24 June 2026, 18:47

Gebrakan Huawei: Paten HP Lipat Tiga Vertikal Bakal Bikin Pesaing Ketar-ketir!

Huawei ajukan paten HP lipat tiga vertikal desain S-fold. Inovasi mekanisme layar lipat baru Huawei ini bakal ubah standar smartphone lipat masa depan.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
67
Gebrakan Huawei: Paten HP Lipat Tiga Vertikal Bakal Bikin Pesaing Ketar-ketir!
Bocoran skema paten Huawei untuk perangkat smartphone lipat tiga (trifold) dengan mekanisme engsel vertikal inovatif yang akan mengubah masa depan teknologi layar fleksibel. (Foto: XLEAKS7)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Huawei kembali mengguncang industri teknologi dengan mengajukan paten perangkat smartphone lipat tiga atau tri-fold dengan mekanisme vertikal yang revolusioner. Berdasarkan dokumen yang terdaftar di United States Patent and Trademark Office (USPTO) dengan nomor draf US 2026/0147388 A1, raksasa teknologi asal Tiongkok ini bereksperimen dengan desain clamshell yang jauh lebih kompleks daripada yang pernah ada di pasaran saat ini.

Temuan ini pertama kali dilaporkan oleh PostFast yang berkolaborasi dengan David dari xleaks7. Berbeda dengan seri Mate XT yang melipat secara horizontal layaknya sebuah buku, paten terbaru ini memperlihatkan perangkat yang melipat dua kali dalam arah vertikal menggunakan dua engsel terpisah, membentuk pola lipatan "S" yang sangat ringkas saat ditutup sepenuhnya.

"Ini bukan sekadar HP lipat dengan dua engsel seperti Huawei Mate XT Ultimate yang sudah mereka luncurkan, melainkan HP lipat tiga vertikal yang bisa jadi calon Pura X Trifold," tulis media teknologi Uzone.id dalam laporannya mengenai potensi desain tersebut.

Paten ini secara spesifik mencantumkan pengembangan lapisan struktural atau shield yang dioptimalkan untuk penempatan antena guna mengatasi masalah kehilangan sinyal (signal loss). Mengingat desainnya yang sangat kompak saat terlipat, integrasi antena menjadi tantangan teknis utama agar performa konektivitas tetap stabil di ruang internal yang sempit.

"Huawei bukan cuma harus membuat layar fleksibel yang bisa menekuk dua kali, tapi juga memastikan antena, rangka, dan komponen lainnya tetap bisa bekerja normal di bodi yang sangat kompak," tambah laporan Uzone.id lebih lanjut.

Secara ergonomis, saat dibuka sepenuhnya, perangkat ini diklaim akan menghadirkan layar panjang yang sangat ideal untuk konsumsi konten vertikal. Meskipun belum ada konfirmasi resmi mengenai nama komersial maupun jadwal produksinya, langkah Huawei ini dipandang sebagai upaya strategis untuk menjadikan seri lipat bukan sekadar produk jadi, melainkan sebuah platform rekayasa masa depan.

Hingga saat ini, belum ada informasi resmi terkait harga perangkat tersebut. Namun, jika merujuk pada kelas flagship Huawei seperti Mate XT yang dibanderol di kisaran harga premium di atas Rp30 juta hingga Rp40 juta, perangkat inovatif ini diprediksi akan menyasar segmen ultra-premium jika nantinya benar-benar meluncur di pasar global.

Berita Terkait