01 March 2026, 15:29

Khamenei Wafat, Amarah Meledak di Karachi: Massa Serbu Konjen AS, 8 Tewas dan Puluhan Terluka

Kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, memicu gelombang kemarahan di Karachi, Pakistan.

Reporter: M. Ansori
Editor: Zainur Akbar
988
Khamenei Wafat, Amarah Meledak di Karachi: Massa Serbu Konjen AS, 8 Tewas dan Puluhan Terluka
Ilustrasi demonstrasi (Foto: Shutterstock)

Perspektif.co.id - Kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, memicu gelombang kemarahan di Karachi, Pakistan. Aksi demonstrasi yang menyasar Konsulat Amerika Serikat di Karachi berujung ricuh dan menelan korban jiwa. Sedikitnya delapan orang dilaporkan tewas dan 20 lainnya mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

Berdasarkan laporan kantor berita Agence France-Presse (AFP), Minggu (1/3/2026), ribuan massa pro-Iran berkumpul di sekitar area konsulat. Situasi memanas ketika sekelompok pemuda memanjat gerbang utama dan menerobos masuk ke jalur akses gedung diplomatik tersebut. Mereka merusak sejumlah jendela bangunan utama di tengah penjagaan ketat aparat keamanan.

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan sekelompok demonstran menghancurkan kaca-kaca gedung konsulat, sementara bendera Amerika Serikat tampak tetap berkibar di atas kompleks yang dikelilingi kawat berduri itu. Aparat kepolisian merespons dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang semakin tidak terkendali.

Dalam orasinya, salah seorang demonstran menyerukan perlawanan terbuka terhadap Amerika Serikat. “Kita harus tetap bersatu. Tidak ada kekuatan yang dapat menghentikan kita. Kita akan membakar konsulat Amerika di Karachi. Insyaallah, kita akan membalas dendam atas pembunuhan pemimpin kita,” teriaknya di tengah kerumunan.

Kericuhan yang terjadi menyebabkan korban berjatuhan. Juru bicara layanan penyelamatan Yayasan Edhi, Muhammad Amin, menyatakan pihaknya telah mengevakuasi sejumlah korban ke fasilitas kesehatan terdekat. “Kami telah memindahkan setidaknya delapan jenazah ke rumah sakit sipil Karachi, sementara 20 lainnya terluka dalam insiden di konsulat,” ujarnya. Ia menambahkan sebagian besar korban mengalami luka akibat tembakan.

Gelombang aksi solidaritas tidak hanya terjadi di Karachi. Ribuan warga juga turun ke jalan di Lahore di wilayah timur Pakistan serta di Skardu di kawasan utara. Unjuk rasa lanjutan bahkan diperkirakan akan berlangsung pada sore hari di sekitar kawasan diplomatik yang menjadi lokasi Kedutaan Besar Amerika Serikat di Islamabad.

Otoritas keamanan Pakistan meningkatkan pengamanan di sejumlah titik strategis, terutama di area yang berdekatan dengan fasilitas diplomatik asing. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait kerusakan gedung konsulat maupun potensi korban dari pihak staf diplomatik.

Berita Terkait