08 October 2026, 07:27

Surface Laptop Ultra Meluncur Rp46 Juta, Microsoft & Nvidia Pamer RTX Spark: Windows 11 Kini Punya 'Otak' AI Lokal

Microsoft dan Nvidia rilis Surface Laptop Ultra RTX Spark mulai US$2.599 (±Rp46 juta) di event Windows 7 Oktober 2026, plus agen AI lokal Windows 11.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
9
Surface Laptop Ultra Meluncur Rp46 Juta, Microsoft & Nvidia Pamer RTX Spark: Windows 11 Kini Punya 'Otak' AI Lokal
Surface Laptop Ultra warna Nightfall bertenaga chip Nvidia RTX Spark yang diumumkan Microsoft dalam acara Windows dan Surface di San Francisco, 7 Oktober 2026. (Foto: Microsoft)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Microsoft dan Nvidia resmi membuka prapesan Surface Laptop Ultra bertenaga chip RTX Spark dengan harga mulai US$2.599 atau sekitar Rp46 juta. Pengumuman itu disampaikan dalam acara Windows dan Surface di San Francisco, Amerika Serikat, Rabu (7/10/2026) waktu setempat, menurut laporan Tom's Hardware dan BGR.

Acara yang dimulai pukul 10.00 PT atau Kamis (8/10/2026) pukul 00.00 WIB ini menjadi panggung besar pertama Microsoft untuk lini Windows dalam lebih dari dua tahun. Engadget mencatat, Microsoft terakhir menggelar acara sebesar ini pada Mei 2024 saat meluncurkan Copilot+ PC.

CEO Microsoft Satya Nadella, CEO Nvidia Jensen Huang, dan bos Windows dan Devices Pavan Davuluri bergantian tampil di panggung. Mereka mengusung tema perubahan wajah komputer pribadi di era kecerdasan buatan yang berjalan langsung di perangkat.

Sebelum acara, Windows Latest dan Yahoo Tech mengutip undangan resmi Microsoft yang menyebut bahwa pembahasan akan berpusat pada:

"Bagaimana AI lokal akan membentuk babak berikutnya PC."

Hasilnya, Surface Laptop Ultra tampil sebagai bintang utama. Windows Central melaporkan varian dasarnya memakai CPU N1X 18-inti, GPU RTX Blackwell 5.120-inti, RAM terpadu 24GB, dan SSD 512GB, dengan harga US$2.599,99 (sekitar Rp46 juta).

BGR menyebut varian lebih tinggi dengan GPU 6.144-inti dan CPU 20-inti dibanderol US$3.699,99 atau sekitar Rp65,5 juta. TechRepublic mencatat konfigurasi tertinggi bisa menyentuh US$5.899,99, setara kurang lebih Rp104,4 juta.

Angka itu jauh di atas Surface Laptop reguler yang, menurut Engadget, dijual mulai US$1.200 atau sekitar Rp21,2 juta. Selisih harga tersebut menunjukkan Microsoft kini membidik kreator, pengembang AI, dan gamer kelas atas, bukan pengguna harian.

Dari sisi spesifikasi, BGR merinci laptop ini memiliki memori terpadu hingga 128GB dan performa AI hingga 1 petaflop pada presisi FP4. Kapasitas termalnya diklaim 2,5 kali lipat Surface Laptop sebelumnya, dengan bodi di bawah 18 mm dan bobot kurang dari 4,5 pon.

Layarnya berupa PixelSense 15 inci layar sentuh yang diklaim memiliki puncak HDR paling terang di kelas laptop. Microsoft juga memperkenalkan pengisi daya USB-C magnetis pertama di dunia untuk PC, mirip konsep MagSafe di MacBook, menurut liputan langsung BGR.

Dalam demonstrasi, Davuluri menjalankan GitHub Copilot sambil memainkan Gears of War: E-Day pada 60 fps, tulis Tom's Hardware. Microsoft menjanjikan ratusan gim siap pakai sejak hari pertama, sementara Call of Duty menyusul ke RTX Spark pada 2027.

Di sisi lain, Microsoft memperkenalkan Surface RTX Spark Dev Box seharga US$5.999 atau sekitar Rp106,2 juta, desktop ringkas untuk pengembang model AI lokal. Engadget dan BGR mencatat perangkat ini juga sudah bisa dipesan mulai hari itu.

Nvidia turut memamerkan DGX Station untuk Windows, yang disebut mampu menjalankan model berskala triliunan parameter dari satu meja kerja. Dua desktop baru dijadwalkan menyusul akhir tahun ini, menurut BGR.

Ekosistem mitra juga ikut bergerak. Lenovo Yoga 9n 2-in-1, Asus ProArt P14, Dell XPS 16, MSI Prestige N16, dan HP OmniBook Ultra 16 dipastikan memakai RTX Spark. Semuanya dapat dipesan sekarang dan mulai dikirim Jumat (16/10/2026), seperti dilaporkan BGR.

Di panggung, Jensen Huang menyebut kolaborasi ini sebagai perubahan mendasar. Dalam sesi diskusi dengan Nadella, ia menegaskan, seperti dikutip BGR:

"Kami menciptakan ulang komputer pribadi secara total."

Pada sisi perangkat lunak, Microsoft memastikan tidak ada Windows 12. Windows Latest sebelumnya sudah memperingatkan hal itu, dan BGR mencatat Surface Laptop Ultra didemokan dengan Windows 11. Fokusnya adalah kecerdasan buatan "hibrida" yang memadukan model lokal dan cloud.

Menurut liputan BGR, Copilot di Windows 11 kini bisa mengakses konteks lokal, seperti file di PC, serta bertindak atas nama pengguna dengan izin. Sistem akan memilih sendiri apakah tugas dikerjakan model lokal atau cloud, dan fitur hibrida ini dapat dimatikan sepenuhnya.

Keamanan agen menjadi sorotan utama. Microsoft Execution Containers kini berstatus tersedia umum. Microsoft Defender akan menandai prompt berbahaya, dan aktivitas agen dipisahkan dari aktivitas pengguna. Organisasi juga bisa memantau perilaku berisiko agen, menurut BGR.

Microsoft juga mengumumkan fitur "Get Started" untuk memasang agen populer tanpa terminal atau konfigurasi rumit. BGR mencatat agen pribadi Muse dari Meta dan "portable computer" dari Perplexity ikut hadir secara native di Windows.

Untuk pengembang, llama.cpp masuk ke Windows ML. DeepSeek V4 Flash dapat berjalan lokal dengan memori 60GB, sementara jejak MAI-Code-1.1-Flash dipangkas 80%. GitHub HydraFusion, yang mendukung model AI lokal Windows, dijadwalkan meluncur 15 Oktober.

Windows Search juga dirombak dengan lebih dari seribu aksi cepat langsung dari kotak pencarian, mulai musim gugur ini. Sebagian fitur AI baru akan tiba bertahap dalam beberapa bulan ke depan, kata BGR.

Prapesan Surface Laptop Ultra kini dibuka lewat situs Microsoft dalam warna Platinum dan Nightfall, dan pengiriman perdana dijadwalkan 16 Oktober 2026. Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi harga resmi atau jadwal ketersediaan untuk pasar Indonesia.

Berita Terkait