11 July 2026, 17:02

Pilar Ingatkan Karang Taruna Tinggalkan Premanisme, Ajak Fokus pada Pengabdian dan Kegiatan Sosial

Pilar mengaku memiliki pengalaman panjang di organisasi Karang Taruna tingkat Provinsi Banten.

Reporter: Deden M Rojani
Editor: Zainur Akbar
23
Pilar Ingatkan Karang Taruna Tinggalkan Premanisme, Ajak Fokus pada Pengabdian dan Kegiatan Sosial
Pelantikan Pengurus Karang Taruna Pamulang. / Doc: Perspektif

TANGERANG SELATAN, Perspektif.co.id – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan yang juga Ketua Karang Taruna Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, mengingatkan seluruh pengurus Karang Taruna agar meninggalkan praktik-praktik negatif yang pernah melekat pada sebagian organisasi kepemudaan di masa lalu. Ia menegaskan Karang Taruna harus tampil sebagai organisasi sosial yang profesional, produktif, dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.

Pesan tersebut disampaikan Pilar saat menghadiri pelantikan pengurus Karang Taruna Kecamatan Pamulang. Menurutnya, tantangan organisasi kepemudaan saat ini bukan lagi persoalan menjaga eksistensi, melainkan membangun kepercayaan publik melalui kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pilar mengaku memiliki pengalaman panjang di organisasi Karang Taruna tingkat Provinsi Banten. Selama sekitar satu dekade menjabat sebagai Wakil Ketua Karang Taruna Banten, ia mengaku pernah menghadapi berbagai persoalan yang melibatkan oknum anggota Karang Taruna di sejumlah daerah.

"Selama sepuluh tahun saya menjadi Wakil Ketua Karang Taruna Banten, saya melihat Karang Taruna di berbagai daerah memiliki karakter yang sangat beragam. Saya pernah diminta membantu tengah malam karena ada anggota Karang Taruna yang terlibat kasus pembacokan hingga diamankan di kantor polisi. Ada juga yang menghentikan truk pasir lalu meminta uang kepada setiap kendaraan yang melintas," ujar Pilar.

Menurutnya, praktik-praktik seperti itu merupakan pola lama yang tidak boleh lagi terjadi di organisasi Karang Taruna masa kini. Ia berharap seluruh pengurus Karang Taruna, khususnya di Kecamatan Pamulang, mampu menjaga nama baik organisasi dan menjadi teladan di tengah masyarakat.

"Saya rasa di Pamulang sudah tidak ada lagi yang seperti itu. Jangan sampai nanti hanya karena melihat ada gedung baru, kemudian dijaga atau dikuasai oleh oknum yang mengatasnamakan Karang Taruna. Jangan ada lagi truk pasir atau truk semen yang dihentikan. Itu gaya organisasi 20 sampai 30 tahun yang lalu dan harus kita tinggalkan," tegasnya.

Pilar menilai, organisasi kepemudaan harus mampu bertransformasi menjadi wadah pemberdayaan generasi muda yang aktif mendukung pembangunan daerah. Karena itu, Karang Taruna diharapkan lebih banyak terlibat dalam kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, kewirausahaan, pendidikan, hingga penanganan persoalan sosial di lingkungan masing-masing.

Ia juga berharap hubungan Karang Taruna dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), seperti kepolisian, TNI, serta pemerintah kecamatan, dapat terjalin secara harmonis melalui berbagai kegiatan yang positif.

"Mari kita buat Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kapolsek, dan Danramil selalu tersenyum melihat aktivitas Karang Taruna. Jangan sampai organisasi ini kembali identik dengan persoalan-persoalan yang negatif. Karang Taruna harus dikenal karena pengabdiannya kepada masyarakat," katanya.

Menurut Pilar, perubahan paradigma organisasi menjadi kunci agar Karang Taruna semakin dipercaya masyarakat sekaligus mampu menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Tangerang Selatan.

Ia optimistis, dengan kepengurusan yang baru dan semangat kolaborasi yang terus dibangun, Karang Taruna Tangsel mampu menghadirkan berbagai program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat citra organisasi sebagai wadah pembinaan generasi muda.

Berita Terkait