16 October 2026, 15:06

Kualitas Kepemimpinan Sudirman Said di Atas Prabowo-Gibran

Sudirman Said menempati posisi ke-17 dalam survei kualitas kepemimpinan SMRC dengan skor 6,3. Simak kiprahnya membangun pendidikan, Universitas Harkat Negeri.

Reporter: Redaksi Perspektif
Editor: Deden M Rojani
12
Kualitas Kepemimpinan Sudirman Said di Atas Prabowo-Gibran
Sudirman Said.

CATATAN REDAKSI, Perspektif.co.id - Dari 20 nama yang muncul dalam survei tentang kualitas pemimpin yang ditaja Saiful Mujani Reseach and Consulting (SMRC) pada Kamis, 15 Oktober ini ada satu yang menarik, yaitu Sudirman Said. Ia memang bukan nama asing. Pernah membereskan Pertamina, merapikan Universitas Paramadina sepeninggal almarhum Prof. Nucholish Madjid, membangun kembali Aceh-Nias setelah tsunami melalui Badan Rekonsiliasi dan Rekonstruksi (BRR) bareng Kuntoro Mangkusubroto, dan ketika menjadi Menteri ESDM membereskan urusan migas dan energi sehingga bisa berdiri dengan bangga di hadapan publik internasional.

Tetapi, sejak 2024 lalu ia sebenarnya melipir ke pinggir dan membangun kampung halamannya di Slatri, Brebes dan Tegal. Menjalankan visi besar almarhumah ibundanya, Mbok Tarnyu, tentang pendidikan. Ia terpanggil untuk berbuat sesuatu untuk kampung halamannya. Di tengah keterbatasannya, satu per satu ia mewujudkan gagasan-gagasannya. Ia memulainya dengan membesarkan Padepokan Kalisoga yang menjadi tempat pelatihan pemimpin-pemimpin muda dari berbagai pojok Nusantara. Dalam dua tahun ini ia intens membangun Universitas Harkat Negeri (UHN) di Tegal.

Dan, alhamdulillah, meski baru satu tahun berdiri secara resmi, UHN sudah menjalin kerja sama dan mendapatkan kepercayaan dari berbagai pihak, termasuk dari Harvard Medical School, Amerika Serikat. Kampus top dunia itu bekerja sama dengan UHN untuk joint research untuk memperbaiki pelayanan kesehatan primer di Tegal dan Brebes. Selain itu, dari 4.000 mahasiswa, Sudirman Said berkomitmen menyediakan 20% kursinya untuk beasiswa penuh. Kini, ia tengah mengujicobakan tanah seluas 10 hektare untuk pertanian dan teknologi pangan; tanah ini sebenarnya milik para petani, tetapi mereka biasanya meninggalkannya tak tergarap pada musim kemarau karena mereka kesulitan akses air. Sudirman menyewanya sehingga menjadi lahan produktif, dan dalam satu atau dua bulan ke depan di sawah ini akan panen melon, semangka, dan jagung.

Yang menarik dari survei opinion leaders yang diadakan SMRC tadi adalah kemampuannya untuk memotret daya kepemimpinan, bahkan mereka-mereka yang tak memegang jabatan publik seperti Sudirman Said. Mereka yang terus bergerak dan berkontribusi, bahkan tanpa memegang otoritas.

Kalau dilihat dari 20 nama teratas, Sudirman Said ada di nomor 17 dengan skor 6,3. Nomor ini bahkan menyalip kualitas kepemimpinan Prabowo-Gibran, wakil presiden RI, yang ada di posisi runner up terakhir 30 dengan skor 4,4. 

Berita Terkait