BANDUNG BARAT, Perspektif.co.id - Bencana longsor yang disertai banjir bandang menerjang Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Dampak terparah dilaporkan terjadi di jalur permukiman Kampung Pasirkuning hingga Kampung Pasir Kuda RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, setelah material tanah dan lumpur meluncur dari arah perbukitan menuju rumah-rumah warga.
Kapolsek Cisarua A. Y. Yogaswara menyebut peristiwa bermula ketika warga mendengar suara gemuruh kuat, lalu menyadari adanya pergerakan tanah dari arah Pasirkuning ke Pasir Kuda. “Sebelum kejadian, warga mendengar suara gemuruh cukup kuat. Setelah dicek, terlihat material tanah bergerak dari arah Pasirkuning hingga Pasir Kuda,” kata Yogaswara dalam keterangan yang disampaikan pada Sabtu.
Laporan awal menyebut sekitar 30 rumah tertimbun material longsor. Data sementara juga mencatat 114 warga terdampak, dengan rincian 21 orang ditemukan selamat, empat orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 89 orang lainnya masih dalam proses pencarian.
Seiring berjalannya evakuasi, jumlah korban dilaporkan berubah. Hingga Sabtu siang (24/1) pukul 12.00 WIB, kepolisian yang menjadi rujukan laporan ANTARA menyebut korban meninggal bertambah menjadi tujuh orang, sementara pencarian terhadap warga yang diduga masih tertimbun masih terus dilakukan tim gabungan.
Proses pencarian dan evakuasi melibatkan unsur kepolisian, TNI, BPBD, relawan, hingga warga setempat yang bergotong royong di lokasi. Namun, upaya penyisiran menghadapi tantangan medan yang berat, ketebalan material longsor, serta potensi cuaca yang masih memungkinkan hujan di kawasan tersebut. “Kami tetap berupaya maksimal melakukan pencarian korban dengan mengutamakan keselamatan petugas di lapangan,” ujar Yogaswara.
Aparat juga melakukan pengamanan area terdampak dan koordinasi lintas instansi untuk penanganan darurat. Warga yang tinggal di sekitar titik longsoran diimbau menjauh dari lokasi serta tetap waspada terhadap kemungkinan bencana susulan mengingat kondisi tanah dinilai masih labil.