24 January 2026, 13:40

Hujan Deras Picu Longsor Lembang, Pasutri Muda Tewas Tertimbun; Jalur Kolonel Masturi Sempat Lumpuh

Sepasang suami istri dilaporkan meninggal dunia setelah rumahnya tertimbun longsor tebing di Kampung Sukadami, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Deden M Rojani
962
Hujan Deras Picu Longsor Lembang, Pasutri Muda Tewas Tertimbun; Jalur Kolonel Masturi Sempat Lumpuh
Ilustrasi longsor. (CNN Indonesia/Cesar)

BANDUNG BARAT, Perspektif.co.id - Sepasang suami istri dilaporkan meninggal dunia setelah rumahnya tertimbun longsor tebing di Kampung Sukadami, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026) dini hari. Peristiwa terjadi sekitar pukul 04.00 WIB usai wilayah Sukajaya diguyur hujan deras berintensitas tinggi sejak malam.

Kapolsek Lembang Dana Suhenda menjelaskan, curah hujan membuat tanah menjadi gembur hingga tebing tak lagi mampu menahan debit air. “Curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan tanah menjadi gembur. Tebing dengan ketinggian sekitar 25 meter dan lebar 12 meter tidak mampu menahan debit air, sehingga terjadi longsor dan menimpa satu unit rumah warga,” kata Dana. 

Dalam kejadian tersebut, dua penghuni rumah bernama Hendra Hermawan (25) dan Hana Hardianti (20) meninggal dunia di lokasi setelah tertimbun material longsoran. Keduanya diketahui pasangan suami istri dan bekerja sebagai buruh harian lepas. 

Dana menyebut proses evakuasi telah dilakukan dan jenazah korban sudah dimakamkan. “Korban suami istri tertimpa reruntuhan rumah akibat longsor. Keduanya telah berhasil dievakuasi dan dimakamkan,” ujarnya. 

Selain menelan korban jiwa, dampak longsor juga merembet ke akses jalan utama Kolonel Masturi, tepatnya di depan kawasan Rumah Seniman Pohon Bambu. Sebuah pohon bambu roboh menutup badan jalan sehingga sempat memutus jalur penghubung Cisarua–Lembang dari dua arah.

“Untuk akses Jalan Kolonel Masturi sempat tidak bisa dilalui dari dua arah akibat pohon bambu roboh. Namun, saat ini jalur tersebut sudah berhasil dibuka dan dapat kembali dilintasi kendaraan,” kata Dana. 

Petugas kepolisian bersama aparat desa dan warga setempat melakukan penanganan darurat, mulai dari evakuasi korban hingga pembersihan material longsor serta pohon tumbang yang menutup jalan. Warga diminta tetap waspada karena cuaca masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi, terutama di wilayah perbukitan yang rawan pergerakan tanah. 

Sejalan dengan itu, BMKG Bandung sebelumnya juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan di Jawa Barat, termasuk risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor. 

Berita Terkait