10 October 2026, 08:24

Heboh! Video Rem Patah Mobil Huawei Tak Bisa Diputar di Ponsel Huawei, Tapi Lancar di HP Merek Lain

Video uji rem Maextro V800 dilaporkan tak bisa diputar di ponsel Huawei lewat aplikasi Dongchedi. Netizen curiga diblokir, Huawei sebut masalah adaptasi.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
5
Heboh! Video Rem Patah Mobil Huawei Tak Bisa Diputar di Ponsel Huawei, Tapi Lancar di HP Merek Lain
Kontroversi Maextro V800: pedal rem patah saat uji darurat dan video uji rem yang dilaporkan tak bisa diputar di ponsel Huawei, namun normal di ponsel merek lain. (Foto: Ilustrasi)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Pengguna ponsel Huawei di China melaporkan tidak bisa memutar video uji rem Maextro V800 di aplikasi Dongchedi pada Jumat (9/10/2026). Video yang sama dilaporkan tetap lancar di iPhone dan ponsel Android merek lain. Kejadian ini memicu tudingan pembatasan konten, tepat saat reputasi mobil mewah hasil kolaborasi Huawei dan JAC itu sedang dipertanyakan.

Kisahnya bermula sehari sebelumnya, Kamis (8/10/2026). Dongchedi, platform informasi otomotif milik ByteDance, merilis video uji pengereman darurat dari 100 km/jam hingga berhenti pada tiga unit Maextro V800. Menurut CnEVPost, dudukan pedal rem ketiganya patah.

Unit pertama patah pada percobaan ketiga dan unit kedua pada percobaan keempat. Unit ketiga, yang dibeli belakangan, gagal pada percobaan kedua. Pedal rem tak lagi bisa dipakai, sehingga penguji menghentikan mobil lewat rem darurat lewat tuas Park, tulis CnEVPost.

Pasar bereaksi cepat. Saham JAC Motors anjlok hingga batas bawah harian pada hari video tayang, lalu kembali menyentuh batas bawah keesokan harinya, menurut laporan Yicai Global. Maextro V800 dibanderol 766.000 yuan hingga 1,016 juta yuan, atau sekitar Rp2,03 miliar hingga Rp2,68 miliar (kurs Rp17.900 per dolar AS).

Pada Kamis malam, Maextro merilis pernyataan resmi. Merek itu menegaskan sistem remnya telah diuji melampaui standar nasional dan industri China. Mereka juga mengklaim belum ada kasus patah dudukan pedal pada penggunaan nyata sejak unit pertama dikirim ke konsumen.

CnEVPost mengutip Maextro yang menyebut kondisi dalam video sebagai:

"Kondisi uji yang tidak standar dan ekstrem." (terjemahan dari pernyataan Maextro, dikutip CnEVPost)

Maextro berjanji menyempurnakan desain komponen itu dan menawarkan peningkatan gratis bagi pemilik yang sudah menerima mobil. Pakar yang dikutip Yicai Global menilai arah gaya tekan, metode uji, dan data beban maksimum bisa memengaruhi hasil. Seorang pejabat Chinese Society of Automotive Engineers menyebut belum ada standar industri tunggal yang menetapkan gaya maksimum pada pedal rem.

Polemik membesar pada Jumat pagi. Media Tiongkok, termasuk laporan Nanfang+ yang dimuat 21 Jingji, menyebut video utama uji rem itu sulit diakses di sejumlah platform. Di aplikasi Dongchedi versi HarmonyOS, sejumlah pengguna Huawei mendapat pesan berikut saat mencoba memutarnya:

"Fitur sedang dibuka secara bertahap, harap nantikan." (pesan di aplikasi Dongchedi, dilaporkan Nanfang+ via 21 Jingji)

Warganet langsung curiga ada pembatasan. Dalam laporan Nanfang+ via 21 Jingji, sejumlah netizen yang tidak disebutkan namanya menuding aplikasi tersebut telah:

"Dibajak." (komentar netizen, dikutip Nanfang+ via 21 Jingji)

Sebuah video di Xiaohongshu yang membandingkan empat ponsel ikut viral. Menurut laporan NTDTV, ponsel Apple dan Android lain memutar video dengan normal, sedangkan dua ponsel Huawei menampilkan pesan yang sama. Beberapa netizen menyindir bahwa pengguna "kena OTA", yakni pembaruan perangkat lunak jarak jauh. NTDTV tidak menyebut nama pengomentarnya.

Pengujian wartawan memperumit klaim itu. Nanfang+ mencoba langsung di ponsel HarmonyOS dan menemukan semua video berlabel sumber Douyin tak bisa diputar, bukan hanya konten V800. Media lain yang menguji Pura 90, Mate 90, dan Pura X MAX di gerai Huawei menemukan pola serupa, sementara video asli unggahan Dongchedi tetap bisa dibuka, lapor Smzdm.

Layanan pelanggan Huawei menjelaskan bahwa fitur terkait di HarmonyOS versi terbaru masih dalam tahap adaptasi dan akan dikoordinasikan dengan pengembang aplikasi pihak ketiga. Layanan pelanggan Dongchedi menyebut pengguna HarmonyOS belum didukung untuk video sinkronisasi Douyin dan menargetkan perbaikan dalam sehari, menurut NTDTV.

Hingga berita ini ditulis, belum ada bukti terbuka bahwa Huawei sengaja menyaring konten itu. Namun waktunya yang berdekatan dengan skandal rem membuat publik tetap curiga. Sejumlah merek pesaing, seperti Yangwang milik BYD, ikut menyorot kekuatan pedal rem mereka, menurut CarNewsChina.

Berita Terkait