TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Kritik terhadap arah desain Apple kian mengeras seiring peluncuran macOS 26 Tahoe. Web desainer Jim Nielsen menyulut perdebatan luas di komunitas teknologi global setelah mempublikasikan analisis tajam di blog pribadinya, menyimpulkan bahwa jika ikon aplikasi Mac disusun secara kronologi terbalik, hasilnya tampak seperti portofolio seseorang yang semakin ahli dalam desain—bukan sebaliknya. Temuan ini bukan sekadar kritik estetika, melainkan sinyal krisis identitas desain di platform yang pernah menjadi tolok ukur industri.
Persoalan berpusat pada pendekatan baru Apple yang disebut Liquid Glass—bahasa desain terpadu yang diperkenalkan di macOS 26 Tahoe. Sistem baru ini memaksa seluruh ikon masuk ke dalam bentuk squircle seragam, dan secara otomatis menerapkan efek layered glass pada ikon aplikasi pihak ketiga seperti Slack dan iA Writer, yang berujung pada tampilan buram dan tidak tajam.
Aplikasi Dictionary misalnya, terus merosot dari representasi buku yang jelas menjadi gumpalan merah dengan tulisan “Aa”. Disk Utility dan Migration Assistant kehilangan citra drive dan panah yang selama ini mudah dikenali, digantikan bentuk geometris tanpa makna.
Desainer Nikita Tonsky, penulis blog teknis terkemuka, menggambarkan kondisi ini dengan blak-blakan. “Ikon macOS Tahoe itu tidak menyenangkan, mengalihkan perhatian, tidak terbaca, berantakan, penuh sesak, membingungkan, dan membuat frustrasi,” tulisnya, mengutip panduan desain Apple sendiri dari tahun 1992 sebagai pembanding.
Jim Nielsen memperkuat kritik itu dengan menyebut macOS Tahoe melanggar panduannya sendiri, termasuk aturan lama Apple: “Jangan gunakan simbol sembarangan di menu karena menambah kekacauan visual dan berpotensi membingungkan pengguna.”
TechRadar bahkan menulis bahwa macOS 26 terasa seperti “produk setengah jadi yang retak di mana-mana,” sementara mantan kepala desain Apple Alan Dye—yang belakangan mundur dari jabatannya—disebut-sebut sebagai salah satu pihak yang menanggung beban kritik terbesar.
Nielsen menegaskan bahwa Apple kini menentukan standar sekaligus aturan tampilan ikon di seluruh ekosistem Mac, dan ke mana Apple melangkah, seluruh ekosistem terpaksa ikut—termasuk pengembang pihak ketiga kelas dunia seperti The Iconfactory yang tetap berjuang menghasilkan karya terbaik meski terkekang oleh aturan desain terbaru Apple.