pada jam padat arus pulang kerja dan aktivitas jelang pergantian hari.