BEIJING, Perspektif.co.id – Menteri Perdagangan China, Wang Wentao, menyerukan kerja sama dari pihak Amerika Serikat (AS) dalam upaya melanjutkan negosiasi dagang yang kian memanas akibat kebijakan tarif era Trump yang kembali diberlakukan.
Pernyataan tersebut disampaikan Wang menyusul kekhawatiran pasar atas eskalasi konflik dagang antara dua ekonomi terbesar dunia. Ketegangan ini disebut turut mendorong sentimen negatif di pasar kripto, yang kini mengalami tekanan jual dan penurunan harga secara global.
“Kami berharap Amerika Serikat bersedia bekerja sama dengan China untuk menyelesaikan perbedaan melalui dialog dan konsultasi yang setara,” ujar Wang dalam laporan yang dikutip Reuters, Kamis (17/10).
Tarif 100% Picu Kekhawatiran Baru
Ketegangan dagang meningkat sejak pengumuman Presiden AS mengenai pemberlakuan tarif sebesar 100% terhadap produk-produk asal China yang mulai berlaku pada 11 November lalu. Langkah tersebut dinilai memperkeruh hubungan dagang yang sebelumnya sempat mencair.
Ketika ditanya soal potensi perang dagang berkepanjangan jika tak tercapai kesepakatan, Presiden Trump menyatakan bahwa “perang dagang sudah berlangsung.”
Wang menanggapi pernyataan tersebut dengan menyiratkan bahwa AS memegang tanggung jawab terbesar atas memburuknya hubungan ekonomi saat ini. Ia menuding kebijakan Washington sebagai penyebab utama fluktuasi dalam relasi ekonomi dan perdagangan antara kedua negara.
Pasar Kripto Kena Imbas
Ketegangan ini tidak hanya berimbas pada hubungan dagang bilateral, tetapi juga mengguncang pasar keuangan global, khususnya aset digital. Beberapa mata uang kripto utama seperti Bitcoin dan Ethereum mencatatkan penurunan harga tajam dalam 24 jam terakhir, seiring meningkatnya ketidakpastian pasar.
Analis memandang bahwa investor mulai mengalihkan aset dari instrumen berisiko tinggi di tengah kekhawatiran akan rantai pasok terganggu, kebijakan proteksionis meningkat, dan sentimen global memburuk.
Saling Tuduh: Siapa Biang Masalahnya?
Di sisi lain, AS juga menyalahkan kebijakan ekspor China sebagai faktor utama terganggunya stabilitas ekonomi global. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menuding bahwa Beijing sengaja memperburuk kondisi ekonomi dunia melalui kontrol ekspor yang dianggap merusak persaingan dagang secara adil.
Bessent menegaskan bahwa pemerintahan Trump akan terus mengambil langkah tegas untuk melindungi kepentingan industri strategis domestik serta menjaga stabilitas ekonomi AS.
Jalan Tengah Masih Terbuka
Meski saling tuding terus berlangsung, pernyataan Wang yang menekankan niat baik China untuk membuka ruang dialog dan kerja sama memberi sinyal bahwa kemungkinan kesepakatan masih terbuka. Wang berharap AS dapat menciptakan iklim kerja sama yang lebih stabil dan memberikan kepastian bagi perusahaan di kedua negara.
“Syarat utama bagi kerja sama bisnis yang sehat adalah stabilitas dan ekspektasi yang jelas,” ujarnya.***